Qudsiyyah Kudus Rayakan Satu Abadnya

 Pengurus tempat pendidikan Qudsiyyah di Kudus melakukan konferensi pers. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pengurus tempat pendidikan Qudsiyyah di Kudus melakukan konferensi pers. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Di usianya yang menginjak satu abad, tempat pendidikan Qudsiyyah di Kudus ini tetap mempertahankan kesalafannya.

Sebab madrasah yang didirikan oleh tokoh ulama NU, KH R Asnawi tersebut selalu mengedepankan sistem pendidikan pondok pesantren.

Dalam jumpa pres perayaan satu abad madrasah Qudsiyyah, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Menara Kudus Em Nadjib Hassan mengatakan, meskipun madrasah sudah berusia satu abad, namun sistem pendidikan kurikulumnya masih berbasis pondok pesantren.

“Bahkan dibanding madrasah yang di bawah naungan NU sekalipun, sekolah ini masih menggunakan kesalafannya. Sebab bila ada program baru, kita sebagai yayasan itu berfikir terlebih dahulu untuk bisa mengikutinya. Apakah itu nantinya mendapat restu, izin atau rida dari pendiri (KH R Asnawi) atau tidak,” paparnya.

“Rata rata guru yang ada di sini memang lulusan pesantren. Ada juga yang ulama, bahkan KH Syaroni sekalipun. Sementara itu, kita juga agak sedikit tidak memikirkan untuk mendapatkan status akreditasi tersebut,” ujarnya.

Madrasah yang didirikan sekitar tahun 1917 ini mempunyai prinsip memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik

“Inti dari prinsip tersebut yakni memelihara tradisi lama yang baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Oleh sebab itu, bila kesalafan itu merupakan kunci kebaikan, maka kita akan pertahankan. Selain itu, bila ada sistem terbaru yang lebih baik lagi, maka kita juga akan memilah milah untuk kita ambil,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami