Ini Nilai Rupiah Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara, Sudiyatno mencatat, hasil tangkapan sepanjang Maret mencapai 500 ton lebih. Sedangkan pada Januari hanya mencapai 281 ton lebih dan 158 ton lebih selama Februari. Total nilai hasil tangkapan nelayan selama Januari dan Februari mencapai Rp 1,6 miliar lebih.

“Rp 1 miliar lebih pada Januari dan Rp 514 juta pada Februari. Sehingga nilai tangkapan selama Maret juga mengalami peningkatan. Meski demikian, jika dirupiahkan tidak mesti bisa naik dua kali lipat. Sebab saat Januari dan Februari, harga ikan memang tinggi,” ujar Sudiyatno, Kamis (31/3/2016).

Sudiyatno mengungkapkan jika hasil laut nelayan sebanyak itu tak hanya didapatkan dari hasil melaut nelayan Jepara sendiri. Tapi juga nelayan luar daerah yang menjual hasil tangkapannya di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Jepara. Khususnya TPI Ujungbatu.

“Untuk wilayah Jepara sendiri, jumlah tangkapan ratusan ton tersebut sudah mencukupi kebutuhan warga. Baik langsung dijual, maupun untuk diolah kembali,” katanya.

Dijelaskan pula, jumlah tangkapan tersebut tidak didapatkan oleh nelayan dengan menggunakan jaring cantrang. Hanya sebagian kecil nelayan Jepara yang memakai jaring cantrang. Itupun menggunakan cantrang manual.

“Rol paling panjang hanya 60 meter. Tapi sudah jarang digunakan mengingat ada aturan dari kementerian terkait,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah beberapa waktu lalu terjadi musim baratan dan sejumlah nelayan tak dapat melakukan aktivitas melautnya. Kini situasi berangsur normal, dengan banyaknya nelayan yang sudah mencari ikan. Apalagi musim baratan kemarin memang tak seganas musim baratan tahun lalu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Wow, 500 Ton Ikan Ditangkap Nelayan Jepara