Fatayat NU Nilai Dinkes Kudus Lamban Tangani DBD

Pengurus Fatayat NU Kudus saat mengadu ke DPRD Kudus (Istimewa)

Pengurus Fatayat NU Kudus saat mengadu ke DPRD Kudus. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus, menggeruduk DPRD Kudus, Rabu (2/3/2016). Kedatangan mereka tersebut untuk mengadukan lambannya Dinas Kesehatan dalam menangani wabah demam berdarah yang terjadi di Kudus yang berakibat adanya pasien DBD yang meninggal dunia.

Ketua Umum Fatayat NU Kudus Karyati Inayah mengungkapkan, pihaknya mendapat keluhan dari anggotanya, dimana anaknya yang terserang DBD akhirnya meninggal dunia. Ironisnya, sang anak meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

”Padahal sudah ditangani di rumah sakit, tapi akhirnya meninggal dunia,” kata Karyati saat melakukan audiensi dengan Komisi D DPRD Kudus.

Kondisi tersebut, menurut Karyati tentu cukup memprihatinkan. Apalagi, selama ini respon Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi wabah DBD juga dinilai masih minim.

Salah satu contoh adalah persoalan fogging. Meski ada warga yang terserang DBD, namun Dinas Kesehatan ternyata tidak segera melakukan fogging di lokasi tersebut. ”Padahal, warga sudah melaporkan ke dinas, tapi responnya lambat,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Satu gagasan untuk “Fatayat NU Nilai Dinkes Kudus Lamban Tangani DBD

  1. Ping-balik: Dinkes Kudus Bantah Lamban Lakukan Fogging | Muria News

Komentar ditutup.