Terorisme, Polda Jateng Beri Trik Penangannya ke Warga Pati

Warga Pati tengah mengikuti workshop menangkal radikalisme berbasis agama di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Warga Pati tengah mengikuti workshop menangkal radikalisme berbasis agama di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kepala Sub Direktur Pembinaan Ketertiban dan Penyuluhan (Kasubdit Bintibluh) Direktorat Binmas Polda Jateng AKBP M Toha menyarankan kepada warga Pati untuk menggunakan empat pilar dalam rangka menangkal paham radikalisme dan terorisme.

Hal itu disampaikan dalam acara workshop Menangkal Radikalisme dan Terorisme Berbasis Agama di Ruang Mantab Bhrata Polres Pati, Kamis (31/3/2016). Keempat pilar yang dimaksud, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Empat pilar itu bisa menjadi senjata untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Konsep itu sudah dirancang oleh para pendiri bangsa,” ujar Toha kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, radikalisme berpotensi menimbulkan konflik sosial sehingga perlu mendapatkan penanganan khusus menggunakan pendekatan yang arif. “Dari Polda sendiri akan menggunakan pendekatan multidimensi untuk mengatasi radikalisme, baik dari aspek hukum, keadilan, sosial, dan budaya.

Di sisi lain, pemecahan masalah radikalisme mesti melibatkan semua elemen masyarakat. “Kami merasa, penanganan dan antisipasi terhadap radikalisme tidak mungkin dilakukan dari kepolisian sendiri. Tapi, perlu adanya kolaborasi yang cerdas dan kreatif dengan semua elemen masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya sendiri memberikan apresiasi kepada warga Pati yang selama ini menjadi teladan kehidupan kerukunan beragama. “Pati sudah dikenal sebagai daerah kecil yang menjunjung tinggi tolerasi dan bisa hidup berdampingan dengan rukun dengan umat beragama lainnya. Kami apresiasi,” katanya.

Workshop tersebut diikuti polisi, TNI, Kejari, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, DPRD Pati, Kemenag Pati, Dinas Pendidikan, Kesbangpol, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pati, warga NU, Muhammadiyah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), kepala sekolah tingkat SMA, serta tokoh agama.

Editor : Akrom Hazami