Ikatan Dai Indonesia Pati Bahas Tindak Lanjut Penegakan Perda Karaoke

upload jam 1745 karaoke (e)

Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono menyarankan untuk melakukan penegakan Perda karaoke dengan langkah nonyustisi dan yustisi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Pati melakukan kajian terkait dengan tindaklanjut pelaksanaan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang mengatur karaoke di Ruang Paripurna DPRD Pati, sabtu (2/4/2016).

Kajian tersebut mengundang sejumlah stakeholder terkait, seperti polisi, Satpol PP, kesbangpol, Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KPPT), Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Kajian ini menjadi salah satu upaya bagi kami untuk memantau perkembangan dan tindaklanjut penegakan Perda yang mengatur karaoke. Kami minta semua pihak dan elemen masyarakat bisa mendukung upaya penertiban karaoke,” ujar Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikadi Pati, Muhsin kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, pembahasan itu juga menjadi tindaklanjut setelah penegakan Perda yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu mengalami kegagalan. “Semua tokoh kami undang, ini baiknya bagaimana. Penegakan Perda yang mengatur karaoke kok tanda kutip gagal,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolres Pati Kompol Sigit Bambang Hartono menyarankan supaya penegak Perda bisa menggunakan mekanisme penegakan sesuai dengan hukum, mulai dari langkah nonyustisi dan yustisi. “Cobalah langkah nonyustisi dulu dengan mengajak secara persuasif,” sarannya.

Bila langkah persuasif itu tidak digubris, kata dia, penegak Perda bisa menerapkan langkah yustisi dengan memproses secara hukum. “Kalau ada pertanyaan, lho kok lama? Ya memang begitu prosesnya. Kita coba dulu,” tukasnya.

Editor : Kholistiono

Satu gagasan untuk “Ikatan Dai Indonesia Pati Bahas Tindak Lanjut Penegakan Perda Karaoke

  1. Ping-balik: Ini Isi Pernyataan Sikap Warga Pati Untuk Penegakan Perda Karaoke | Muria News

Komentar ditutup.