2 Motor Milik Pelajar yang Kabur Saat Dioperasi Diamankan Satpol PP Kudus

Satpol PP Kudus menurunkan motor pelajar yang kabur dari razia tadi pagi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Satpol PP Kudus menurunkan motor pelajar yang kabur dari razia tadi pagi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain mengamankan pelajar yang membolos dan anak punk asal Tasikmalaya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus juga mengamankan dua unit kendaraan sepeda motor milik pelajar yang berhasil lari dari operasi.

Baca juga : 2 Remaja Diduga Membolos Sekolah, Langsung Diamankan Satpol PP Kudus

Kasi Trantibum Satpol PP Kudus Syukrin Subiyanto mengatakan, selain dua remaja yang sering meresahkan di wilayah lapangan Hawai Kudus, pihaknya juga mengamankan dua unit kendaraan sepeda motor yang ditinggal lari saat operasi digelar. ”Dua sepeda motor itu berupa Suzuki Satria bernopol BH 3516 NG dan vario putih tanpa nomor polisi,” paparnya.

Dia melanjutkan, untuk Suzuki Satria itu ialah milik ADA (14) siswa SMPN Kaliwungu dari Desa Karangampel, Kaliwungu. Kini ia sudah dijemput orang tuanya beserta kendaraannya. Sedangkan anak punk asal Tasikmalaya, Jawa Barat, IS (16)  ini akan dipulangkan. Untuk pemilik kendaraan Vario putih akan dihubungi. ”Pemilik kendaraan tersebut melarikan diri disaat ada operasi Satpol PP datang ke TKP lapangan Hawai Kudus,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kudus Abdul Haili mengutarakan, untuk razia anak gelandangan, pihaknya selalu menyisir di perempatan lampu merah. ”Setiap hari pada pagi dan sore kita lakukan. Baik di perempatan lampu merah Jember, Tanjung, Terminal Ngembal dan lainnya,” tuturnya.

Selain menyisir keberadaan anak punk dan pelajar yang membolos sekolah, Satpol PP juga memeriksa barang bawaan mereka. ”Dalam razia itu, yang penting ialah harus mendeteksi senjata tajam yang mereka bawa. Sebab bila kedapatan membawa senjata tajam, maka itu sudah melakukan pidana,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebelum dijemput orang tuanya dua remaja tersebut harus menanda tangani surat pernyataan, yang menyatakan mereka tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. ”Supaya wilayah Kudus ini aman, kondusif dan bersih dari kenakalan remaja,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni