Eksekutif bersama Legislatif dan Ormas Islam Kembali Bahas Polemik Karaoke di Pati

Jajaran eksekutif bersama legislatif dan ormas Islam membahas kembali upaya penertiban karaoke di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran eksekutif bersama legislatif dan ormas Islam membahas kembali upaya penertiban karaoke di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kalangan eksekutif bersama legislatif dan ormas Islam kembali melakukan kajian terhadap penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang menyangkut soal karaoke, di Ruang Gabungan DPRD Pati, Sabtu (12/3/2016).

Pembahasan penertiban karaoke yang melanggar perda tersebut, dihadiri Asisten I Sekda Pati Sudiyono, Kepala Bagian Hukum Setda Pati Siti Subiati, Satpol PP, perwakilan Polres Pati, jajaran Komisi A DPRD Pati, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), Disbudparpora, NU, dan Muhammadiyah.

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa di depan forum mengatakan, ada sejumlah pelajaran terkait dengan upaya penertiban karaoke beberapa waktu lalu yang menyebabkan pihaknya dipukul mundur dan gagal melakukan penyegelan, termasuk adanya korban pingsan dari pemandu karaoke dan pihak petugas Satpol PP sendiri.

“Ada pembelajaran. Kami akui memang personel Satpol PP kurang memadai, baik kapasitas, kualitas maupun jumlah. Misalnya, adanya anggota Satpol PP yang sudah tua, sehingga kemarin sempat mundur karena faktor usia,” kata Hadi.

Karena itu, pihaknya saat ini berupaya meningkatkan pengetahuan tentang aturan-aturan yang berlaku, baik perda maupun sejumlah aturan hukum lainnya. Koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya juga bakal ditingkatkan.

Ia menambahkan, penertiban karaoke beberapa waktu lalu belum berakhir. Selain ada sejumlah karaoke yang sulit disegel karena adanya perlawanan, segel yang sudah terpasang banyak dirusak dan karaoke kembali buka.

“Dari semua tempat karaoke yang sudah kami pasangi segel, semuanya dirusak. Cuma ada tiga segel di tempat karaoke yang masih utuh. Sedangkan lainnya dirusak dan beroperasi kembali,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam untuk melakukan penertiban tempat karaoke lebih lanjut. Dengan begitu, upaya penegakan perda karaoke bisa berjalan lancar, aman, kondusif, tanpa adanya gesekan.

Editor : Kholistiono