Pemkab Pati Gelontorkan Dana Hibah Rp 1,2 Miliar untuk Kelompok Tani dan Ternak

Bupati Pati Haryanto memberikan pesan kepada penerima bantuan dana hibah untuk digunakan sesuai aturan sehingga tidak tersandung kasus hukum. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberikan pesan kepada penerima bantuan dana hibah untuk digunakan sesuai aturan sehingga tidak tersandung kasus hukum. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan menyerahkan bantuan dana hibah berupa sarana prasarana pertanian kepada 36 kelompok tani dan ternak senilai Rp 1.2 miliar.

Acara penyerahan dana hibah tersebut dihadiri Bupati Pati Haryanto bersama Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Pujo Winarno, Kabag Humas Rasiman beserta kelompok tani penerima dana hibah.

Masing-masing kelompok tani mendapatkan bantuan yang variatif, mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 50 juta. “Bantuan itu untuk menunjang sarana pertanian dan pengembangan peternakan. Penggunaan dana hibah sendiri bisa digunakan sesuai kebutuhan setiap kelompok tani dan ternak,” kata Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom, Jumat (18/3/2016).

Ia menegaskan, setiap kelompok tani punya tanggung jawab untuk mengelola dana hibah sesuai dengan ketentuan. Karena itu, ia mewanti-wanti kepada para petani dan peternak supaya tidak menyalahi penggunaan dana hibah sesuai proposal yang diajukan.

“Setelah bantuan diterima, itu sudah menjadi tanggung jawab kelompok tani dan ternak untuk menggunakan dana sesuai peruntukannya. Jangan sampai disalahgunakan sehingga dijerat hukum,” pesan Haryanto.

Ia menambahkan, dana bantuan tersebut mestinya diberikan tahun lalu. Namun, dana itu sempat tersendat karena terbentur peraturan, sehingga dana hibah baru bisa diserahkan tahun ini kepada kelompok penerima bantuan. Pasalnya, mekanisme penyerahan hibah tidak sekadar diserahkan begitu saja.

“Proses pencairan dana memang butuh waktu. Dana itu diberikan pada kelompok yang benar- benar memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan supaya tidak menimbulkan masalah hukum. Kami ingatkan kembali agar bijaksana dalam menggunakan bantuan yang diterima,” imbuhnya.

Saat ini, kelompok tani dan ternak yang menerima bantuan sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan hibah. Ada juga satu kelompok yang mestinya bisa mendapatkan hibah, tetapai ditahan Dispertanak lantaran syaratnya kurang.

Dengan adanya dana hibah tersebut, ia berharap produksi tanaman, pangan dan peternakan di Kabupaten Pati mengalami peningkatan yang signifikan. Sebab, Kabupaten Pati selama ini dikenal sebagai penyangga produksi beras di tingkat provinsi dan nasional.

Dengan predikat itu, Pemkab Pati berupaya mengakomodasi kebutuhan kelompok tani melalui pemberian bantuan alat sistem pertanian (alsintan), sarpras, pendampingan kelompok tani dan pemberian hibah.

Editor : Akrom Hazami