Perangi Narkoba, Anggota Satnarkoba Polres Grobogan Blusukan ke Sekolah

Anggota Satnarkoba Polres Grobogan sedang memberikan penyuluhan pada pelajar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satnarkoba Polres Grobogan sedang memberikan penyuluhan pada pelajar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 
MuriaNewsCom, Grobogan – Perang terhadap narkoba tidak hanya dilakukan dengan penindakan tegas saja. Tetapi, juga dipayakan melalui langkah pencegahan, khususnya pada generasi muda.

Demikian disampaikan Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Irianto terkait kegiatan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para pelajar di sejumlah sekolah, Kamis (24/3/2016).

“Generasi muda khususnya pelajar merupakan sasaran empuk bagi peredaran narkoba. Sebab, para pelajar ini masih dalam masa transisi dan maunya mencoba hal-hal yang dianggap baru namun seringkali membahayakan. Untuk itu, kita lakukan beragam penyuluhan pada pelajar melalui Operasi Bersinar Candi 2016,” kata Kasat Narkoba Polres Grobogan AKP Sucipto.

Pelajar sebagai generasi penerus bangsa juga harus lebih aktif sejak dini mengetahui bahaya narkoba. Baik melalui penyuluhan maupun dengan membaca-baca referensi tentang bahaya narkoba melalui berbagai literatur.

Ia mengatakan, penyuluhan bagi kalangan pelajar tersebut dilakukan, mengingat penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda semakin marak. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan semua pelajar memiliki pengetahuan yang benar tentang narkoba dan bahayanya. Dengan begitu, diharapkan semua siswa dapat lebih waspada untuk tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba dan membantu teman keluar dari penggunaan narkoba.

Menurut Sucipto, perang terhadap narkoba perlu terus dikukan. Sebab, masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat. Baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dari mahasiswa hingga pelajar , dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat atau publik figur.

“Banyak faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba. Antara lain, faktor dari diri sendiri terkait rasa keingintahuan yang besar untuk mencoba, untuk bersenang-senang serta untuk bisa diterima dalam satu komunitas. Selain itu, faktor lingkungan, keluarga yang bermasalah, salah pergaulan dan kurangnya aktifitas juga bisa jadi penyebabnya,” imbuh mantan Kapolsek Kota Purwodadi itu.

Editor : Kholistiono