Pemkab Blora Belum Punya Trik Jitu Hadang Gelombang Eksodus PSK

Hartanto Wibowo Kabid Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Hartanto Wibowo Kabid Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Di Blora, ada beberapa tempat bagi para pria hidung belang memuaskan hasrat kenikmatan sesaatnya. Seperti di lokalisasi Kampung Baru, Kecamatan Jepon, Sumber Agung dan Nglebok Kecamatan Cepu.

Chris Hapsoro Kepala Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi dan Sosial (Dinsakertransos) Blora melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial, Hartanto Wibowo mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini belum pernah melakukan tindakan preventif guna menghadang lonjakan jumlah PSK yang ada di beberapa tempat esek-esek di Kabupaten Blora.

Saat dikonfirmasi langsung oleh MuriaNewsCom, pihaknya mengaku akan segera mengkordinasikan dengan pihak terkait. ”Wah kalau tindakan preventif seperti itu kami belum terfikirkan sebelumnya. Itu akan kami kordinasikan dengan Satpol PP Blora dan tentu Dinas pencatatan sipil,” jelas Hartanto Wibowo kepada MuriaNewsCom (8/3/2016).

Menurutnya, saat ini Kalijodo telah digusur serta di Pati yang sedang ramai atas penutupan Karaoke tidak menutup kemungkinan para wanita tuna susila menyebar ke masing-masing tempat kelam, tak terkecuali di Blora.

”Dulu waktu Dolly digusur, ada peningkatan jumlah PSK di kawasan Nglebok Cepu. Namun, kami susah untuk mendatanya, karena keberadaan mereka sulit diketahui. Itu karena, kedatangan mereka sulit untuk kita deteksi,” ujar dia.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom sampai saat ini ada 54 PSK yang terdata, di Nglebok Cepu, dan ada 44 mucikari yang terdata. Hartanto mengungkapkan, pihaknya tidak bisa memastikan jumlah yang sampai saat ini masih fluktuatif, artinya sewaktu-waktu bisa naik juga bisa turun.

”Salah satu penyebabnya, ya, katakan dulu waktu Dolly di tutup. Untuk yang Kampung Baru dan Sumber Agung kami belum mendatanya secara rinci,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni