Pemkab Jepara Siapkan Skema Penjualan Gabah ke Bulog

Aktivitas petani di Jepara sedang memanen hasil padinya. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Aktivitas petani di Jepara sedang memanen hasil padinya. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Untuk mengantisipasi kemungkinan anjloknya harga gabah petani saat panen raya nanti, Pemkab Jepara melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) bekerjasama dengan TNI menyiapkan skema penjualan ke Perum Bulog.

Kepala Distanak Jepara Wasiyanto mengemukakan, saat ini pemerintah pusat memang mendorong Bulog agar membeli gabah petani dengan harga sesuai dengan harga penetapan pemerintah (HPP). Itu untuk menjaga agar petani tak merugi.

”Untuk skema penjualan ke Bulog, pihaknya bekerjasama dengan TNI dari Kodim 0719 Jepara melalui Babinsa di masing-masing Koramil. Hal itu dilakukan untuk mendata dan menjaring gabah dari petani yang mau menjual gabahnya ke Bulog,” ujar Wasiyanto kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam proses penjualan ke Bulog tersebut tidak ada batasan kuota. Nantinya, gabah akan di angkut ke Bulog Pati. Semakin banyak petani yang menjual gabahnya ke Bulog, itu semakin baik.

Dia menambahkan, penjualan gabah ke Bulog tersebut sebagai ancang-ancang jika nantinya harga gabah anjlok di bawah HPP. Jika lebih tinggi dari HPP, petani boleh menjualnya ke tengkulak.

Selama ini, petani Jepara kebanyakan menjual gabah dengan sistem borongan atau menjualnya saat masih berada di lahan. Menurut Wasiyanto, sistem ini lebih dipilih lantaran petani tak perlu repot memanen dan menjemur. Selain itu, gabah petani banyak yang dibeli oleh tengkulak dari luar daerah.

Editor : Titis Ayu Winarni