Bahaya Teroris dan Narkoba Mengintai, Begini Reaksi Polisi dan FKUB Pati

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menjelaskan bahaya radikalisme, terorisme dan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menjelaskan bahaya radikalisme, terorisme dan narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Untuk mengantisipasi radikalisme dan terorisme berbasis agama di Pati, Polres Pati bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati menggelar workshop bertajuk “Menangkal Radikalisme dan Terorisme Berbasis Agama” di Mantab Bhrata Polres Pati, Kamis (31/3/2016).

“Acara ini merupakan keberlanjutan dari instruksi Menkopolhukam Luhut Pandjaitan yang meminta untuk mewaspadai bahaya terorisme dan narkoba. Karena itu, kegiatan ini menjadi upaya untuk memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme, terorisme dan narkoba,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, suatu negara akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat bila keamanan negara bisa kondusif. Dengan begitu, aksi teror berkedok agama yang berpotensi mengancam keamanan negara bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.

Itu sebabnya upaya untuk menangkal radikalisme dan terorisme sangat penting dilakukan. Rata-rata, sasaran dari kelompok teror adalah warga sipil, tempat atau fasilitas umum, warga negara asing (WNA), dan saat ini merambah sasaran terhadap anggota Polri, TNI, serta pejabat pemerintahan.

Senada dengan itu, Ketua FKUB Jawa Tengah Prof Mudjahirin Thohir mengatakan bila radikalisme agama sudah berlangsung secara ekstensif sejak tumbangnya era Orde Baru pada 1998. “Setiap agama mengajarkan pentingnya hidup bernegara. Tugas kita sebagai masyarakat yang hidup di negeri serba plural mestinya menjadikan Indonesia sebagai bangunan besar di mana masing-masing orang merasa bisa hidup dengan nyaman, bukan sebaliknya menciptakan teror,” tuturnya.

Ia berharap agar Kabupaten Pati yang selama ini dikenal sebagai daerah yang menunjung tinggi nilai-nilai toleransi beragama bisa mempertahankan kondisi tersebut. Jangan sampai kondisi di Pati yang sudah toleran dan saling menghormati antarsesama pemeluk agama disusupi paham-paham radikal.

Editor : Akrom Hazami