Keluarga Bocah Tayu yang Dianiaya Oknum PNS Bakal Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi

Suasana sidang yang menghadirkan saksi dalam kasus penganiayaan bocah asal Desa Pondohan, Kecamatan Tayu, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana sidang yang menghadirkan saksi dalam kasus penganiayaan bocah asal Desa Pondohan, Kecamatan Tayu, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Keluarga NH (12), bocah yang dianiaya oknum PNS bernama Sudiyanto tidak terima bila majelis hakim memvonis hukuman pidana penjara dua bulan dan denda Rp 1 juta. Karena itu, keluarga korban bakal mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Semarang. Namun, keluarga korban masih mendiskusikan rencana banding yang akan dilakukan.

“Langkah kami selanjutnya, ada kemungkinan untuk mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Tapi, saya masih ingin berdiskusi dengan keluarga dulu,” kata Ahmad Sanusi, ayah korban saat ditanya MuriaNewsCom, Selasa (8/3/2016).

Ia menyayangkan hasil putusan yang hanya memvonis dua bulan penjara dan denda Rp 1 juta. Ia menilai, kekerasan terhadap anak mestinya mendapatkan hukuman yang setimpal.
Sedangkan Sudiyanto menanggapi akan pikir-pikir terkait dengan hasil putusan apakah ingin banding atau tidak. “Saya pikir-pikir dulu yang mulia,” ucapnya di persidangan.

Sementara itu, majelis hakim punya pertimbangan terkait dengan putusan tersebut. Ketua Majelis Hakim Etri Widayati menilai, luka pada korban tidak sampai membuat cedera dalam kategori serius.

Hukuman yang lebih berat biasanya ditetapkan ketika korban mengalami cedera, kehilangan panca indera, cacat dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Berbagai pertimbangan itu yang membuat majelis hakim akhirnya memutuskan vonis pidana penjara dua bulan dan denda Rp 1 juta.

Editor : Akrom Hazami