PT Indocement Klaim Pembangunan Pabrik Semen di Pati Tak Rusak Mata Air

Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya saat memberikan keterangan di depan awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya saat memberikan keterangan di depan awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Christian Kartawijaya mengklaim bila pembangunan semen di Pati tidak akan merusak mata air yang selama ini dikhawatirkan warga penolak pabrik semen.

Baca juga : Kuasa Hukum Indocement: Hakim PTUN Semarang Sudah Setuju dengan Amdal Pendirian Pabrik Semen

Ia mengatakan, semua kekhawatiran warga terkait dengan hilangnya sumber mata air sudah diakomodasi dalam dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang disusun selama tiga tahun.

”Kalau ada yang bilang pabrik Indocement itu menghabiskan mata air, coba saja datang ke pabrik semen di Citeureup. 40 tahun kita beroperasi di sana. Air tidak habis. Sawah masih ada dan masyarakat tambah maju. Reklamasi terus jalan,” ujar Christian saat berbincang dengan MuriaNewsCom.

Dalam operasinya, PT Indocement dikatakan menggunakan sistem dry process sehingga tidak membutuhkan air yang banyak. Air hanya digunakan untuk proses pendinginan (cooling). Itupun air yang digunakan bukan diambil dari alam setempat, tetapi dari embung yang dibuat PT Indocement.

”Dalam amdal, kita sudah rencanakan akan membangun enam embung dengan kapasitas 2 juta meter kubik air. Semua kekhawatiran masyarakat kita kelola dan mitigasi dalam dokumen amdal. Ini kan win-win,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, operasional pabrik semen tidak akan merusak sumber mata air. ”Penambangan yang dilakukan tidak akan merusak sumber mata air. Semua ada aturannya. Kita bukan pemain kemarin sore. Kita sudah 40 tahun. Lingkungan akan menjadi prioritas kami,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni