Ini Kata Pemkab Jepara Soal Nasib Pungkruk

Bangunan di kawasan Pungkruk yang dibongkar Pemkab Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Bangunan di kawasan Pungkruk yang dibongkar Pemkab Jepara beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Nasib kawasan Pungkruk yang berada di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara hingga kini belum jelas. Pasalnya, sejak bangunan tempat karaoke dibongkar pada oktober 2015 lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda dimulainya pembangunan pusat kuliner sebagaimana janji Pemkab Jepara.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (Ciptaruk) Jepara Ashar Ekanto mengatakan, untuk pembangunan Pungkruk sampai saat ini memang masih dalam proses perencanaan. Rencananya bulan April nanti baru akan dilelangkan untuk proses pembangunan Pungkruk sebagai pusat wisata kuliner.

“Skema dan desain pembangunan masih sama seperti yang kami sosialisasikan lalu, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Tetapi Pemkab Jepara baru mengalokasikan dana Rp 1 miliar,” ujar Ashar Ekanto, Kamis (31/3/2016).

Menurut dia, tahun ini, pihaknya mendapatkan anggaran dari APBD sebesar Rp 1 miliar. Itu untuk membangun kios dan los kuliner. Ashar mengakui sampai saat ini pembangunan memang belum bisa dilakukan. Saat ini, sketsa kios dan los kuliner baru dalam tahap penyelesaian. Setelah itu baru dilakukan proses lelang. Proses pelimpahan proyek ke pihak ketiga tersebut diperkirakan baru bisa dilakukan akhir April hingga awal Mei.

“Jika lelang berjalan mulus, maka bisa segera dilakukan pembangunan. Ini memang proyek besar, sehingga prosesnya lama,” katanya.

Menurut dia, faktor lain yang menyebabkan keterlambatan pembangunan tersebut lantaran perencanaan yang terlalu mepet. Seharusnya, perencanaan sudah dilakukan pada periode APBD Perubahan. Sedangkan pembongkaran dilakukan pada Oktober sehingga perencanaan praktis baru bisa dilakukan mendekati pengetokan APBD 2016.

Pembangunan kawasan Pungkruk, lanjut dia, memang bukan proyek ekslusif di dinasnya. Tapi juga Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM untuk perbaikan jalan, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk infrastruktur pelengkap.

Editor : Kholistiono