Di Depan Ketua DPRD, Bupati Blora Sindir Dewan yang Hobi Kunker

Bupati Djoko Nugroho saat memeberikan sambutan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bupati Djoko Nugroho saat memeberikan sambutan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho, mengatakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di wilayahnya wajib meningkatkan pelayanan. Mengingat saat pelantikannya pada 17 Februari 2016, Gubernur Ganjar Pranowo menyebutkan sejumlah masalah daerah. Ironisnya, hampir sebagian besar masalah kota, terjadi di Blora.

Dewan pun mendapat ritikan dari Kokok, panggilan akrabnya, supaya tidak sering-sering mengadakan kunjungan kerja (kunker). Ia meminta agar kunker diminimalkan. “Misal kunker setahun empat kali, dikurangi enjadi dua kali,” ucap Kokok.

Mendengar hal itu, Ketua DPRD Bambang Susilo yang hadir di ruang Bappeda Blora, hanya diam. Seolah tak merasa anggotanya disindir, dia pilih mendengarkan sambutan bupati lebih lanjut.

Bupati menyebutkan pula, kantong kemiskinan di Blora yang memprihatinkan. Terutama yang berada di kawasan hutan.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyinggung soal relokasi pasar Induk Blora yang rencana akan dipusatkan di selatan daerah irigasi Gabus, Kelurahan Mlangsen. Rencana itu akan dilaksanakan, tahun ini.

“Kami minta pasar Induk di sekitar Gabus segera dilaksanakan tahun ini. Biar jual beli nanti dipusatkan di sana, termasuk pasar burung,” tambahnya.

Selain itu, beberapa tempat lain, seperti di Cepu yakni Taman Seribu Lampu juga akan dilakukan penertiban. Para pedagang akan ditertibkan dan Taman Seribu Lampu akan dibangun. Termasuk salah satunya akan dilakukan relokasi pedagang.

Di kesempatan itu juga dihadiri Wakil Bupati  Arief Rohman, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Plt Sekda Sutikno Slamet, Asisten Setda Blora, Anggota DPRD Blora, unsur Forkopimda, BUMN/BUMD, Forkopimcam, unsur perguruan tinggi, LSM, ormas dan wartawan. Tema yang diusung, Upaya Peningkatan Pelayanan Publik Melalui Pemerataan Pembangunan dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Yang Bermartabat.

Editor : Akrom Hazami