Pasar Kliwon Kudus Bakal Jadi Ikon Wisata Belanja

wisata belanja lagi (e)

Pasar Kliwon Kudus yang sudah terkenal ini, akan menjadi ikon bagi upaya pengembangan wisata belanja yang diterapkan Disbudpar. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus untuk membuat wisata belanja di wilayah ini, tampaknya memang akan serius dilakukan.

Bahkan, dinas sudah mengincar Pasar Kliwon sebagai ikon program wisata belanja tersebut. Pasalnya, Pasar Kliwon selama ini sudah menjadi magnet bagi banyak orang untuk datang belanja ke sana.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Disbudpar Kudus Dwi Yusi Sasepti mengatakan, selama ini Pasar Kliwon lebih dikenal sebagai pasar grosir. Padahal pengecer jika mau datang, juga banyak yang barang yang dapat ditemukan di sana.

Menurut Yusi, panggilan akrab Dwi Yusi Sasepti, konsep itu merupakan konsep jangka panjang dan sederhana. Apalagi ditunjang nantinya keberadaan parkir pasar yang megah dan luas, akan semakin mendukung wisata belanja itu.

”Kita tengok saja negara luar. Di sana banyak yang wisatanya adalah belanja. Termasuk di Jakarta, juga demikian. Wisatanya juga wisata belanja. Lantas, kenapa di Kudus ini tidak bisa,” ungkapnya.

Namun untuk menyukseskan progam itu, tidak dapat dilakukan Disbudpar saja. Untuk itulah dibutuhkan kerja sama dan partisipasi dari instansi lainnya. Dalam hal ini Dinas Prdagangan dan Pengelolaan Pasar yang cukup punya andil besar.

”Nanti harapannya bukan hanya belanja saja, tapi ada pusat oleh-oleh dan souvenir khas Kudus. Untuk suksesnya juga dapat bekerja sama dengan biro jasa tour dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti mengungkapkan, nantinya depan Pasar Kliwon akan khusus untuk parkir bus wisata.

”Sehingga Pasar Kliwon akan semakin ramai. Kan, kalau parkir nanti sudah jadi, bagian depan akan steril. Jadi, untuk kendaraan wisata saja,” katanya.

Editor: Merie

 

Mau Pilih Jurusan Unggulan di SMK Kudus, Ini Daftarnya

smk lagi-lagi (e)

Para pendukung SMK Weekend di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus berfoto bersama usai pembukaan acara, Sabtu (30/4/2016). MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Potensi sekolah menengah atas (SMK) di Kudus memang luar biasa. Hingga saat ini, tercatat 27 SMK yang tersebar di sembilan kecamatan.

Dari 27 SMK itu, terdapat beberapa jurusan unggulan yang patut untuk menjadi rujukan sekolah lanjutan kejuruan.

Director Bhakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H Serad mengungkapkan, kedelapan program unggulan SMK itu juga didukung penuh oleh Djarum Foundation, yang juga bekerja sama dengan Disdikpora Kudus.

”Jurusan yang dikembangkan berfokus pada jurusan yang memiliki potensi permintaan sumber daya manusia (SDM) pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi,” katanya, usai pembukaan SMK Weekend, di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (30/4/2016).

Bidang itu misalnya adalah bidang teknologi informasi, sebagaimana penerapan kurikulum Cisco Networking Academy Program (CNAP) di SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Jurusan ini bertujuan untuk meningkatkan lulusan terampil dengan sertifikasi yang diakui seluruh dunia.

Untuk bidang lainnya adalah bidang teknik. Nah, siswa bisa memilih SMK jurusan Teknik Mesin, yang bekerjasama dengan institusi dari Jerman. Di mana di dalamnya dikembangkan kurikulum dan pengoperasian peralatan canggih untuk praktikum siswa.

Di bidang kelautan, SMK Wisudha Karya menjadi satu-satunya sekolah pelayaran tingkat SMK di Indonesia, yang memiliki fasilitas full mission bridge simulator. Melalui paket keahlian Nautika Kapal Niaga, sekolah ini mempersiapkan perwira muda di bidang navigasi kapal niaga.

Sedangkan paket keahlian lainnya yang juga dikembangkan di bidang kelautan adalah Teknika Kapal Niaga. Dilengkapi dengan ruang mesin kapal, para calon perwira muda disiapkan untuk menjadi ahli pemesinan kapal niaga. Lulusan dari masing-masing paket keahlian tersebut akan memperoleh Certificate of Competency Class 4 yang diakui dunia internasional.

Sementara untuk bidang ekonomi kreatif, ada 3 jurusan yang dikembangkan. Yakni Tata Boga, Tata Busana, dan Animasi.

”Acara SMK Weekend bertujuan untuk mengenalkan lebih dalam kepada masyarakat, tentang beragam jurusan yang ada di tingkat sekolah menengah kejuruan,” ungkapnya.

Dengan demikian, menurut Primadi H Serad, diharapkan dapat menarik minat siswa di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang akan naik ke tingkat lajuta. ”Hal itu juga sesuai dengan keinginan bupati Kudus yang memang ingin mempromosikan SMK di Kudus sebagai SMK unggulan,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Peringati Hari Buruh, Belasan Sastrawan Bersyair di Depan DPRD Kudus

hari buruh (e)

Pentas Refleksi Hari Buruh Sedunia ”Kisah Buruh di Lereng Muria Bersama Para Penyair Indonesia”, yang berlangsung di depan kantor DPRD Kudus, Sabtu (30/4/2016). MuriaNewsCom (Sundoyo Hardi)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Peringatan Hari Buruh yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, sudah diperingati terlebih dahulu oleh belasan sastrawan di Kabupaten Kudus dan Jawa Tengah, Sabtu (30/4/2016) malam.

Tepatnya di depan gedung DPRD Kudus, kalangan penggiat dunia sastra ternyata memang memiliki cara tersendiri dalam memperingati Hari Buruh Sedunia tahun ini.

Belasan penyair dari berbagai wilayah di Jawa Tengah itu sengaja berkumpul, untuk menyuarakan pendapat dan kritik mengenai kondisi perburuhan yang ada di Indonesia.

Ajang ini dibalut dalam acara bertajuk Buruh Kudus Besyair dan Bersholawat dalam Refleksi Hari Buruh Sedunia ”Kisah Buruh di Lereng Muria Bersama Para Penyair Indonesia”.

