Narkoba di Blora Edan-Edanan

Andy Sri Haryadi penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Andy Sri Haryadi penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora yang merupakan kota yang jauh dari keriuhan seperti halnya kota besar, rupanya, ancaman narkoba sudah menjadi hal yang serius. Bahkan Blora termasuk daerah dengan kasus narkoba yang edan-edanan.

Andy Sri Haryadi, penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengatkan, narkoba sekarang tidak memandang apakah wilayah tersebut identik dengan gemerlap maupun keriuhan seperti halnya kota besar.

Namun juga sudah merambah ke pelosok kota atau jauh dari wilayah yang ramai. Itu artinya, narkoba merupakan ancaman serius. “Kabupaten Blora masuk sepuluh besar perihal narkoba, baik peredaran maupun konsumsi,” ujar Andy di Blora (17/3/2016).

Hal itu ia ungkapkan setelah melihat beberapa kasus narkoba yang ada di Kabupaten Blora. Menurutnya, bagi pemegang kebijakan yang ada di Blora harus tetap waspada. Karena, peredaran narkoba masih sangat massif. Ia tidak memungkiri hal itu juga terjadi di Kabupaten Blora. “Jangan sampai kita kecolongan lagi, kayak kemarin ratusan kilogram ditemukan di Jepara,” kata dia.

Sedangkan, lanjut dia, sampai saat ini Keresidenan Surakarta merupakan tempat persemaian narkoba yang paling marak di Provinsi Jawa Tengah, yang kemudian disusul oleh Kota Semarang.

“Kami dari BNNP Jawa Tengah akan mendorong berdirinya BNN di tingkat kabupaten. Hal itu sebagai upaya mempersempit atas peredaran narkoba yang sangat masif,” ujar dia.

Sampai saat ini, baru ada beberapa daerah yang sudah memiliki BNN tingkat daerah, di antaranya Kendal, Batang, Kota Tegal juga Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, di kabupaten Cilacap, Purbalingga dan Temanggung. “Dari kami baru ada tujuh perwakilan di tingkat kabupaten maupun kota, sedangkan untuk ke depannya setiap kabupaten maupun kota yang ada di Jawa Tengah kita rencanakan juga ada perwakilan,” ujar dia.

Untuk di Blora sendiri, masih menunggu daerah yang rawan akan peredaran narkoba. Seperti Surakarta dan Jepara “Setelah daerah yang rawan akan peredaran narkoba sudah terdapat perwakilan dari kami, maka, kami lanjutkan daerah lain seperti Kabupaten Blora. Mungkin tahun depan kami akan konsen di  Blora,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami