Beras yang Sempat Dilarang Beredar di Luar Kerajaan Ini Dikembangkan di Pati

Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Mustika tengah memanen padi dari varietas beras hitam di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Mustika tengah memanen padi dari varietas beras hitam di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Varietas beras hitam yang dulu sempat dilarang beredar di kalangan masyarakat Cina karena khusus menjadi makanan di lingkungan kerajaan saat ini mulai dikembangkan di Pati. Petani mulai sadar bila harga beras hitam cukup mahal sehingga berpotensi meningkatkan ekonomi petani.

Salah satu kelompok tani yang berhasil panen beras hitam adalah Kelompok Tani Mustika di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati. Panen beras hitam berhasil dilakukan, setelah mereka sempat memanen beras merah dan beras mentik wangi.

Pegiat kelompok tani padi Mustika, Maesah Anggni kepada MuriaNewsCom, Selasa (22/3/2016) mengatakan, petani saat ini harus bisa meningkatkan pendapatan dan ekonomi dari hasil pertanian yang dikelola. Harga beras hitam yang cukup tinggi dinilai bisa mewujudkan misi tersebut.

“Kalau ingin penghasilan tinggi, varietas padi yang ditanam juga harus punya nilai jual yang tinggi. Misalnya, beras mentik wangi, beras merah yang saat ini diburu untuk penderita diabetes dan kesehatan, serta beras hitam yang sangat kaya akan manfaat,” tuturnya.

Dari ketiga varian tersebut, kata dia, beras hitam harganya paling tinggi. Satu kilogram saja, saat ini beras hitam dihargai hingga Rp 40 ribu. Hal itu yang membuatnya akan mengembangkan beras hitam di Pati.

Editor : Kholistiono