Angin Kencang Juga Tumbangkan Sejumlah Pohon di Jepara

Pohon tumbang di dekat Puskesmas Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pohon tumbang di dekat Puskesmas Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa angin kencang terjadi di wilayah Kota Jepara, pada Senin (29/2/2016) pagi tadi. Selain memorak-porandakan tratak atau tenda kegiatan pramuka di Alun-alun Jepara,angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon yang berada di pinggir jalan.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, angin kencang menumbangkan pohon yang berada di dekat Puskesmas Jepara, dan berada di belakang Markas Kodim 0719/Jepara, yang juga berada di depan kantor KPU Jepara.

“Angin memang sangat kencang, sehingga membuat pohon roboh. Bahkan, saya lihat pot besar di alun-alun sampai terbang terbawa angin hingga terjatuh dan hancur,” kata Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Beruntung, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja, berdasarkan laporan yang dia terima, ada satu korban luka ringan dan langsung mendapatkan perawatan.“Kalau korban luka ada, kemudian langsung diberikan perawatan. Kalau korban jiwa tidak ada,” katanya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, beberapa hari berturut-turut ini, memang wilayah di Kabupaten Jepara kerap mengalami musibah, mulai dari orang tenggelam di laut, di sungai dan di air terjun. Pihaknya mengimbau, agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang masih tidak bersahabat ini.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Tratak Pesta Siaga Pramuka di Alun-alun Jepara Roboh, 2 Orang Luka dan 2 Mobil Rusak 

BLK Kudus Buka Dua Jurusan Baru

iklan cukai kudus-2-tayang 29 februari

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Tingginya minat warga untuk mengikuti pelatihan keterampilan yang dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), menjadi perhatian sendiri bagi UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus.

Melihat kebutuhan masyarakat itulah, pada pelatihan tahun 2016 ini, BLK Kudus menambah jurusan pelatihan baru. Berupa pelatihan kejuruan listrik dan pendingin, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Penambahan jurusan ini, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini. Sehingga, para peserta pelatihan keterampilan di BLK Kudus benar-benar mampu terserap di dunia kerja.

”Saat ini pelatihan secara bertahap sudah dimulai sejak 9 Februari. Adanya pelatihan kejuruan listrik dan pendingin ini, yang menjadi jurusan baru, bisa memenuhi kebutuhan dan menjawan kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kudus Lutful Hakim.

Lutful berharap jurusan baru ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kecil untuk bersaing di dunia kerja melalui keterampilan yang dimiliki yang diasah selama mengikuti pelatihan di UPT BLK Kudus.

Sementara Kepala UPT BLK Kudus Sajad menjelaskan bahwa selama ini BLK Kudus sangat fleksibel dalam menentukan jurusan apa saja yang akan dilaksanakan. Jurusan baru tersebut merupakan usulan dari peserta, dan terbukti bisa terealisasi.

”Penambahan jurusan keterampilan, salah satunya didasarkan usulan dari warga. Kalau ada yang mengusulkan jurusan baru dalam pelatihan ini, tetap akan kami usahakan untuk bisa terealisasi,” ujarnya.

Sajad mengungkapkan, jika pada tahun 2015 ada jurusan keterampilan baru, yakni tata kecantikan kulit yang saat itu memiliki peluang kerja yang cukup besar. Mengingat hingga saat ini perawatan kulit, terutama bagi kalangan wanita, sudah menjadi salah satu kebutuhan sendiri.

Begitu juga dengan kejuruan listrik dan pendingin yang juga memiliki peluang kerja yang besar di masyarakat. Karena keahlian tersebut saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, sebelumnya Sajad mengungkapkan bahwa pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja di BLK untuk tahun 2016 bisa diadakan lebih awal dari tahun sebelumnya. Ternyata pada bulan Februari 2016 ini, pelatihan kerja BLK sudah dimulai dengan diikuti peserta yang cukup banyak. Terlebih pada tahun ini pendaftaran peserta juga dibuka melalui online yang ternyata disambut baik para pendaftar.

Pelatihan kerja di BLK Kudus dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pengalokasian dana dan pelatihan mengcu pada dua regulasi. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Pada pelatihan tahun ini, sama dengan tahun 2015, dimana BLK tidak memberi alat-alat penunjang usaha. Hal ini, seiring dengan diterbitkannya Peraturan dari Mendagri. Bahwa DBHCHT sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1)a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana bagi pencari kerja. (ads)

Pesona Satpol PP Ayu yang Rayakan Hari Jadi di Tahun Kabisat

Ulfah, salah satu tenaga kontrak di kantor Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ulfah, salah satu tenaga kontrak di kantor Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Semua orang merasakan ulang tahun hampir setiap tahun, akan tetapi berbeda dengan gadis cantik yang bertugas menjadi tenaga kontrak di kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus tersebut.

Ya, dia adalah Ulfah, gadis yang berusia 20 tahun ini ternyata lahir di tahun kabisat. Yakni khusus lahir pada 29 Februari. Sedangkan Tahun Kabisat adalah tahun khusus di mana biasanya jumlah hari dalam satu tahun dihitung 365 hari, maka pada tahun kabisat menjadi 366 hari.

Penambahan jumlah 1 hari tersebut hanya terjadi 4 tahun sekali dan hanya ada di bulan Februari saja. Oleh karenanya pada tahun 2016 ini disebut sebagai tahun Kabisat karena bulan Februari berakhir pada angka 29 bukan 28.

“Alhamdulillah dengan datangnya tahun kabisat atau tanggal lahir saya 29 Feberuari, di tahun 2016 ini, saya msih dalam keadaan sehat jasmani dan rohani,”katanya.

Gadis dua bersaudara dari Desa Bulung Kulon RT 4 RW 6 Kecamatan Jekulo tersebut juga sempat memberikan makanan ringan kepada rekannya di pos Satpol PP yang letaknya berada paling ujung areal kantor Pemkab Kudus.

“Ya meskipun hanya datang 4 tahun sekali, yang penting harus selalu bersyukur. Dan mudah mudahan ke depannya cita cita saya sebagai pegawai Pemkab (PNS) bisa tercapai serta membanggakan orang tua yang melahirkan serta membesarkan saya,” ungkap gadis yang kini duduk di bangku Universitas Terbuka jurusan Ilmu Pemerintahan semester 4.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Kisah Zulia, Satpol PP Cantik Perayu Orang Gila 

Video – Tratak Pesta Siaga Pramuka di Alun-alun Jepara Roboh, 2 Orang Luka dan 2 Mobil Rusak

Tenda yang digunakan untuk pelaksanaan pesta siaga roboh diterjang angin (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Tenda yang digunakan untuk pelaksanaan pesta siaga roboh diterjang angin (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pesta Siaga Pramuka Cabang Jepara yang digelar di Alun-alun Jepara, Senin (29/2/2016) pagi tadi diwarnai tragedi. Angin kencang tiba-tiba datang menerjang, hingga mengakibatkan sebagian besar tratak (tenda) yang dipasang oleh panitia roboh. Tak hanya tratak, sejumlah pohon dan pot bunga besar ikut diterjang angin.

Akibat dari robohnya tratak, dua orang mengalami luka-luka yang cukup parah hingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat. Kedua korban luka merupakan unsurpembina pramuka.

“Tiba-tiba ada angin kencang, semua tenda terbawa angin sampai ke jalan. Ada korban dua orang pembina, yang mengalami luka parah di bagian tangan, dan di bagian kepala.Korban kemudian dilarikan ke puskesmas,” ujar Sekretaris Kwarcab Jepara Sholeh Sudarsono kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Menurutnya, setelah peristiwa tersebut, semua kegiatan pesta siaga langsung dialihkan ke area Sekretariat Daerah (Setda) Jepara, dan di Pendapa Kabupaten Jepara. Pihaknya sudah memastikan jika semua kegiatan berjalan lancar, kecuali satu, yakni donor darah.

“Donor darah baru ada segelintir orang, lalu ada angin tadi. Untuk kegiatan lainnya masih berjalan lancar,” katanya.

Dia menambahkan, selain itu ada dua mobil yang juga rusak. Satu mobil merk Ertiga tertimpa besi tratak yang terbawa angin, dan satu mobil lainnya merk Avanza tertimpa tiang bendera.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Bocah Asal Sekuro Jepara Hanyut dan Ditemukan Sudah Tewas

Takut Desa Wisata Jadi Tempat Mesum, Trantibum Gebog Gencarkan Razia

Wiji Edy, Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Gebog. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Wiji Edy, Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Gebog. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tempat wisata pemandangan atau wisata alam tentunya sangat disukai banyak orang untuk dijadikan tempat refreshing. Khususnya bagi kawula muda yang hobi jelajah alam. Akan tetapi tempat wisata itu juga tidak luput dari tingkah polah wisatawan yang memanfatkan tempat tersebut untuk dijadikan ajang mesum.

Begitu halnya di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, pihak Polisi Pamong Praja di kecamatan setempat menggencarkan operasi di tempat wisata dan sekitarnya.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Gebog Wiji Edy mengatakan, pihaknya mengintensifkan razia disaat jam sekolah. Khususnya pada hari efektif sekolah, yaitu Senin hingga Kamis. ”Sehingga para pelajar yang membolos dan ketahuan pacaran langsung kami bina,” paparnya.

Diketahui, desa yang memiliki ratusan tempat wisata alam ini memang banyak dijumpai pemuda dan pemudi memadu kasih. Sehingga pihak terkait harus menertibkannya.

”Saat ini kami bekerjasama dengan pemerintah desa dan masyarakat supaya bisa mencegah hal itu. Serta tidak menjadikan tempat tersebut sebagai tempat pacaran. Sebab destinasi wisata ini harus bisa dijaga dengan baik,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk per Februari 2016 ini tidak ada laporan tentang hal itu. Akan tetapi jika ditemukan pasangan pacaran saat masih usia sekolah atau umum, baik itu disaat memakai seragam sekolah atau memakai pakaian bebas maka langsung diperiksa. ”Pemeriksaan itu memberikan pembinaan terhadap wisatawan tersebut untuk menerapkan adat ketimuran dan kesopanan di tempat umum,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga:

Ternyata Batu Raksasa Dung Gong Ini yang Jadi “Magnet” Wisata Rahtawu 

Ini Tarif untuk Berkunjung ke Petilasan di Desa Rahtawu

GP Ansor Gemiring Kidul Jepara Gelar Rapat Rancangan Kerja

Suasana kegiatan GP Ansor Desa Gemiring Kidul, Nalumsari, Jepara. (Istimewa)

Suasana kegiatan GP Ansor Desa Gemiring Kidul, Nalumsari, Jepara. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Seiring dengan semakin bergairahnya Badan Otonom (Banom) NU di Cabang Jepara, GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul, Kecamatan Nalumsari, ini pun ikut berpartisipasi dengan menggelar rapat rancangan kerja dalam 3 tahun ke depan yang bertempat di Musala Baitul Ma’ruf, Desa Gemiring Kidul.

Rapat yang dihadiri oleh hampir seluruh pengurus ini berjalan dengan tertib dan khidmat. Rapat tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari kepengurusan GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul yang baru melaksanakan reorganisasi sekaligus pelantikan oleh PC GP Ansor Jepara pada Kamis, 8 Januari 2016 lalu.

Masykuri, selaku pimpinan GP Ansor Ranting Desa Gemiring Kidul mengharapkan apa yang menjadi hasil dalam rapat, nantinya dapat direalisasikan oleh setiap pengurus dalam departemen masing-masing. “Saya berharap, apa yang kita sepakati pada malam ini, nantinya dapat dilaksanakan secara maksimal oleh masing-masing departemen yang ada,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (29/2/2016).

Ia juga menambahkan, program kerja ini nantinya semoga dapat bermanfaat, baik untuk anggota dan organisasi, dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat di desa tersebut, “Dan semoga semua program kerja kita nantinya dapat bermanfaat bagi seluruh anggota, dan organisasi. Serta hasilnya dapat dirasakan oleh semua elemen masyarakat di sekitar kita,” imbuhnya.

Dalam rapat tersebut, Ainun Ni’am selaku sekretaris, juga menjelaskan bahwa program kerja nantinya di samping untuk turut serta mensyi’arkan NU di kalangan remaja, juga harus memberikan pemasukan yang baik, untuk organisasi maupun bagi anggotanya. Pernyataan tersebut pun mendapat respons yang positif dari anggota rapat, terbukti dengan segera diadakannya RT-RW Net di Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan, yang nantinya provit yang dihasilkan dari usaha tersebut dapat dijadikan sumber dana bagi organisasi demi menunjang terlaksananya program kerja di departemen-departemen yang lain seperti, selapanan rutin setiap Kamis Pahing di Departemen Agama dan Dakwah, bakti sosial di Departemen Sosial, dan Lain-lain.

Editor : Akrom Hazami

Foto Mobil Dinas Bupati Pati Bikin Geger, Pengunggah Minta Maaf, Gubernur juga Angkat Bicara

 

 

Seorang netizen tengah menunjukkan permintaan maaf dari akun Ika Pus Pita terkait dengan postingannya mobil dinas bupati untuk mantenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang netizen tengah menunjukkan permintaan maaf dari akun Ika Pus Pita terkait dengan postingannya mobil dinas bupati untuk mantenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pengunggah foto dari akun Facebook Ika Pus Pita yang memperlihatkan mobil dinas Bupati Pati plat merah bernomor polisi K 1 A yang digunakan untuk acara mantenan di Kebumen, akhirnya minta maaf.

Karena hujatan terus mengalir, akun Facebook Ika Puspita segera menghapus status unggahan gambar tersebut. Tapi terlambat, beberapa netizen sudah ada yang sempat melakukan capture screen yang kemudian menyebarkannya di berbagai grup media sosial yang menyebabkan berita tersebut semakin menyebar.

Setelah banyak menuai kecaman, serta membuat geger terutama di kalangan netizen, Ika Pus Pita akhirnya meminta maaf kepada netizen melalui postingannya. “Permohonan maaf untuk semua pengguna Facebook kalo fto2 itu tidak berkenan bagi kalian semua. Saya mohon maaf sedalam dalamnya karna saya hanya selfie. Dan semua orang jg pernah melakukan kesalahan,” ucapnya di Facebook.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga memberikan tanggapan melalui Tweeter melalui akunnya, @ganjarpranowo menjawab tweet dari akun @jokamq313 yang mengetweet “@ganjarpranowo ngeten iki sing salah bupatine nopo bocahe?” pada Minggu (28/2). Tweet tersebut langsung dibalas oleh @ganjarpranowo”Mboten angsal Cc @humassetdapati @kabupaten_pati monggo dijelasakan”.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Mobil Bupati Pati Dibuat Acara Mantenan Bikin Geger

Lagi, Nelayan asal Jepara Tenggelam, Dua Hari Baru Ditemukan

Perahu nelayan yang hilang ketika diamankan warga dan petugas. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Perahu nelayan yang hilang ketika diamankan warga dan petugas. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini giliran seorang nelayan asal Desa Teluk Awur bernama Multazam (52) tenggelam di perairan Jepara. Multazam sempat menghilang dan baru ditemukan dua hari kemudian pada, Senin (29/2/2016) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diketahui hilang sejak peristiwa tenggelamnya pada Sabtu (27/2/2016) pagi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, Multazam dikabarkan hilang saat hendak berbalik setelah melaut di sekitar pulau Karang Bokor Jepara pada Sabtu pagi. Saat itu dia bersama tiga nelayan lainnya yakni, Mulyadi (40), Sodikin (40) dan Salim (50) dengan membawa perahu masing-masing.

”Mereka pergi bersama untuk mencari rajungan pada pukul 7 pagi, menggunakan perahu masing-masing. Karena cuaca makin memburuk dimana hujan deras dan angin kencang, pada pukul 10.00 ke empatnya segera memutuskan untuk kembali,” ujar Koordinator Pos SAR Jepara, Agung Hari Prabowo, Senin (29/2/2016).

Lebih lanjut dia menceritakan, ditengah perjalanan, tepatnya di 4 mil sebelum pulau Karang Bokor atau 7 mil dari pantai Kartini Jepara, tiba-tiba ombak besar menghantam perahu Mulyadi dan Multazam dan langsung terbalik. Sedangkan perahu Sodikin dan Salim berhasil menepi.

Beruntung bagi Mulyadi, ia selamat karena memakai life jacket (pelampung). ”Di perahu Multazam sebenarnya ada pelampung, tapi saya tidak tau apakah dia pakai atau tidak,” ungkap kesaksian Mulyadi.
Basarnas Pos SAR Jepara yang menerima informasi adanya nelayan yang hilang tersebut segera melakukan pencarian. ”Kami mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB ) untuk segera melakukan pencarian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Lulus Suprayitno mengatakan, korban ditemukan pagi tadi Senin (29/2/2016). Proses pencarian dilakukan bersama-sama oleh tim SAR gabungan, termasuk BPBD Jepara.
”Proses pencarian lama karena cuaca buruk. Korban ditemukan di dekat dermaga kampus Undip Teluk Awur,” imbuh Lulus.

Editior : Titis Ayu Winarni

Jembatan Trembes Ambol, Warga Gunem dan Pamotan Rembang Terancam Terisolasi

Warga mengerumuni jembatan Trembes Kecamatan Gunem yang ambrol pada Minggu (28/2/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Warga mengerumuni jembatan Trembes Kecamatan Gunem yang ambrol pada Minggu (28/2/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jembatan penghubung kecamatan Gunem – Pamotan yang berada di Desa Trembes, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Ambrol, Minggu (28/2/2016) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Akibat ambrolnya jembatan tersebut, warga sekitar kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari terutama bagi yang hendak bepergian menggunakan mobil. Warga Trembes, Sodikin (24), mengatakan warga yang dari Gunem mau ke Pamotan atau sebaliknya harus menempuh jarak dua kali lipat dari sebelumnya.

Menurutnya, mobil pengangkut hasil pertanian atau pedagang yang kulakan kebutuhan pokok dari Pamotan, terpaksa lewat pertigaan Songkelmereng, Kecamatan Bulu – Timbrangan – Tegaldowo.
”Untuk roda empat ketika jembatan masih normal, kira-kira hanya perlu waktu setengah jam untuk ke Gunem dari Pamotan atau sebaliknya. Namun, sekarang harus berputar melalui Songkelmereng, paling cepat ya satu jam,” jelasnya.

Dijelaskan olehnya, warga menutup akses jembatan tersebut untuk kendaraan roda empat sejak Sabtu (27/2/2016). Penutupan ditandai dengan pemasangan peringatan, di sisi utara maupun selatan jembatan.
”Penutupan jalan dilakukan karena jika tetap digunakan, warga khawatir jembatan itu ambrol hingga memakan korban. Ternyata, tadi malam ambrol. Beruntung tidak ada korban jiwa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Trembes, Andri Pujianto, saat dikonfirmasi menuturkan ambrolnya jembatan karena bagian pondasi bawah rusak tergerus air dari embung yang berada tepat di sampingnya.
”Keberadaan jembatan yang berusia puluhan tahun tersebut sangat menunjang aktivitas masyarakat. Sehingga dengan ambrolnya jembatan pasti berdampak kepada warga sekitar,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Mobil Bupati Pati Dibuat Acara Mantenan Bikin Geger

Capture foto postingan dari pemilik akun Ika Pus Pita yang bikin geger netizen. FACEBOOK

Capture foto postingan dari pemilik akun Ika Pus Pita yang bikin geger netizen. FACEBOOK

 

MuriaNewsCom, Pati – Warga media sosial di Pati digemparkan dengan sebuah unggahan foto dari akun Ika Pus Pita yang memperlihatkan mobil dinas Bupati Pati plat merah bernomor polisi K 1 A yang digunakan untuk acara mantenan di Kebumen.

“Ngantene wae numpak mobile bupati marak kebumen… ben rejekine iso kyk bupati… amin,” tulis Ika Pus Pita yang artinya, “Pengantinnya saja naik mobilnya bupati menuju Kebumen. Supaya rezekinya bisa seperti Bupati. Amin.”

Sontak, postingan itu menuai hujatan dari netizen. Beragam komentar dilayangkan kepada Ika Pus Pita. “Ini namanya pelanggaran mobil dinas kok dipakai lamaran,” komentar akun Nursang.

Komentar senada dilontarkan akun Sri Rejeki. “Lha kok pakai mobil itu sih dik Ika. Kok tidak pakai mobilnya sendiri”.

Yang paling membuat netizen geram, Ika Pus Pita justru membalas komentar: “Lha kenapa pada sewot. Yang punya saja, diam aja kok,” tulisnya.

Editor : Akrom Hazami

Kapolres Pati: Penyalahgunaan Narkotika Lebih Berbahaya Ketimbang Aksi Teror Bom

Petugas gabungan Polres Pati tengah merazia Lapas Pati terkait dengan penyalahgunaan narkotika. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas gabungan Polres Pati tengah merazia Lapas Pati terkait dengan penyalahgunaan narkotika. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika berbagai jenis yang mulai “mewabah” di Indonesia menjadi perhatian khusus dari sejumlah pihak. Pasalnya, tren penyalahgunaan narkotika kian meningkat yang mulai menyasar pada anak-anak hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.

Hal itu yang mengundang keprihatinan dari Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. Ia menilai, penyalahgunaan narkotika lebih berbahaya ketimbang aksi teror bom mengingat dampaknya yang begitu destruktif dan masif.

”Ancaman nyata bagi bangsa saat ini adalah penyalahgunaan narkotika dari berbagai jenis, mulai ganja, sabu-sabu, dan lain sebagainya. Ini lebih membahayakan dan lebih menakutkan ketimbang aksi teror bom,” ujar Setijo kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Sasaran penyalahgunaan narkotika, kata dia, saat ini sudah menyasar dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki dan perempuan, bahkan anak tingkat SD, SMP, SMA, sampai santri pun menjadi target sasaran. Kondisi tersebut dinilai mengancam generasi emas bangsa Indonesia.

”Beberapa waktu lalu, kami juga merazia lembaga pemasyarakatan (lapas) dari penyalahgunaan narkotika. Sesuai instruksi presiden, Lapas harus bebas dari narkoba. Kami memang nyatakan perang untuk setiap penyalahgunaan narkotika,” imbuhnya.

Dalam razia yang dipimpin Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Kasat Narkoba AKP Sayadi, Kasat Shabara AKP Amlis Chaniago dengan melibatkan 20 personel Satfung Shabara, Reskrim, Narkoba, Intelkam dan Provost tersebut tidak ditemukan barang bukti narkotika.

Editor : Titis Ayu Winarni

Selama Sepekan Ratusan Taruna Akmil Disebar ke 19 Desa di Grobogan

Wakil Gubernur Akmil Brigjen Dudung Abdul Rahman menyerahkan alat kerja pada perwakilan taruna sebagai tanda dimulainya kegiatan latihan praja bakti di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakil Gubernur Akmil Brigjen Dudung Abdul Rahman menyerahkan alat kerja pada perwakilan taruna sebagai tanda dimulainya kegiatan latihan praja bakti di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selama sepekan ratusan taruna Akademi Militer (Akmil) akan melangsungkan kegiatan latihan Praja Bakti di Grobogan. Pembukaan praja bakti dilakukan hari ini, Senin (29/2/2016) dalam upacara resmi di Alun-alun Purwodadi yang dipimpin Wakil Gubernur Akmil Brigjen Dudung Abdul Rahman. Pembukaan praja bakti ditandai dengan penyerahan alat kerja pada perwakilan taruna.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono dan sejumlah pimpinan FKPD setempat. Antara lain, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Jan Piter Gurning, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto, dan Kajari Purwodadi Abdullah. Sejumlah pimpinan SKPD dan para camat serta kepala desa hadir pula dalam acara pembukaan praja bakti tersebut.

Wakil Gubernur Akmil Brigjen Dudung Abdul Rahman, latihan praja bakti dilakukan untuk menanamkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan ini, para taruna akan bisa melihat gambaran langsung kondisi masyarakat.

”Banyak sekali manfaat yang akan didapat para taruna melalui kegiatan praja bakti. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan bidang teritorial dalam menjaga keutuhan NKRI,” jelasnya.

Setelah acara pembukaan, para taruna mengikuti kegiatan penanaman pohon penghijauan di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. Selanjutnya, para taruna diserahkan pada pihak kecamatan dan desa yang menjadi tempat dilangsungkannya kegiatan praja bakti.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki menyatakan, kegiatan praja bakti taruna Akmil dilangsungkan 29 Februari sampai 5 Maret mendatang. Jumlah taruna yang mengikuti kegiatan praja bakti sebanyak 459 orang. Terdiri dari 230 orang taruna tingkat II dan 229 orang taruna tingkat III.

Kegiatan praja bakti di Grobogan nanti rencananya ditempatkan di 19 desa yang ada di empat kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Purwodadi 5 desa, Kecamatan Toroh 6 desa, Kecamatan Penawangan 3 desa dan Kecamatan Godong 5 desa.

”Terkait adanya kegiatan ini kami sudah minta semua instansi memberikan dukungan maksimal agar kegiatan Praja Bakti ini berjalan lancar. Demikian pula, pihak desa juga kami minta agar bersiap menyambut kedatangan para taruna,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Cegah Kenakalan Remaja, Kajari Agendakan Program Blusukan ke Sekolah

Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Abdullah saat betindak jadi pembina upacara bendera di SMAN 1 Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Abdullah saat betindak jadi pembina upacara bendera di SMAN 1 Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Salah satu upaya untuk menekan angka kenakalan remaja adalah melakukan langkah pencegahan. Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Abdullah saat betindak jadi pembina upacara bendera di SMAN 1 Purwodadi, Senin (29/2/2016).

”Langkah pencegahan mesti kita kedepankan dalam menekan angka kenakalan dikalangan remaja, khususnya adik-adik pelajar. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan model pembinaan dan pendekatan,” tegas Abdullah.

Ikut mendampingi Abdullah dalam upacara tersebut, Kasi Intelijen Sri Wisnu Respati dan Kasubagbin Teguh Sukemi. Terlihat pula, Kabid PMPTK Dinas Pendidikan Grobogan Moh Amin serta Kepala Sekolah SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat.

Menurut Abdullah, dalam upaya pencegahan tersebut, pihaknya meluncurkan progam Jaksa Masuk Sekolah. Melalui program ini, secara rutin, para jaksa akan melakukan serangkaian pembinaan di sejumlah sekolah yang ada di Grobogan.

”Untuk tahap awal, sasaran kita adalah sekolah tingkatan SMA, baik negeri atau swasta. Nanti akan kita jadwalkan sekolah-sekolah yang akan kita datangi. Tidak hanya sekolah di kawasan kota saja tetapi juga sekolah yang ada di daerah pinggiran,” jelasnya.

