Gus Mus : Korupsi di Indonesia karena Cinta Materi yang Berlebihan

Gus Mus ketika dikunjungi oleh Mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Gus Mus ketika dikunjungi oleh Mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, kemarin. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus berpendapat tentang maraknya kasus korupsi di Indonesia.

Menurutnya, kecintaan terhadap harta yang berlebihan itu memunculkan keserakahan atau ketamakan. Pernyataan Gus Mus ini sebagai sumbangan pendapat untuk diskusi kiai dengan KPK yang perlu digelar untuk menemukan akar masalah korupsi di Indonesia.

Mustasyar PBNU itu mengatakan, diskusi tidak hanya penting untuk menemukan hal-hal yang bisa menjurus korupsi, tetapi juga perlu untuk mencari akar dari masalahnya. Seperti halnya aksi terorisme di negeri ini. “Kalau menurut saya sumber korupsi itu adalah kesenangan terhadap materi yang berlebihan. Dalam bahasa Anda keserakahan atau ketamakan,” tuturnya.

Pesantren bisa mendapatkan dari KPK tentang seluk beluk korupsi yang disebutnya “njlimet” dan yang kadang tidak diketahui orang awam. Informasi dari KPK soal korupsi, menurutnya sangat penting. Dengan mengerti seluk beluk dan apa saja yang dikategorikan sebagai korupsi secara rinci, maka kalangan pesantren; kiai, santri dan pengurusnya akan bisa jaga diri dan hati-hati.

Sebab menurutnya, penguasa dan pengusaha sering berhubungan dengan kiai untuk kepentingan mereka. “Ada yang tidak kiai tahu. Misalnya pemberian-pemberian oleh pihak tertentu. Oleh kiai pemberian itu dianggap sebagai kemurahan hati bahkan, sampai didoakan,” katanya.

Sementara dari pesantren, KPK mendapat masukan tentang nilai-nilai yang mendukung pemberantasan korupsi, misalnya di pesantren ada konsep “mabadi khaira ummah”, yaitu kejujuran, keadilan, dan amanah. Gus Mus mengakui, pencegahan korupsi lebih penting dari sekadar penindakan.

“Ada nilai dan norma di pesantren yang bisa digunakan KPK untuk membantu kerja mereka memberantas korupsi khususnya di segi pencegahan. Pencegahan lebih penting,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : BW Wadul ke Gus Mus Soal Potensi Korupsi di Sektor Pengelolaan Kekayaan Alam