Ketua Dewan Kudus Punya Cerita Menarik soal Pilkades

Ketua DPRD Kudus Masan berbincang dengan CEO MuriaNewsCom dan Koran Muria Deka Hendratmanto, saat berkunjung ke kantor redaksi, Rabu (23/3/2016). (MuiraNewsCom/Akrom Hazami)

Ketua DPRD Kudus Masan berbincang dengan CEO MuriaNewsCom dan Koran Muria Deka Hendratmanto, saat berkunjung ke kantor redaksi, Rabu (23/3/2016). (MuiraNewsCom/Akrom Hazami)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan mengunjungi kantor redaksi MuriaNewsCom dan Koran Muria, Rabu (23/3/2016). Satu hal yang menarik adalah bagaimana kisahnya ikut serta dalam dalam proses pemilihan kepala desa (pilkades).

Diterima CEO MuriaNewsCom dan Koran Muria Deka Hendratmanto, Masan bercerita bagaimana dirinya terlibat dalam pilkades di desanya. ”Waktu itu ada pencalonan di desa saya. Sebagai orang yang ikut di dalamnya, saya membutuhkan banyak amunisi untuk bisa menang,” jelasnya.

Nah, dari usulan salah satu tim suksesnya, disarankan supaya pergi ke salah satu kiai yang ada di sebuah daerah. Menurut tim sukses tersebut, jika pergi ke sana, makan akan bisa menang. ”Meski saya tidak percaya, tapi saya ikuti saja kemauan tim sukses saya,” ujarnya.

Di tempat sang kiai, Masan diperlihatkan bagaimana dia bisa memenangkan proses pemilihan. Termasuk melihat bagaimana banyaknya uang yang dimiliki oleh kiai tersebut, yang bisa dijadikan salah satu sarana untuk menang.

”Saya juga diperlihatkan sebuah kamar yang katanya isinya uang semua. Tapi uangnya tidak kelihatan kalau dilihat secara kasat mata. Harus dibuka dulu aura mata saya, supaya bisa melihat. Tapi sekali lagi saya tidak percaya. Malah penasaran ingin melihat apakah memang benar isi kamar itu uang. Hanya saat saya minta izin masuk kamar, tidak diperbolehkan,” paparnya.

Tidak kekurangan akal, Masan kemudian izin ke toilet. Sambil pergi ke belakang itulah, dia menyempatkan diri untuk melihat isi kamar. Yang setelah dibukanya, memang tidak berisi apa-apa.

”Saya semakin tidak percaya. Karena tidak ada isinya. Mungkin karena mata saya belum dibuka auranya itu. Tapi yang membuat saya makin tidak percaya adalah saya disuruh investasi Rp 15 juta, supaya keinginan saya terkabul. Lah, ini bagaimana. Wong saya sedang butuh uang banyak, malah disuruh investasi. Akhirnya ya, batal saya percaya. Balik kanan pulang,” tuturnya.

Masan berkunjung ke kantor redaksi MuriaNewsCom dan Koran Muria hanay sendirian saja. Setelah sebelumnya berkunjung ke SMP 1 Undaan, Kecamatan Undaan, untuk mengecek kondisi sekolah yang sering kebanjiran itu.

Editor: Merie