RT dan RW Perlu Diberdayakan Sebagai Informan Akurat Kasus Narkoba di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Keberadaan RT/RW perlu lebih diberdayakan dalam mengatasi masalah narkoba di Kabupaten Jepara. Sebab, mereka merupakan ujung tombak pemerintahan sehingga harus dioptimalkan dan dibuatkan alur pelaporan yang akurat. Karena bagaimanapun RT/RW yang paling tau persis keadaan wilayah masing-masing.

”Dengan demikian diharapkan akurasi dan kecepatan serta penindakan oleh Polres dan Kodim dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat. Koordinasi dan kebersamaan ini penting, mengingat jumlah aparat sangat terbatas. Tanpa adanya dukungan dan kebersamaan RT/RW dan seluruh masyarakat pada umumnya tidak mungkin pemberantasan maraknya narkoba ini dapat berhasil,” ujar Wakil Bupati Jepara Subroto.

Menurutnya, di Kabupaten Jepara perkembangan dan maraknya narkoba dari tahun ketahun yang terus meningkat. Dimana semuanya perlu perhatian untuk pencegahan sekaligus pemberantasan secara bersama-sama. Tercatat di Jepara tahun 2012 terdapat 23 kasus dengan 24 tersangka. Tahun 2013 terdapat 26 kasus dengan 30 tersangka. Tahun 2014 ada 22 kasus dengan 26 tersangka dan terakhir tahun 2015 terdapat 20 kasus dengan 28 tersangka.

”Semua itu harus dicarikan solusinya secara bersama. Di antaranya melalui upaya pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi serta pemberantasan. Salah satu upaya yang kita lakukan saat ini adalah mengoptimalkan sosialisasi P4GN (Pencegahan, Penanggulangan, penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkoba),” ungkap Subroto.

Kasus narkoba dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, di wilayah Kabupaten Jepara cukup memprihatinkan. Tercatat, kasus-kasus besar terjadi misalnya di tahun 2008 dengan ditemukannya 27 kg Heroin yang diselundupkan ke Australia, disusul tahun 2009 di Cik Lanang ditemukan 30 kg Sabu dan 100 kg bahan pembuatannya. Terakhir kejadian ditemukannya 100 kg lebih sabu-sabu di sebuah gudang di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengingatkan agar jangan memandang sebelah mata masalah maraknya narkoba. Karena pada dasarnya miras dan narkotika ini keuntungannya sangat menjanjikan dan memberikan kenikmatan sesaat bagi penggunanya.

”Sehingga tidak mengherankan jika banyak orang yang menggunakan serta mengedarkannya, meski itu semua adalah tindakan melawan hukum dan dosa yang besar di hadapan Allah SWT. Sebenarnya kenikmatan sesaat ini adalah salah satu kenikmatan yang akan kita terima nanti di surga Allah SWT,” tegasnya.

Dia meminta kepada segenap pihak terkait diharapkan kebersamaan dan koordinasi secara sinergis dalam upaya pencegahan sekaligus pemberantasannya.

Editor : Titis Ayu Winarni