Dengan Dana Cukai, Dinas Bina Marga Pastikan Infrastruktur Warga Kudus Akan Bagus

iklan cukai

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) b) Fasilitasi bagi UMKM di lingkungan IHT untuk ikut serta dalam pameran skala lokal, regional, nasional, dan internasional.

MuriaNewsCom, Kudus – Ada yang berbeda dari penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus pada tahun 2016 ini.

Perbedaaan itu adalah pada penerimanya, di mana Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kudus mendapatkan dana tersebut. Ini baru kali pertama terjadi, di mana sebelumnya dinas tersebut belum pernah mendapatkannya.

Dinas BMPESDM menerima dana cukai bersama dinas-dinas lainnya seperti RS dr Loekmono Hadi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), dan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM.

Selain itu, ada juga Kantor Satpol PP, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Kantor Lingkungan Hidup, Bagian Humas, Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Bagian Hukum.

”Dana cukai yang diperuntukkan pada dinas kami, memang digunakan untuk kegiatan yang menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan daerah. Terutama di wilayah yang berdekatan dengan industri hasil tembakau (IHT),” terang Kepala Dinas BMPESDM Kudus Sam’ani Intakoris.

Menurut Sam’ani, dana itu akan diperuntukkan bagi pembangunan infratrukstur dan pengairan, yang memang menjadi tugas pokok dan fungsinya. ”Memang itu nanti fungsinya. Kita akan memastikan bahwa infrastruktur yang ada, akan semakin lebih baik lagi,” jelasnya.

Sam’ani mengatakan, pihaknya memang sangat mengapresiasi penerimaan dana cukai yang diberikan kepada dinasnya. Hal ini dikarenakan, penggunaan dana itu akan benar-benar bermanfaat dan berguna langsung bagi warga.

”Selain itu, pembangunan infrastruktur ini kan bisa dilihat langsung oleh masyarakat. Baik itu jalan maupun jembatan, atau pengairan. Dan juga bisa diketahui apakah memang sudah sesuai dengan aturan atau tidak. Karena jelas bentuknya. Berupa fisik tadi,” tuturnya.

Infrastruktur yang bagus, memang menjadi target bagi Dinas BMPESDM Kudus. Karena itu, sejumlah pembangunan dan perbaikan terus dilakukan. Sam’ani mengatakan, tidak ada skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur yang dilakukan pihaknya dengan menggunakan dana cukai.

”Yang jelas, bagaimana infrastruktur itu bisa mendukung para pekerja di IHT untuk pergi dan pulang ke lokasi tempatnya bekerja. Kemudian pengairan juga bisa berjalan dengan baik bagi para petani. Intinya, bagaimana warga bisa nyaman beraktivitas dengan infrastruktur yang sudah kita bangun dengan dana cukai,” paparnya.

Ke depannya, Sam’ani bertekad bahwa penggunaan dana cukai akan lebih dimaksimalkan lagi, untuk pembangunan infrastruktur yang ada. Sehingga semua yang menunjang aktivitas warga itu akan semakin bagus kondisinya.

”Kita juga ajak warga untuk bisa memelihara dan menjaga apa yang sudah kita bangun. Sehingga keberlangsungannya juga bisa terus menerus. Dan manfaat dari dana cukai ini, benar-benar terasa untuk semua warga Kudus,” imbuhnya. (ads)