Para sastrawan itu, membacakan puisi yang bertema mengenai kondisi buruh yang ada. Selain itu, ada juga pentas musik yang dibawakan mereka. Acara ini sendiri, digelar Koalisi Gerakan Save Buruh Kudus.

”Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda dalam peringatan Hari Buruh Sedunia tahun ini. Terima kasih kepada rekan-rekan penyair yang telah hadir dan tampil dalam kegiatan malam ini,” kata Ahmad Fikri, salah satu panitia kegiatan.

Banyak masyarakat yang kemudian turut menyaksikan kegiatan ini. Karena digelar di outdoor, membuat warga yang sedang menikmati malam mingguan, menyempatkan diri melihat kegiatan ini.

Suasana semakin bertambah ramai, karena banyak sastrawan yang memang begitu bersemangat dengan acara ini. Berbagai kalangan juga turut hadir dalam acara tersebut.

Editor: Merie

 

Kursus di LPK Mampu Tekan Pengangguran

Kursus (e)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberhasilan LPK di Kudus meraih gelar juara dalam perlombaan tingkat Jateng, juga sebagai bukti kalau LPK merupakan pendidikan yang berkualitas.

Bahkan, ada manfaat lain jika kemudian seseorang mengambil kursus di LPK. Yakni banyak dari jebolan kursus yang sudah memiliki usaha sendiri. Sehingga kursus di LPK mampu mengurangi angka pengangguran di Kudus.

Kabid PNFI pada Disdikpora Kudus Moch Soleh mengatakan, kualitas LPK Kudus sangat bagus. Terlihat dari kemenangan yang diraih dalam lomba. Namun, bukan hanya beberapa LPK yang bagus, sebab secara keseluruhan sudah memiliki kualitas.

”Apalagi saingannya juga banyak. Jadi LPK saling berlomba menonjolkan kualitas kursus dan pelatihannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Keberadaan LPK di Kudus, hingga kini sudah semakin banyak. Tercatat sedikitnya 51 LPK berdiri dan semakin mengembangkan kualitas yang dimiliki, agar bisa menampilkan yang terbaik.

Soleh berharap, dengan adanya perlombaan semacam itu, maka mampu memotivasi kembali LPK yang ada. Khususnya bagi para siswa dan para pengajar di sana.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak ragu untuk kursus. Sebab terbukti lulusan memiliki kemampuan yang tidak biasa.

”Mereka yang lulus memiliki bekal. Sehingga bisa membuahkan Kredit Usaha Produktif (KUP) dan memiliki sebuah usaha. Itu sesuai dengan progam Pemkab Kudus yang dicanangkan bupati, dengan meningkatkan UKM di Kudus,” imbuhnya.

Dengan demikian, maka jelas LPK memberikan kemandirian. Bahkan pemerintah pusat melalui Kemendikbud juga memiliki program terkait hal itu dengan Nawacita.

Editor: Merie

Ini Dia Jersey Baru 2016 Persijap

 

kaos persijap (e)

Inilah salah satu jersey resmi Persijap Jepara tahun 2016 ini, yang akan dipakai pada laga-laga mereka di ISC Seri B. MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang laga perdana Indonesia Super Competition (ISC) Seri B, Persijap Jepara meluncurkan jersey barunya. Motif dalam jersey baru untuk musim kompetisi 2016 ini, tak jauh berbeda dengan musim-musim sebelumnya dengan dominasi warna utama merah untuk laga home, dan warna hitam untuk laga away.

Meski begitu, untuk jersey penjaga gawang berbeda dengan jersey untuk pemain lainnya. Khusus penjaga gawang, warna jersey yang digunakan pada laga home didominasi warga kuning. Sedangkan untuk laga away, jersey didominasi warga hijau.

Jersey pada musim kompetisi 2016 ini, khusus untuk laga home alias kandang tetap warna merah, lantaran warna tersebut diyakini dapat membangkitkan semangat. Apalagi, dominasi supporter Persijap saat di stadion juga berwarna merah.  Diharapkan, dengan adanya jersey baru itu, semangat semua pemain meningkat dan mampu melewati semua laga dengan hasil yang maksimal.

CEO Persijap Mohammad Said Basalamah mengatakan, jersey baru tersebut merupakan produk dalam negeri. Meski begitu, dia menjamin kualitas kaos yang digunakan untuk jersey tersebut sangat bagus, tak kalah dengan kualitas jersey musim sebelumnya yang notabene berasal dari Thailand.

”Jersey baru ini diharapkan dapat memacu semangat bertanding semua pemain, dan pada akhirnya nanti mampu memenangkan setiap pertandingan,” kata Basalamah kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Persijap akan melakoni laga perdana di ISC Seri B pada Minggu, (1/5/2016) besok sore, melawan PPSM Magelang di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara. Harapannya, dalam laga perdana sekaligus laga kandang ini, Persijap mampu menang melawan PPSM Magelang.

Editor: Merie

Soal Migas, Pemkab Blora Jangan Bicara Uang Saja

 

BAGI-HASIL-MIGAS

 

MuriaNewsCom, Blora – Keinginan Pemkab Blora untuk melepas sektor minyak dan gas (migas) dari pendapatan daerah karena hasilnya yang tidak seberapa, ditolak berbagai kalanga.

Salah satunya dari kalangan anggota DPRD Blora. Anggota Komisi A Siswanto mengatakan, dirinya menolak pernyataan jika Blora harus melupakan sektor migas. Menurutnya, pemerintah tidak boleh melupakan migas.

”Seharusnya pemerintah tidak hanya melihat berapa uang yang masuk pada pemkab. Melainkan efek lainnya. Jadi, sektor migas tidak boleh dilupakan, karena kita tidak bisa bicara soal uang masuk saja,” tuturnya.

Dikatakan Siswanto, selain tetap mengelola minyak dengan baik, pemerintah juga harus mendidik generasi daerah untuk bersekolah terkait perminyakan. Di mencontohkan Sekolah Tinggi Energi Migas (STEM).

”Misalnya STEM itu. Meski berada di Blora, namun bukan orang Blora sendiri yang bersekolah di sana. Nah, seharusnya pemerintah berpikir ke arah sana,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Senada dengan Siswanto, anggota Komisi B DPRD Blora Arifin Muhdiarto mengatakan, pemerintah harus memperjuangkan semua potensi yang ada di Blora. Baik potensi migas maupun non-migas.

”Menurut saya, semua harus tetap diusahakan. Migas memang belum optimal, namun harus tetap diperjuangkan,” ungkapnya.

Seiring dengan pengoptimalan potensi migas tersebut, lanjut dia, pemerintah juga wajib memperjuangkan potensi-potensi lainnya. Sebab, semua potensi di Blora harus dioptimalkan. ”Semua potensi menurut kami harus dikembangkan dengan maksimal,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Digagas, Wisata Ayo Belanja ke Kudus

 

wisata belanja (e)

Kabid Pariwisata Disbudpar Kudus Yusi Sasepti mengatakan akan menggelar wisata belanja di Kudus, untuk meningkatkan potensi daerah. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus sedang menggagas adanya wisata belanja di wilayah ini. Apalagi, banyak spot menarik untuk jadi destinasi wisata belanja.

Gagasan mengenai wisata belanja ini, dilakukan dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi di Kudus. Sehingga akan semakin meningkat dan membuat masyarakat semakin sejahtera.

Hal itu disampikan Kabid Pariwisata pada Disbudpar Dwi Yusi Sasepti. Menurutnya, Kudus memiliki banyak potensi dalam bidang pariwisata, khususnya bidang perbelanjaan.

”Di Kudus ada banyak mal. Selain itu, pasar tradisional juga sudah bagus dan layak untuk dijadikan rujukan berbelanja, bagi yang berwisata di Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Menurutnya, untuk sekarang Pasar Kliwon menjadi acuan utama dalam berwisata belanja di Kudus. Sebab di sana banyak terdapat pedagang yang menjual berbagai produk.

Selain itu, bangunan dan lokasinya juga pas jika dijadikan sebagai wisata. Khususnya wisata belanja, yang selama ini kurang tersentuh pemkab. Inilah yang akan diangkat nantinya.

”Kita buatkan wisata yang datang ke Kudus itu betah. Jadi secara tidak langsung mereka mau berbelanja. Akhirnya kan, masyarakat Kudus yang diuntungkan. Dan mereka yang datang juga pengen kembali ke sini,” ujarnya.

Editor: Merie

 

Ini Klasemen Linus B Jateng Pascakemenangan Persipa

Persipa saat bertanding melawan Persiharjo Unsa-Asmi (MuriaNewsCom/Lismanto)

Persipa saat bertanding melawan Persiharjo Unsa-Asmi (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati  – Hasil pertandingan Liga Nusantara (Linus) Jateng Grup B, Sabtu (30/4/2016) tak banyak mengubah posisi klasemen di papan atas.

Kondisi itu tak terlepas dari takluknya Persiharjo Unsa-Asmi di luar dugaan dari Persipa. Mereka menghuni  klasemen tiga grup B. Persekap tetap menghuni posisi buncit.

Persipa menambah poinnya menjadi enam. Setelah mereka memenangkan dua pertandingan. Sebelumnya mereka mengalahkan Persekap.

klasemen Linus jateng group B

 

Editor : Akrom Hazami

 

Inventarisasi Aset jadi Momok Desa di Grobogan

Kegiatan pembinaan Inventarisasi Aset Desa di Grobogan, Sabtu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kegiatan pembinaan Inventarisasi Aset Desa di Grobogan, Sabtu (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah mengikuti pembinaan, pihak desa diminta segera melakukan kegiatan inventarisasi aset dengan cepat dan cermat. Sebab, hasil inventarisasi itu harus diserahkan pada bupati melalui camat pada 30 Juni mendatang.

“Hasil inventarisasi aset desa ini ada deadline-nya, yakni akhir bulan Juni. Untuk itu, inventarisasi aset harus secepatnya dilakukan oleh pihak desa. Sebab, item-nya cukup banyak dan waktunya juga singkat,” kata Kabid Aset Daerah DPPKAD Grobogan Ambang Prangudi Margo usai menyampaikan pembekalan pada peserta pembinaan inventarisasi aset desa.

Ada beberapa jenis aset yang harus dimasukkan dalam daftar inventaris desa. Antara lain, tanah, barang, gedung, jalan usaha tani, mesin atau kendaraan dan juga konstruksi dalam pengerjaan.

“Selain jumlah atau volumenya, perkiraan harga atau besarnya nominal aset juga harus dicantumkan. Jadi, hasil inventarisasi akan kelihatan jelas berapa total aset didesa tersebut. Teknis untuk pelaksanaan inventarisasi aset tadi sudah kita berikan pada peserta. Termasuk cara pencatatan dan pemberian kodefikasinya,” jelas Ambang.

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti menyatakan, pembinaan inventarisasi aset desa ini seiring dengan keluarnya UU No 6 tahun 2014 tentang desa.

Selain soal aset, penataan pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa juga haru dilakukan,” ujarnya.

Daru menjelaskan, pembinaan inventarisasi aset desa itu juga dilakukan terkait munculnya Permendagri No 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa. Dalam rangka pengamanan aset maka kekayaan milik desa harus diinventarisasi dalam buku inventaris dan diberi kodefikasi.

Berdasarkan monitoring yang sudah dilakukan selama ini, catatan administrasi di desa-desa terkait dengan aset memang belum tertata dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka inventarisasi aset tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Duh, Aset Desa di Grobogan masih Berantakan

Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Gelis Tulakan

bocah tenggelam (e)

Petugas BPBD Jepara berupaya mencari keberadaan bocah 7 tahun yang hanyut di Sungai Gelis, turut Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Sabtu (30/4/2016). MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini, seorang bocah berusia tujuh tahun diketahui tenggelam di Sungai Gelis, turut Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Jepara, Sabtu (30/5/2016).

Bocah tersebut diketahui bernama Alfin Fahmi Apifi. Bocah tersebut merupakan anak dari Jamil, warga RT 04/RW 05, Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Jepara.

Korban diketahui tenggelam di Sungai Gelis, yang turut di RT 05/RW 02, Desa Tulakan itu juga. Korban diketahui sedang bermain bersama teman-temannya, kemudian hanyut tenggelam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo mengatakan, korban tenggelam tersebut mulanya bermain bersama teman-temannya dan mandi di Sungai Gelis tersebut.

Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, korban diketahui terseret derasnya arus air sungai. ”Korban mandi di sungai bersama teman-temannya. Pada pukul 13.30 WIB, korban terseret arus sungai yang deras dan hilang,” ujar Pujo Prasetyo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Menurutnya, petugas bersama relawan dan masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap korban. Sampai sore hari tadi, korban belum ditemukan. Pencarian menggunakan peralatan dan seragam lengkap. Lantaran saking derasnya arus, petugas juga harus menggunakan tali untuk melakukan pencarian korban.

Proses pencarian korban juga menyita perhatian masyarakat sekitar. Pihak keluarga dan warga sekitar berharap agar korban dapat segera ditemukan dan nyawanya masih dapat diselamatkan.

Editor: Merie

 

 

 

Ditutup, 28.109 WP Jepara Laporkan SPT Tahunan

pajak spt tahunan (e)

Wajib Pajak (WP) yang ada di Kabupaten Jepara melaporkan SPT Tahunan mereka, yang berakhir pada Sabtu (30/4/2016). MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jadwal penyampaian SPT Tahunan bagi Wajib Pajak (WP) di Kabupaten Jepara telah ditutup pukul 15.00 WIB, Sabtu (31/4/2016) tadi.

Dari data yang terekap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara M Endaryono, ada 28.109 wajib pajak yang telah menyampaikan SPT Tahunan sampai jam terakhir tersebut.

”Jumlah SPT Tahunan yang masuk saat ini ada 28.109 wajib pajak. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu,” ujar pria yang akrab disapa Endar tersebut, kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, jumlah tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2015 lalu yang hanya 25.108 wajib pajak saja yang menyampaikan SPT Tahunan. Selain itu, pihaknya juga menyatakan bahwa sampai akhir April ini, terdapat pertumbuhan yang cukup signifikan terkait jumlah wajib pajak bayar.

”Pertumbuhan wajib pajak bayar ada 4.054. Atau sekitar 29 persen dibanding sebelumnya. Itu didapatkan dari berbagai sektor,” katanya.

Beberapa sektor dominan yang masuk dalam wajib pajak bayar adalah pengadaan listrik, gas, dan uap, industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, administrasi pemerintahan, serta perdagangan besar dan eceran.

”Ada tren peningkatan dan pertumbuhan dibanding sebelumnya. Tidak hanya itu saja. Tetapi juga dari aspek lainnya seperti capaian penerimaan dan kepatuhan pembayaran pajak,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

 

 

Persipa Kandaskan Mimpi Persiharjo Unsa-Asmi 

uplod saiki persipa lagiii (e)

Pemain Persiharjo Sukoharjo mencoba membobol gawang Persipa, tetapi gagal dihalau pemain Persipa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Laskar Saridin “Persipa” akhirnya bisa mencetak gol melalui tendangan Haryanto saat melakukan eksekusi penalti ke gawang Persiharjo Unsa-Asmi Sukoharjo. Gol tersebut sekaligus membuat kemenangan Persipa atas Persiharjo dengan skor 1-0, di Stadion Joyokusumo, Sabtu (30/4/2016).

Sebelum tendangan penalti dilakukan, kericuhan sempat terjadi. Pemain Persiharjo tampak tidak terima dengan keputusan wasit, sehingga sempat terjadi ketegangan hingga memakan waktu sekitar 20 menit.

Kericuhan semakin menjadi, ketika sejumlah suporter Patifosi turun dari panggung dan terlihat tidak terima dengan para pemain Persiharjo. Beruntung, petugas kepolisian dan TNI sigap menghadang para suporter sehingga kericuhan bisa diatasi.

Saat peluit wasit ditiup pertanda permainan selesai, sang wasit dikawal ketat petugas keamanan. Pasalnya, emosi sejumlah pemain dari Persiharjo meletup hingga keamanan wasit terancam.

Rio Arya Surendra, manajer Persiharjo mengaku tidak puas dengan keputusan wasit. Kendati begitu, pihaknya mengakui keunggulan para pemain Persipa.
“Keputusan wasit sudah bulat. Tidak ada yang perlu dievaluasi. Perjuangan anak-anak juga sudah bagus. Berani melawan dengan tegar di kandang lawan bagi saya itu sudah luar biasa,” ujar Rio kepada MuriaNewsCom, Sabtu.

Sementara itu, Asisten Manajer Persipa, Didik mengatakan, pihaknya belum puas dengan permainan Persipa. Hal itu dianggap wajar, karena Persipa kehilangan tiga pemain yang menjadi ruh saat menundukkan Persekap Pekalongan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Laga Persipa Pati Vs Persiharjo Sukoharjo Dimulai, Suporter Banjiri Stadion Joyokusumo

17 Atlet PTM Sukun Ikuti Wikanta Cup Internasional

sukun tenis (e)

Atlet PTM Sukun yang mengikuti Wikanta Cup Internasional Table Tennis Tournament 2016 (WCITTT 2016), yang berlangsung di Britama Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta. ISTIMEWA

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satu lagi gelaran yang diikuti Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun di kancah internasional.

Pada akhir April hingga 1 Mei 2016, sebanyak 17 atlet PTM Sukun mengikuti Wikanta Cup Internasional Table Tennis Tournament 2016 (WCITTT 2016), yang berlangsung di Britama Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta.

Ajang ini digelar, lantaran terilhami dari sosok Wikanta yang merupakan mantan atlet tenis meja, sekaligus sebagai salah satu pendiri Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.

WCITTT 2016 ini mempertandingkan beberapa kategori. Yakni di sektor kadet putra, junior putra dan putri, beregu putera dan puteri, serta kategori veteran di atas usia 55.

Peserta yang mengikuti turnamen ini, jumlah totalnya mencapai sebanyak 444 atlet. Termasuk diikuti oleh atlet pelatnas Tiongkok, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Even ini digawangi 33 wasit yang memang sudah berpengalaman. Dalam turnamen ini, para atlet memperebutkan total hadiah sebesar Rp 190.500.000. Kegiatan ini digelar sebagai ajang persiapan menjelang SEA Games 2017 Malaysia dan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Hingga hari kedua pelaksanaan turnamen, yakni Jumat (29/4/2016), PTM Sukun berhasil menyabet dua perunggu. Medali ini diperoleh dari kategori junior putra dan kadet putra.

Editor: Merie

 

Pemkab Blora Jangan Tolak Sektor Migas

 

BAGI-HASIL-MIGAS

 

 

MuriaNewsCom, Blora –Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Blora Samgautama Karnajaya menyampaikan beberapa waktu lalu, bahwa Blora sudah saatnya bangkit dan tidak mengandalkan sektor migas. Pasalnya, sampai saat ini sektor tersebut masih belum bisa jadi primadona bagi daerah.

Di sisi lain, tenaga ahli Komisi VII DPR RI Seno Margo Utomo mengatakan, apa yang disampaikan kepala Bappeda itu tidak sejalan dengan tujuan Pemkab Blora itu sendiri.

”Yang mana sampai saat ini masih mengupayakan pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi (migas). Namun, saya melihat bahwa upaya pemkab sendiri juga masih belum bisa dikatakan optimal,” jelasnya, Sabtu (30/4/2016).

Seno mengatakan, jika pemkab sampai ada yang melupakan sektor migas, itu adalah hal yang keliru. Karena upaya pemkab sendiri untuk mencukupi kebutuhannya, juga belum bisa dikatakan maksimal.

Menurut mantan anggota DPRD Blora itu, Blora jangan sampai putus semangat dalam mengupayakan dana bagi hasil (DBH) migas. ”Dalam hal ini harus diperjuangkan bersama-sama dengan daerah lain, yang sama-sama tergabung dalam ADPM (Asosiasi Daerah Penghasil Minyak),” ujarnya.

Karena itulah, Seno menganggap bahwa sektor migas masihlah sektor yang bisa diperhitungkan. Sehingga pemkab tidak semestinya kemudian melepaskan pendapatan dari sektor ini begitu saja.

Editor: Merie

 

Jelang Laga Persipur vs PSIS, Polisi Siaga

Ratusan aparat Polres Grobogan mengikuti apel gladi bersih pengamanan jelang pertandingan Persipur lawan PSIS. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan aparat Polres Grobogan mengikuti apel gladi bersih pengamanan jelang pertandingan Persipur lawan PSIS. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Laga antara Persipur melawan PSIS Semarang yang akan digelar Minggu (1/5/2016) sore di Stadion Krida Bhakti Purwodadi mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian setempat. Laga nanti, ada ratusan personel yang disiapkan untuk pengamanan. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan apel gladi bersih pengamanan pertandingan yang dilangsungkan di halaman Stadion Krida Bhakti, Sabtu (30/4/2016).

“Hari ini, kami melaksanakan apel gladi bersih pengamanan pertandingan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Apel ini untuk memastikan kesiapan seluruh personel keamanan dan pemahaman pada tugas pokok masing-masing,” ungkap Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Jenda Pulung.

Menurutnya, selain pengamanan di kawasan stadion, ada pula personel yang ditugaskan untuk pengawalan suporter, tim dan official, pengalihan arus, pengamanan jalan alternatif, dan lainnya.

“Semua unsur pengamanan akan dicek dan langsung dipimpin Kapolres Grobogan. Untuk pengamanan pertandingan ISC kita lakukan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Selain menyiapkan pengamanan, pihak kepolisian sebelumnya juga sudah mempertemukan perwakilan suporter PSIS dan Persipur di Mapolres Grobogan. Kedua belah pihak juga diminta untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan nanti.

“Kedua belah pihak telah sepakat untuk menjaga situasi kamtibas bersama dengan aparat kepolisian. Kita harapkan, pertandingan besok berjalan lancar dan damai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panpel Persipur Setyawan Djoko Purwanto menyatakan, dari kesepakatan bersama, pihaknya siap menerima kedatangan suporter PSIS. Hanya saja, jumlahnya dibatasi 2.000 orang saja.

“Jumlah suporter sudah dipastikan hanya 2.000 orang saja. Mereka nanti akan ditempatkan di tribun barat semuanya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Hebat, LPK Kudus Ukir Prestasi di Jateng

 

lpk juara (e)

Salah satu LPK asal Kudus yang berhasil menjadi juara di tingkat Jawa Tengah beberapa waktu lalu. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satu lagi prestasi diraih Kabupaten Kudus. Kali ini lewat Lembaga Pendidikan Kursus (LPK). Lembaga ini kembali mengukir prestasi di tingkat Jawa Tengah.

”Dalam kejuaraan yang digelar April ini, LPK Kabupaten Kudus kembali berhasil menyabet juara dalam ajang tingkat Jateng itu,” kata Kabid PNFI pada Disdikpora Kudus Moch Soleh, Sabtu (30/4/2016).

Menurutnya, tahun ini Kudus mengikuti tiga jenis perlombaan LPK tingkat Jawa Tengah. Dan Kudus berhasil menyingkirkan puluhan peserta dari tiap kabupaten di Jateng.

”Ada tiga jenis lomba LPK yang dimenangkan. Pertama adalah juara pertama teknologi tata busana yang diperoleh LKP Dwieji asal Dawe,” katanya.

Sementara untuk dua jenis perlombaan lainnya, Kudus juga berhasil menjadi peringkat dua dan peringkat tiga. Untuk peringkat dua, Kudus diraih oleh LPK Antoq asal Kecamatan Kota dengan kategori tata rias rambut. Sedangkan seni kerajinan membatik diraih LKP Muria Colo di peringkat tiga.

Prestasi membanggakan dari lembaga kursus di Kudus, juga sebelumnya pernah didapat Kudus. Pada tahun lalu, terdapat dua yang dimenangkan. Pertama adalah juara pertama lapangan peserta didik fashion technologi. Juara diraih LPK Dwieji.

Berikutnya, untuk peringkat ketiga tingkat Jateng juga berhasil diraih Kudus. Peringkat tiga itu dari kategori lomba seni merangkai bunga, yang diraih LPK Antoq.

Prestasi yang berhasil diraih itu, kata Soleh patut diberikan apresiasi dan ditingkatkan. ”Sehingga pada perlombaan tingkat pengajar kali ini juga harus dipersiapkan dengan maksimal,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Mengenal Nasi Nuk, Nasi Adat dari Desa Prawoto Pati

Sejumlah warga setempat mengelilingi nasi nuk yang diarak pada kirab budaya Sunan Prawoto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah warga setempat mengelilingi nasi nuk yang diarak pada kirab budaya Sunan Prawoto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dalam tradisi Jawa, masyarakat biasanya mengenal nasi tumpeng dan nasi ambengan. Nasi tumpeng berbentuk mengerucut, sedangkan nasi ambengan merata dalam satu wadah.

Beda halnya dengan Nasi Nuk. Nasi adat khas Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Pati ini berbentuk bulatan sedikit lebih kecil dari mangkok bakso.

Marni, pembuat ikan lengkur yang juga membuat Nasi Nuk mengatakan, pembuatan Nuk sebetulnya hampir seperti dikepal tetapi lebih pelan. Orang setempat menyebutnya “dinuk-nuk”.

Dalam suatu tradisi bancaan di makam sesepuh setempat, sedikitnya ada tujuh kepal Nasi Nuk yang diberikan ke sejumlah orang. Salah satunya diberikan kepada pelawangan makam.

“Nasi Nuk dan ikan lengkur kemudian ditandukke (red: didoakan). Setelah itu, Nasi Nuk bersama sejumlah lauk lainnya bisa dimakan di tempat atau dibawa pulang,” ujar Marni kepada MuriaNewsCom.

Marni mengaku tidak ada tarif khusus bila warga ingin menggunakan keahliannya untuk membuat Nasi Nuk dan ikan lengkur. “Diopahi sakikhlase (diberikan upah seikhlasnya),” kata Marni singkat.

Nasi Nuk begitu legendaris di Desa Prawoto. Nasi itu ada di setiap tradisi bancaan hingga kirab budaya Sunan Prawoto. Pada suasana kirab, Nasi Nuk biasanya jadi ajang rebutan warga karena diyakini mengandung tuah untuk keselamatan, rezeki, keberkahan, hingga kesuburan tanah pertanian.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Marni, Sang Penjaga Tradisi Ikan Lengkur dari Pati Selatan

Ini Lho, Wilayah di Jepara yang Belum Teraliri Listrik

listrik maneh (e)

Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik mereka. Sejauh ini masih banyak warga di Jepara yang belum teraliri listrik. MuriaNesCom (Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B di Jepara, tak menjamin semua wilayah di Kabupaten Jepara dapat teraliri listrik secara maksimal. Selain listrik sering byarpet, juga masih ada puluhan rumah atau kepala keluarga (KK) yang belum teraliri listrik.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara Budiarto melalui Kabid ESDM Ngadimin menjelaskan, wilayah yang warganya belum mendapatkan aliran, semuanya tersebar di wilayah Jepara.

Selain di wilayah terpencil, juga di wilayah yang cenderung dekat dengan jaringan transmisi. Ini berlaku bagi wilayah pemukiman yang baru dibangun. ”Ada banyak. Selain Karimunjawa, di daratan Jepara masih ada yang belum teraliri listrik,” kata Ngadimin, Sabtu (30/4/2016).

Menurutnya, belum teralirinya listrik di sejumlah wilayah di Jepara memang menjadi salah satu masalah klasik dan belum mendapatkan solusi karena membutuhkan anggaran besar.

Pada tahun sebelumnya, sejumlah pedukuhan yang belum bisa terjangkau PLN. Di antaranya Dukuh Celong sebanyak 24 kepala keluarga (KK) dan Dukuh Njabung sebanyak 42 KK.

Warga dua pedukuhan yang ada di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, ini bisa menikmati listrik dengan menyambung kabel dari dukuh terdekat, yang jaraknya sekitar 1 kilometer.

Sementara di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, masih terdapat empat dukuh yang belum teraliri jaringan listrik. Yakni Dukuh Johan (23 KK), Dukuh Kenanom (30 KK), Dukuh Gotean Warak (20 KK), dan Dukuh Petir (16 KK). Selain itu, pedukuhan di Desa Bungu, Kecamatan Mayong, dan lain sebagainya juga belum menikmati istrik.

Dia menambahkan, ratusan KK tersebut bukan berarti tak mendapat penerangan lampu listrik sama sekali. Hanya saja memang tidak memiliki jaringan sendiri. Mereka menyambungkan kabel di rumah warga yang terdekat.

”Istilahnya, mereka numpang. Untuk yang benar-benar tak mendapatkan aliran listrik, kami belum tahu,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Dicueki Sopir Angkutan, Terminal Gagak Rimang Ngenes

 

Jpeg

Sebuah bus tengah berhenti di depan Blok T, atau eks Stasiun Blora, dibandingkan menunggu penumpang di Terminal Gagak Rimang. MuriaNewsCom (Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Keberadaan Teminal Gagak Rimang Blora makin hari makin ditinggalkan para pemilik jasa transportasi umum. Pasalnya, mereka yang naik kendaraan umum juga menurun jauh.

Inilah yang kemudian menyebabkan para sopir harus memutar otak untuk mendapatkan penumpang. Mereka memilih ngetem di pinggir jalan, dibandingkan masuk ke terminal.

Dan eks Stasiun Blora, atau depan Blok T, menjadi destinasi pemberhentian bus atau angkutan umum yang ada di sana. Begitu juga para penumpang yang terbiasa dengan kondisi itu.

”Saya sudah terbiasa naik dari depan Blok T. Sedangkan kalau dari terminal terlalu lama. Karena harus menunggu penumpang yang lain supaya bisnya penuh. Kalau dari sini bisa naik dan langsung jalan,” ujar Muthohar, warga Jepon, Blora.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Lalu lintas dan Angkutan Ignatius Ary Susanto mengatakan, kondisi angkutan umum di Blora semakin memprihatinan.

Hal itu ditengarai semakin melonjaknya jumlah kendaraan pribadi, yang membuat minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum kian menurun. Bus yang beroperasi pun menjadi semakin sedikit.

”Kondisi ini membuat kami semakin kurang bisa optimal dalam melakukan manajemen lalu lintas,” ujar Ignatius Ary Susanto, kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Dirinya mengatakan, pemberhentian bus di depan Blok T hanya bersifat sementara. Sehingga tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Jumlah busnya juga sangat terbatas. ”Jika tidak diperbolehkan berhenti justru tidak akan mendapatkan penumpang,” katanya.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, untuk angkutan antarkota antarprovinsi ada 175 unit, sedang angkutan antarkota dalam provinsi ada 171 unit, dan angkudes jumlahnya 201 unit.

Ary menambahkan, dari jumlah itu, hanya ada sekitar 40 persen yang masih beroperasi. ”Tentu hal itu merupakan dampak yang sangat signifikan atas melonjaknya jumlah kendaraan pribadi, serta menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Mau Cepat Kerja, Sekolahnya di SMK Kudus Saja

smk weekend maneh (e)

Siswa SMK di Kudus yang turut serta dalam SMK Weekend memberikan hormat kepada Bupati Kudus H Musthofa yang melakukan peninjauan ke stand mereka, di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (30/4/2016). MuriaNewsCom, (Faisol Hadi)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ini bukti bahwa sekolah di sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kudus tidak ada ruginya. Karena lulusannya selalu saja ditunggu perusahaan.

Bahkan, sebelum mereka lulus, para siswanya juga sudah ditunggu untuk bisa bekerja di berbagai bidang usaha. Mereka ditawari pekerjaan bahwa sejak masih duduk di kelas pertengahan SMK.

Bupati Kudus H Musthofa mengungkapkan, secara keseluruhan, atau sekitar 80 persen para siswa SMK di Kudus, sudah di-booking perusahaan. Bukan hanya yang sudah lulus saja, bahkan yang baru masuk yakni kelas X hingga XII juga sudah banyak yang diantre.

”Ini merupakan kualitas pendidikan di Kudus yang baik. Sehingga para siswa SMK mampu bersaing dengan lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom, usai pembukaan SMK Weekend, di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (30/4/2016).

Bupati merasa bangga lantaran SMK di Kudus sangatlah banyak dan bervariatif. Tidak hanya itu, prestasi tingkat Indonesia hingga tingkat dunia juga mampu diraih para siswa SMK.

Seperti halnya SMK 1 dan 2 Kudus. Sekolahan itu sangat unggul dengan ikon 30 masakan Nusantara. Semua siswa di sana, sudah banyak dipesan untuk bekerja.

Selain SMK 1 dan 2, sekolah lain yang juga bagus adalah SMK Raden Umar Said (RUS). Sekolah tersebut merupakan sekolah animasi tingkat internasional. Hal itu menjadi kebanggaan bagi Kudus, yang mampu mewujudkan sekolah tersebut.

”Saya sudah membuktikan, kalau dulu SMK dimaknai sebagai sekolah yang tidak mampu, namun tidak sekarang. Bahkan, harapan saya bukan hanya melamar kerja atau ditawari kerja saja, tapi kualitasnya juga sangat mumpuni,” ungkapnya

Editor: Merie

 

Wow, Pelari Grobogan Liviana Rajai Kejuaraan di Thailand

 

uplod jam 16 liviana grob (e)

Liviana Rizki (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi internasional perdana akhirnya berhasil diraih pelari berbakat Liviana Rizki. Tepatnya dalam ajang Kejuaraan Atletik Remaja Asia Tenggara yang dilangsungkan di Kota Chanthanburi, Thailand beberapa hari lalu.

Dalam even ini, pelari asal Desa Wates, Kecamatan Kedungjati itu berhasil meraih medali emas. Yakni, dalam nomor lari estafet 4 x 100 meter.

“Ya, dalam kejuaraan itu, Liviana berhasil dapat satu medali emas. Mohon maaf, saya kelupaan untuk ngasih kabar ini,” kata Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Grobogan Eko Priyono.

Menurutnya, dalam nomor estafet itu, Liviana turun sebagai pelari ketiga. Saat pertandingan, dua pelari pertama sebenarnya sudah tertinggal. Namun, Liviana akhirnya berhasil menyusul pelari di depannya dan akhirnya keunggulan ini bisa dipertahankan oleh pelari keempat hingga garis finish.

Eko mengaku sangat kaget sekaligus bangga dengan hasil yang didapat pelari muda potensial tersebut. Sebab, even itu merupakan kejuaraan internasional pertama yang diikuti Liviana.

“Terus terang saya sempat kaget ketika dikabari kalau liviana bisa dapat medali emas di Thailand. Semoga prestasi yang diraih Liviana ini akan terus berlanjut,” katanya.

Menurut Eko, kesempatan ikut kejuaraan Asia Tenggara itu didapat seiring prestasi mengesankanLiviana dalam Kejurnas Atletik Remaja dan Yunior 2016 di Jakarta akhir Maret lalu. Dalamkejurnas yang digelar di Velodroom Rawamangun tersebut, Liviana mampu meraih dua medali.

Masing-masing, satu medali emas di nomor lari estafet 4×100 meter. Satu lagi adalah medali perunggu di nomor perseorangan, lari 100 meter putri.

Sebelum mengikuti kejurnas, Liviana juga sempat ikut dalam Kejurda Atletik Jateng 2016 yang dilangsungkan Minggu (14/2/2016) lalu di Kampus Unnes Semarang. Dalam even ini, Liviana juga berhasil meraih medali emas di nomor lari estafet 4×100 meter.

“Pembinaan atletik ini mulai kita lakukan lebih serius. Saat ini, ada dua pelatih yang menangani anak-anak. Yakni, pelatih lokal Pak Suwito dan pelatih asal Salatiga Pak Widodo. Perlu diketahui,Liviana selama ini lebih banyak latihan di Salatiga karena sekolah SMA disana,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Laga Persipa Pati Vs Persiharjo Sukoharjo Dimulai, Suporter Banjiri Stadion Joyokusumo

Jpeg

Pertandingan Persipa dan Persiharjo dimulai di Stadion Joyokusumo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Laga Persipa Pati kontra Persiharjo Unsa Asmi Sukoharjo yang digelar di Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (30/4/2016), dimulai pukul 15.30 WIB.

Ratusan suporter Persipa tampak membanjir stadion, baik dari sisi barat, utara, dan selatan. Mereka berteriak dan menyanyikan yel-yel, kemudian menyerukan dukungannya untuk Persipa yang sempat menaklukkan Persekap Pekalongan.

Manajer Persipa, Awi saat ditemui MuriaNewsCom mengaku optimistis bisa mengalahkan Persiharjo, kendati tiga pemain utamanya hengkang. Ketiganya adalah Bilton Fernando (striker), David Aprilianto (bek kanan), dan Subagiono (gelandang).

Mereka dipanggil kembali untuk memperkuat tim lamanya, Persibas Banyumas yang berlaga dalam kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Mereka hanya sempat memperkuat Persipa dalam satu kali pertandingan melawan Persekap.

Awi mengatakan, Persipa saat ini siap bertempur melawan Persiharjo. Para pemain diakui sudah dalam keadaan siap tempur. “Tidak ada pemain yang cedera. Mereka punya motivasi berlipat, setelah meraih tiga poin di laga melawan Persekap,” katanya.

Saat ini, Laskar Saridin diperkuat dengan Haryanto dan Dede Hugo Kunarto pada bagian depan. Pada bagian tengah, ada Abdul Gofur, Karyono, Rizal Dwi Fitriawan, dan Ade Kurniawan.

Sementara itu, bagian belakang diperkuat Aan Apriliawan, Waskito Sujarwoko, Jordi Junendra, dan Satyo Husodo. Laskar Saridin dengan garang mengenakan kostum merah-merah dan Persiharjo menggunakan kostum biru-biru.

Editor : Akrom Hazami

Duh, Aset Desa di Grobogan masih Berantakan

Kabid Aset Daerah DPPKAD Grobogan Ambang Prangudi Margo saat menyampaikan pembekalan pada peserta pembinaan inventarisasi aset desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabid Aset Daerah DPPKAD Grobogan Ambang Prangudi Margo saat menyampaikan pembekalan pada peserta pembinaan inventarisasi aset desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan Dalam rangka mewujudkan desa yang kuat, maju, mandiri, dan demokratis pada implementasinya harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan penataan. Salah satunya adalah penataan inventaris yang dimiliki desa.

Hal itu disampaikan Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti terkait dengan digelarnya acara pembinaan inventarisasi aset desa yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Sabtu (30/4/2016).

“Pembinaan inventarisasi aset desa ini seiring dengan keluarnya UU No 6 tahun 2014 tentang desa. Selain soal aset, penataan pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa juga haru dilakukan,” ujarnya.

Daru menjelaskan, pembinaan inventarisasi aset desa itu juga dilakukan terkait munculnya Permendagri No 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa. Dalam rangka pengamanan aset maka kekayaan milik desa harus diinventarisasi dalam buku inventaris dan diberi kodefikasi.

Berdasarkan pantauan yang sudah dilakukan selama ini, catatan administrasi di desa-desa terkait dengan aset memang belum tertata dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka inventarisasi aset tersebut.

“Karena jumlahnya banyak maka pembinaan ini kita langsungkan dalam tiga gelombang. Adapun pesertanya, kasi tata pemerintahan kecamatan, sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa atau bisa diwakili kaur umum selaku pengurus aset,” jelas mantan Kepala Kantor Satpol PP itu.

Editor : Akrom Hazami

Warga Jepara, Pelaporan SPT Tahunan Pajak Sudah Ditutup

pajak tahunan (e)

Petugas KPP Pratama Jepara melayani wajib pajak yang datang untuk menyelesaikan kewajiban mereka, terutama penyerahan SPT Tahunan yang berakhir hari ini. MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) bagi para Wajib Pajak (WP), berakhir hari ini, Sabtu (30/4/2016). Jika tidak, maka setiap WP harus bersiap dengan sanksi administrasi.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara Endaryono mengatakan, untuk melayani WP menyelesaikan kewajibannya, pihaknya bahkan menyediakan waktu khusus.

”Kami sudah sediakan layanan hingga sore hari.  Itu demi melayani WP yang belum menyelesaikan kewajibannya,” jelasnya.

Endaryono mengatakan, hari ini memang merupakan deadline atau batas akhir wajib pajak untuk melaporkan SPT tahunan pajak. Pihaknya berharap seluruh WP sudah menyelesaikan kewajibannya masing-masing untuk menyampaikan SPT tersebut.

”Sehingga kami sampai membuka layanan khusus hingga pukul 15.00 WIB tadi. Ini untuk melayani WP menyerahkan SPT-nya,” katanya.

Menurut dia, dibukanya layanan meski di akhir pekan ini dimaksudkan agar wajib pajak yang belum menyampaikan SPT tahunan badan, bisa memiliki kesempatan untuk melakukan kewajibannya tersebut.

Seperti diketahui bahwa bagi para wajib pajak yang tidak melaporkan SPT Tahunan, siap-siap akan didenda administrasi. ”Kalau belum melapor, ya siap-siap saja untuk kena sanksi administrasi,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Marni, Sang Penjaga Tradisi Ikan Lengkur dari Pati Selatan

Marni, perempuan paruh baya asal Desa Prawoto menunjukkan ikan lengkur buatannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Marni, perempuan paruh baya asal Desa Prawoto menunjukkan ikan lengkur buatannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Konon, Raden Bagus Hadi Mukmin, putra Raja Kerajaan Demak ketiga, Sultan Trenggono gemar memakan ikan lengkur. Kebiasaan itu juga dibawa ke istana kerajaan Demak yang berlokasi di sebuah perbukitan yang kini dikenal dengan Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Ikan lengkur bukanlah jenis ikan, melainkan sebutan untuk ikan gabus yang dibuat melingkar kemudian dibakar secara utuh. Ikan gabus sendiri dikenal warga setempat dengan sebutan “ikan kuthuk”.

Selain sosok Raden Bagus Mukmin yang mendapatkan gelar Sunan Prawoto, tokoh yang identik dengan ikan lengkur adalah Mbah Khalifah. Makamnya juga berada di Desa Prawoto, dekat dengan Makam Sunan Prawoto.

Warga setempat yang punya hajat dan terkabulkan, biasanya menggelar tradisi “manganan” atau makan bersama di makam dengan salah satu syaratnya ikan lengkur. Marni, perempuan berusia 55 tahun ini yang biasanya diminta tolong untuk membuat ikan lengkur karena tak semua orang bisa membuatnya.

Marni sudah puluhan tahun dimintai tolong warga setempat untuk membuat ikan lengkur. Pesanan itu ramai pada setiap Jumat Pahing warga berbondong-bondong menggelar tradisi manganan di Makam Mbah Khalifah.

Terlebih, ketika kirab budaya Sunan Prawoto berlangsung, Marni selalu ambil bagian dalam membuat ikan lengkur. “Saya sudah puluhan tahun membuat ikan lengkur. Awalnya diminta para sesepuh untuk membuatnya. Kebiasaan itu akhirnya berlanjut hingga sekarang,” ungkap Marni kepada MuriaNewsCom.

Ikan lengkur sendiri dibuat tak hanya dibakar, tetapi juga dibalur dengan garam kletuk. Yakni, garam yang dibakar di atas cobek. Marni pun kini menjadi salah satu penjaga tradisi ikan lengkur di desanya. Desa Prawoto yang berada di ujung Pati bagian selatan berbatasan dengan Grobogan dan Kudus.

Editor : Akrom Hazami