Ratusan UMKM di Kudus Didukung Penuh Perkembangannya dengan Dana Cukai

iklan-cukai

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) b) Fasilitasi bagi UMKM di lingkungan IHT untuk ikut serta dalam pameran skala lokal, regional, nasional, dan internasional.

MuriaNewsCom, Kudus – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) memang diperuntukkan bagi kesejahteraan warga di daerah yang menerimanya. Termasuk di Kabupaten Kudus.
Upaya meningkatkan kesejahteraan lewat dana cukai itu, juga dilakukan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM. Ratusan UMKM yang ada di Kudus ini, perkembangannya semakin bagus dari hari ke hari.

Karena itu, Pemkab Kudus melalui dinas terkait terus memperbanyak program-program, sebagai upaya pengembangan UMKM. Dengan begitu, maka akan banyak pelaku usaha yang semakin berkembang, dan tentu saja akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Salah satu yang dilakukan adalah memperkenalkan potensi UMKM yang ada tersebut, ke berbagai kalangan. Caranya adalah mengikutsertakan mereka ke berbagai pameran atau eksebisi yang memang banyak dilakukan. Baik skala regional maupun nasional.

Upaya itu menyasar UMKM yang ada di daerah-daerah yang dekat dengan lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT). Mereka diajak untuk mengikuti pameran di berbagai kota. Salah satunya berpartisipasi dalam berbagai pameran perdagangan yang ada.

Industri kreatif memang harus sering mengikuti pameran. Ini juga yang dilakukan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus, yang secara kontinyu memberangkatkan pelaku UMKM untuk mengikuti pameran.

Contoh pelaku UMKM yang diberangkatkan untuk pameran adalah Saqinano dan Alfa Shoofa. Di mana Saqinano merupakan UMKM binaan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus, yang memfokuskan usahanya di bidang pengolahan kopi dan teh rempah. Sedangkan Alfa Shoofa memiliki produk unggulan bordir dan batik.

Dengan mengikutkan dalam sebuah pameran, diharapkan UMKM tersebut semakin berkembang dan luas pangsa pasarnya. ”Mengikuti pameran merupakan ajang yang efektif untuk memperluas jangkauan produk sekaligus sebagai sarana promosi,” kata Sekretaris Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus Bambang TW.

Dia menjelaskan, kegiatan ini sudah sesui dengan regulai pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Yakni, Peraturan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Pada Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dilaksanakan antara lain melalui permodalan dan sarana produksi dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) b) Fasilitasi bagi UMKM di lingkungan IHT untuk ikut serta dalam pameran skala lokal, regional, nasional, dan internasional.

Kepala Bidang UMKM pada Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kudus Abi Wibowo menambahkan, selama kegiatan pameran berlangsung, kebutuhan dan operasional UMKM peserta pameran difasilitasi oleh Pemkab Kudus.

”UMKM yang mengikuti pameran juga kami seleksi terlebih dahulu. Salah satunya, memastikan produk yang ditawarkan UMKM memang benar-benar memiliki daya saing dan kualitas baik. Karena, selain bertujuan meningkatkan pendapatan UMKM, selama pameran ini kami juga membawa nama baik Kabupaten Kudus di tingkat nasional,” ujarnya. (ads)