25 Siswa di Lasem Hadapi Satpol PP

Petugas Satpol PP Rembang mengangkut pelajar yang membolos dalam razia yang dilakukan pada Kamis (31/3/2016). (MuriaNewsCom/(Ahmad Wakid)

Petugas Satpol PP Rembang mengangkut pelajar yang membolos dalam razia yang dilakukan pada Kamis (31/3/2016). (MuriaNewsCom/(Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 25 pelajar terjaring dalam razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang. Namun, hanya tujuh pelajar saja yang dilakukan pendataan oleh petugas.

Pasalnya, 18 pelajar yang tertangkap basah sedang nongkrong dengan pakaian seragam sekolah lengkap, ternyata memang sudah selesai jam pelajarannya. Sementara, 7 pelajar lainnya memang kepergok sedang membolos dan memilih nongkrong di taman pasar Babagan Lasem.

“Ada laporan, banyak anak-anak sekolah yang pada jam pelajaran keluyuran di pasar dan warung kopi, salah satu di wilayah Lasem. Sebanyak 18 siswa tidak kami data, karena kelas XII dan sudah selesai jam pelajarannya.

edangkan, 7 siswa lainnya kami lakukan pendataan,” ungkap Kasi Penegak Perda Satpol PP Rembang, Sudarno.

Dijelaskan olehnya, pada razia tersebut tempat sasarannya yakni, hanya di dua kecamatan. “Sasarannya hanya Lasem dan Rembang kota. Enam orang yang kami data, kami angkut dari Lasem. Sedangkan, satu lainnya dari Rembang,” imbuhnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/3/2016).

Salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya, mengakui sedang membolos sekolah dan nongkrong di taman Babagan Lasem bersama teman lainnya. Namun, ia berdalih sedang ada kegiatan di sekolahannya. “Ada acara ulang tahun di sekolahan, terus kami tinggal nongkrong,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami