Warga di Lingkungan IHT Terdongkrak Ekonominya dari Dana Cukai

iklan-cukai kudus-tyg 18 maret 2016-pkl 16 00 wib

Kegiatan ini didasarkan pada dua regulasi yang mengatur tentang penggunaan dana cukai. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Pada Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dilaksanakan antara lain melalui permodalan dan sarana produksi. Selain itu juga sesuai dengan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) l) ; Menguatnya ekonomi masyarakat di lingkungan IHT melalui pelatihan pengolahan pangan dan bantuan alat pengolahan hasil pertanian (pangan).

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) memang banyak manfaatnya bagi warga di Kabupaten Kudus. Terutama mereka yang ada di lingkungan industri hasil tembakau (IHT).

Salah satunya dipergunakan untuk mendongkrak perekonomian warga, yang sampai saat ini memang masih terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Salah satunya dilakukan memberikan ketrampilan di bidang pangan.

Warga yang ada di sekitar lingkungan industri hasil tembakau (IHT), diberikan ketrampilan untuk mengolah aneka bahan pangan, menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Pelatihan itu dilakukan dengan merujuk pada manfaat yang harus diterima warga, dari dana cukai yang diterima.

Kegiatan pelatihan itu juga sudah dilakukan pada tahun 2015 lalu. Di bawah kewenangan dari Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Kudus, warga menerima beragam pelatihan yang menunjang penguatan ketrampilan mereka.

Ada beragam ketrampilan yang dberikan kepada warga. Antara lain menggelar pelatihan pengolahan dan pembuatan kerupuk, kripik, dan sirup. Selain memberikan ketrampilan, peserta pelatihan juga mendapatkan alat-alat sarana produksi.

Mulai dari alat olahan kerupuk dan keripik, alat olahan pangan non-beras non-terigu, alat pemarut kelapa, dan alat penepung. Selain itu, masih ada bantuan berupa alat olahan jagung, alat olahan kue dan roti, alat olahan bakso, serta alat olahan sirup.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kudus Edy Supriyanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya peningkatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT. ”Tujuan kegiatan ini sangat jelas, yakni dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan pengolahan hasil pertanian,” kata Edy Supriyanto.

Sebagai landasan hukum, kegiatan ini didasarkan pada dua regulasi yang mengatur tentang penggunaan dana cukai. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Pada Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dilaksanakan antara lain melalui permodalan dan sarana produksi.

Di samping itu, juga sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) l) ; Menguatnya ekonomi masyarakat di lingkungan IHT melalui pelatihan pengolahan pangan dan bantuan alat pengolahan hasil pertanian (pangan).

”Kami berharap, kegiatan yang telah dilaksanakan ini mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi warga. Ketrampilan yang dikuasai dan dengan ditunjang alat-alat sarana produksi bantuan dari pemerintah, bisa dijadikan modal bagi para peserta pelatihan untuk membuka usaha, sekaligus mendongkrak perekomian keluarga,” ujarnya. (ads)