Wirausahawan Muncul di Kudus Berkat Pelatihan Intensif

kudus-iklan cukai-tyg 30 maret 2016-pkl 13.00 wib

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebagai lembaga atau instansi yang dipercaya mengelola Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Balai Latihan Kerja Kudus (BLK) terus memacu diri untuk bisa bekerja secara efektif.

Aneka program yang diberikan di BLK Kudus dinilai sangat efektif. Terbukti banyak yang kemudian menjadi wirausahawan mandiri, dari hasil mengikuti kegiatan tersebut.

BLK memang saat ini semakin mudah melaksanakan kewenangannya, dalam menyerap anggaran DBHCHT. Dari program-program yang digelar, banyak sekali lulusan BLK yang sukses meniti karir sebagai wiraswasta.

Apalagi, mereka yang merupakan lulusan BLK mendapatkan pendampingan dari Pendamping Wira Usaha (PWU), dalam upaya mengembangkan kemampuan menjadi wirausaha. ”Karena kita melihat bahwa PWU ini memang telah berhasil menjalankan fungsinya. Mendampingi lulusan BLK untuk terus berkembang,” terang Kepala BLK Kudus Sajad.

Kegiatan ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.07/2009 misalnya. Pada pasal 7 ayat 1 huruf a disebutkan, pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT dan/ daerah penghasil bahan baku IHT. Selain itu, juga disesuaikan dengan Peraturan Bupati Nomor 32 Tahun 2013. Pada lampiran III.A.3 disebutkan, program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Sajad mengatakan, BLK memang terus berupaya memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat. Sebab, alokasi DBHCHT dari tahun ke tahun, memang diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kudus.

Keberadaan PWU ini sendiri, menurut Sajad, tidak hanya melakukan pendampingan saja. Melainkan juga menjadi agen wirausaha. Sehingga makin banyak warga yang kemudian berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi wirausaha.

”Karena PWU memang sangat berperan untuk bisa mewujudkan hal ini. Dengan cara yang jitu dan bisa ,berhasil adalah dengan mencari kawan sebanyak mungkin guna membentuk jaringan. Semakin banyak kawan, maka secara otomatis bisa memperluas jaringan,” katanya.

Lulusan dari BLK memang banyak yang kemudian menjadi wirausaha. Mereka mengembangkan apa yang kemudian didapatnya dari pelatihan, menjadi suatu usaha tersendiri.

Selama mereka berusaha mengembangkan usahanya, maka ada PWU yang terjun langsung di desa. Di mana mereka terus berkomunikasi dan koordinasi dengan kepala desa.

”Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, PWU diharapkan bisa memfasilitasi. Jika ini berjalan dengan baik, nantinya semua SKPD terkait akan siap berkoordinasi. Sehingga usaha masyarakat bisa berkembang,” imbuh Sajad. (ads)