PBNU Disebut Pemkab Kudus jadi Trik Ampuh Bernegara yang Baik

Suasana kegiatan kebangsaan di Stikes Muhammadiyah Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana kegiatan kebangsaan di Stikes Muhammadiyah Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus menyebut trik ampuh bernegara yang baik. Di antaranya adalah mengikuti PBNU. Karena hal itu sudah terbukti manjur menjadikan warga lebih baik dalam bernegara.

“PBNU itu ialah sebuah singkatan yang mudah untuk diingat. Yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-undang,” kata Kepala Kesbangpol Kudus Djati Solechah.

Djati menyampaikan hal itu saat kegiatan pendidikan Cara Bernegara yang Baik. Kegiatan yang digelar di Aula STIKES Muhammadiyah, Kudus Selasa (1//3/2016) tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa setempat dan berbagai organisasi keagamaan yang ada di Kudus.

Acara bekerjasama dengan unsur TNI dan kantor Kesbangpol Provinsi¬† Jateng bertemakan “Menjadikan Jawa Tengah Benteng Pancasila. Djati menyinggung pula soal bahaya paham radikalisme yang melanda bangsa dan negara Indonesia, beberapa waktu terakhir.

“Kita jangan bosan memberikan pendidikan yang baik. Sebab ormas yang dinilai melenceng dari aturan juga tidak bosan membujuk warga negara kita supaya ikut bergabung,” ucapnya.

Dia menilai pendidikan dimulai dengan cara meningkatkan nasionalisme. Supaya jiwa warga negara akan tetap menyatu pada negara Indonesia dan tidak melakukan hal hal yang negatif. Nasionalisme itu juga perlu ditingkatkan dari diri sendiri, yakni melalui mencintai budaya lokal, mencintai produk dalam negeri. Dia menuturkan pula, untuk mengetahui seseorang yang sudah terkontaminasi jiwa radikal itu bisa dilihat dari gerak geriknya.

“Yakni pemikiran mereka yang fanatik (selalu membenarkan agama dan ajarannya,red), tidak toleran terhadap yang lain. Baik itu terhadap agama lain atau ormas lain. Bersikap eksklusif yaitu selalu berbeda pandangan dengan umat pada umumnya. Baik itu umat agama lain bahkan sesama agama yang dianutnya. Dan yang terakhir yakni revolusioner yakni selalu menggunakan kekerasan dalam bertindak untuk menuju tujuannya,” ungkapnya.

Dengan adanya pendidikan semacam itu, diharapkan bagi organisasi atau mahasiawa harus bisa selalu saling menghargai, mematuhi aturan yang ada serta mengedepan empat pilar dalam bernegara. Yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar, NKRI dan Bhineka tunggal Ika.

Editor : Akrom Hazami

Satu gagasan untuk “PBNU Disebut Pemkab Kudus jadi Trik Ampuh Bernegara yang Baik

  1. Ping-balik: Ingat Mata Pelajaran PMP? Ini Lho Disinggung Manfaatnya bagi Bangsa | Muria News

Komentar ditutup.