Minim Sosialisasi, Pencairan Dana Desa 2015 Dinilai Terlambat

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pada tahun pertama menerima dana alokasi desa, banyak Kepala Desa atau Petinggi di Kabupaten Jepara mengaku masih banyak menuai kendala. Seperti peraturan perundang-undangan berkait dana desa yang selalu berubah-ubah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan dinilai terlambat memberikan sosialisasi. Akibatnya, pencairan dana alokasi desa mengalami keterlambatan. Hal itu seperti yang dikatakan Petinggi Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Jepara, Santoso.

”Seperti tahun 2015 kemarin, bulan Juli baru digedok, jadi hitungannya terlambat. Sehingga dalam pelaksanaannya jadi terburu-buru,” kata Santoso.

Menurutnya, jika keterlambatan itu terus terjadi, maka yang repot adalah pemerintah di tingkat Desa. Untuk itu, dia berharap, tahun ini dapat berjalan lancar dan nominal alokasi dana desa yang dikucurkan dapat bertambah. Selain itu, pencairan dana desa bisa segera dilakukan. Mengingat, saat ini sejumlah tahapan untuk mencairkan dana desa sudah dilalui Pemdes Langon.
”Mudah-mudahan April sudah bisa cair dan nilainya bisa bertambah,” harap Santoso.

Selain itu, dia juga mengatakan, dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat dirasakan sangat membantu pertumbuhan desa. Pembangunan infrastruktur desa meningkat. Sebelum menerima alokasi dana desa dari pemerintah pusat, Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, hanya mendapat alokasi dana bantuan desa sebesar Rp 100 juta dari Pemerintah Kabupaten Jepara.

”Tahun 2015 kami mendapat bantuan alokasi dana desa dari pemerintah pusat sebesar Rp 660 juta,” imbuhnya.

Editor :Titis Ayu Winarni