Kondisi Peternakan di Kudus Makin Menguat dengan Dana Cukai

iklan cukai-tyg 11 maret 2016-pukul 16.00 wib

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus berupaya mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk sektor peternakan. Di antaranya, dengan adanya program bantuan bibit ternak kepada kelompok-kelompok peternak.

Pada 2012, Pemkab Kudus menyalurkan 480 ekor kambing betina dan 48 ekor kambing jantan. Bantuan ini diberikan kepada 48 kelompok peternak kambing di Kudus dengan masing-masing mendapat sepuluh ekor kambing betina dan satu kambing jantan.

Sedangkan pada program bantuan serupa di tahun 2013, jumlah bibit ternak kambing yang disalurkan meningkat menjadi 730 ekor betina dan 146 ekor jantan. Bukan hanya jumlah ternaknya bertambah, jumlah kelompok penerima juga meningkat. Dari 48 kelompok di tahun 2012 menjadi 73 kelompok pada tahun 2013.

Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan menegaskan jika kegiatan ini bertujuan untuk penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan industri hasil tembakau (IHT). Program bantuan hibah ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 Ayat 1 huruf a dan huruf f. Huruf a : Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT. Adapun pada huruf f disebutkan penguatan ekonomi masyarakat dilingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dilaksanakan antara lain melalui bantuan.

Selain itu, juga berpedoman pada Peraturan Bupati Kudus Nomor 22 Tahun 2010 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Kudus Nomor 12 Tahun 2009 tentang pedoman pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus tahun 2010, Lampiran IV.A.3 Pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b. 4) h) Peningkatan perekonomian masyarakat melalui pemberian bantuan bibit ternak, alat mesin peternakan dan sarana produksi peternakan, pembinaan peternak/pelatihan/penyuluhan di lingkungan IHT.

Kegiatan ini juga sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta dalam rangka mengurangi pengangguran. Pada akhirnya, program ini dapat turut serta mengentaskan kemiskinan di Kudus.

Sebelum mendapat bantuan, kelompok-kelompok tersebut terlebih dahulu menjalani proses seleksi. Sejumlah kriteria harus mereka penuhi, mulai dari aktivitas kelompok, kesiapan kandang, kesiapan teknologi, hingga dukungan dari pemerintah desa. Seleksi ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Tidak hanya peternak kambing, kelompok-kelompok peternak sapi juga mendapat perhatian dari Pemkab Kudus. Bentuk perhatian ini bisa dilihat dari program bantuan induk sapi yang sudah diberikan sejak 2012 lalu.

Pada tahun 2012, Pemkab Kudus telah memberikan bantuan sapi betina sebanyak 70 ekor. Jumlah tersebut diberikan kepada tujuh kelompok peternak dari berbagai wilayah di Kudus. Sehingga, masing-masing kelompok mendapatkan bantuan sebanyak 10 ekor sapi betina.

Sebenarnya kelompok yang mengajukan bantuan sangat banyak. Namun, dinas melakukan seleksi terlebih dahulu kepada kelompok-kelompok tersebut. Karena dinas ingin bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Sehingga, sapi bantuan yang kami berikan bisa dipelihara dan dikembang biakkan dengan baik.

Peternak penerima bantuan tentu diutamakan kelompok yang berasal dan tinggal di lingkungan industri hasil tembakau (IHT). Selain itu, ada juga anggota kelompok yang sebelumnya merupakan buruh di pabrik rokok. Mereka dibimbing menjadi peternak sapi setelah menjadi korban PHK perusahaan rokok yang gulung tikar. (ads)