Salah satu penekanan yang disampaikan pada para pelajar adalah terkait bahaya penggunaan narkoba. Sebagi generasi penerus bangsa, Abdullah meminta para pelajar agar menjauhi barang terlarang tersebut.
”Jangan sekali-kali berdekatan dengan narkoba. Sebagai pelajar, fokus utama adalah menuntut ilmu sebagai bekal masa depan,” sambungnya.

Sebelum meninggalkan lokasi upacara, Abdullah sempat menyerahkan piala terbaru yang didapat sekolah tersebut pada kepala sekolah. Yakni, juara I dalam lomba tata upacara bendera dan baris berbaris.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat menyambut baik hadirnya program Jaksa Masuk Sekolah tersebut. Melalui kegiatan ini, para pelajar akan mendapatkan banyak masukan dari nara sumber yang menguasi bidang tugasnya.

”Kami berterima kasih sekali karena para pelajar mendapat kesempatan pembinaan dari pihak kejaksaan. Progam ini sangat positif dan banyak manfaatnya buat anak-anak,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Jepara Target Penambahan 1000 UMKM dan 25 Koperasi Tiap Tahun

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara menargetkan penambahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 1000 usaha dan 25 Koperasi untuk setiap tahunnya. Program itu seiring dengan program pemerintah pusat yang menginginkan penambahan usaha kecil dan koperasi semakin banyak demi pembangunan.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara, Dwi Riyanto mengemukakan, sampai saat ini, di Kabupaten Jepara terdapat 75 ribu UMKM dan 752 koperasi. Target tiap tahun, harus ada 1.000 UMKM baru dan 25 koperasi.

”Untuk saat ini saja ada puluhan pengajuan pendirian koperasi baru,” ucap Dwi Riyanto kepada MuriaNewsCom.

Khusus untuk pengajuan Koperasi memang ada aturan-aturan tersendiri, tidak seperti UMKM. Bahkan, mulai 8 April nanti pengajuan legalitas Koperasi harus langsung ke kementerian. Salah satu penyebabnya adalah di tingkat pusat sudah ada Kementerian secara khusus menangani bidang koperasi.

”Aturan baru itu berlaku bagi yang akan berdiri, maupun perubahan. Untuk koperasi lama tak perlu mengurus perizinan baru,” katanya.

Dia menjelaskan, biasanya proses pengajuannya dari notaris ke dinas koperasi lanjut ke Bupati. Namun nantinya akan ke Kementerian Koperasi. Meski demikian, adanya kebijakan ini bukan berarti bidang koperasi di Dinasnya tidak ada. Justru perlu dikuatkan sebab proses pengajuan tetap melalui dinasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Peduli Pendidikan, Pemuda Kudus Ini Gelar Bimbel Gratis untuk Murid SD

Kegiatan di Omah Aksi yang dipenuhi anak-anak usia SD untuk belajar bersama secata gratis, kemarin Minggu (28/2/2016) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan di Omah Aksi yang dipenuhi anak-anak usia SD untuk belajar bersama secata gratis, kemarin Minggu (28/2/2016) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu kegiatan komunitas di Omah Aksi Kudus memang menggelar
bimbingan belajar kepada anak usia sekolah dasar secara gratis. Oleh karenanya komunitas tersebut mengadakan pendataan dengan cara datang ke rumah wali murid untuk mengajak belajar bersama.

Salah satu anggota komunitas Omah Aksi M. Ihsan Nugroho mengutarakan, Omah Aksi ialah wadahnya berbagai komunitas. Dan salah satu tujuannya yaitu mengutamakan pendidikan bagi anak-anak usia SD.

Lewat pendataan, pihak Omah Aksi mengajak anak-anak tersebut untuk belajar bersama disaat sore hari.
Diketahui, pendataan tesebut dilakukan dengan mendatangi ke rumah wali murid dan membawa brosur. ”Kami datang, menjelaskan serta memberikan brosur kepada wali murid. Sehingga nantinya anak-anaknya dapat dizinkan untuk belajar bersama di Omah Aksi ini,” tuturnya.

Ternyata pengajar di Omah Aksi yang bertempat di Jalan Ekapraya III Nomor 34 Rendeng tersebut mayoritas masih berstatus mahasiswa. ”Meski kami masih mahasiswa baik dari universitas yang ada di Kudus maupun Semarang, akan tetapi ke 7 pengajar ini ingin berniat mengamalkan ilmunya kepada adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah dasar secara gratis,” tuturnya.

Dia menambahkan, saat ini Omah Aksi Kudus mengajar 20 anak dari sekolah dasar yang ada di Melati Norowito, Rendeng dan lainnya. Untuk proses belajar mengajarnya, lebih mengedepankan bermain sambil belajar. Yakni bernyanyi, merangkai robot, permainan, dan pelajaran umum.

Editor : Titis Ayu Winarni

Terpilih 33 Nama Calon Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus

Para peserta tampak serius mengikuti Muspimda III di SMK Muhammadiyah Undaan, Kudus, Minggu (28/2/2016). (ISTIMEWA)

Para peserta tampak serius mengikuti Muspimda III di SMK Muhammadiyah Undaan, Kudus, Minggu (28/2/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) III di SMK Muhammadiyah Kudus, Minggu (28/2/2016). Acara tersebut diikuti puluhan orang dari perwakilan pimpinan cabang Muhammadiyah (PCM) serta organisasi otonom (otrom).

Rizka Himawan, ketua panitia pemilihan PDM Kudus mengatakan, acara tersebut merupakan rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) PDM Kudus periode Muktamar ke-47 yang digelar 8-9 Maret mendatang. Dalam Muspimda III ini, memilih 33 nama yang nantinya dibawa ke musyda untuk dipilih.

Proses pemilihan ketua berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Semula dari cabang, serta anggota PDM memilih nama-nama yang layak memimpin PDM lima tahun ke depan. Semula, terpilih 92 nama. Namun hanya 52 nama yang bersedia menjadi calon ketua PDM Kudus. ”Ke-52 nama itu kami saring menjadi 33 nama di muspimda ini,” tegasnya.

Dari 33 nama itu, nantinya di musyda disaring 11 nama yang bakal menjadi nakhoda baru Muhammadiyah Kudus dalam lima tahun ke depan.

Proses pemilihan ketua di Muhammadiyah cukup unik dan menarik. Dari 11 nama nanti saat di musyda, mereka berdiskusi sendiri menentukan siapa ketuanya. Biasanya, suara terbanyak diberi kesempatan membuka diskusi terlebih dulu. Termasuk ditanya kesediaannya apakah memang bersedia memimpin dalam lima tahun ke depan atau tidak. Kalau bersedia dan lainnya sepakat, dialah yang bakal menjadi ketua. Tapi kalau tidak, 11 orang tersebut akan berdiskusi lagi menentukan siapa yang akan menjadi ketua.

Saat ini, PDM Kudus masih diketuai Ahmad Hilal Majdi, yang terpilih dalam musyda lima tahun lalu. ”Harapannya, siapapun yang terpilih nanti bisa membawa Muhammadiyah Kudus lebih maju,” harapnya.

Yusuf Supriyanto, ketua panitia Musyda Muhammadiyah periode Muktamar ke-47 menambahkan, dalam musyda nanti juga dimeriahkan sejumlah acara. Di antaranya, jalan sehat yang digelar Sabtu (5/3/2016) mendatang. Termasuk bazaar serta pentas seni.

”Kami berharap, Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah nanti berjalan lancar dan sukses. Untuk tema kali ini, Dakwah Pencerahan Menuju Kudus Berkemajuan,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Perawat di Rembang Optimistis Bisa Bersaing di MEA

Tabah Tohamik, salah satu perawat di RSUD dr R Soetrasno. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Tabah Tohamik, salah satu perawat di RSUD dr R Soetrasno. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Meski para perawat dari mancanegara mempersiapkan diri untuk bersaing di Indonesia dengan berlakunya MEA, namun para perawat di Rembang tidak khawatir. Bahkan, mereka optimistis mampu bersaing dalam MEA.

Salah seorang perawat di Rembang yang optimistis yakni Tabah Tohamik. Ia mengaku hampir semua perawat di kabupaten ini, siap bersaing dengan perawat dari negara lain. ”Persaingan tenaga perawat di Pasar Bebas ASEAN, sudah menjadi keniscayaan. Karena merupakan kesepakatan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, ada dua hal yang bisa mampu membuat perawat lokal memenangi persaingan, yakni kompetensi dan spesialisasi. ”Dengan kompetensi dan spesialisasi, maka perawat di Kabupaten Rembang mampu memenangi persaingan,” ucapnya.

Selain itu, kata Tabah, menurut catatan pihak Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Rembang, jumlah perawat di kabupaten ini mencapai 400-an. ”Hampir semua dari mereka telah mengantongi surat tanda registrasi (STR) dan memiliki sertifikat uji kompetensi yang berlaku secara internasional,” bebernya.

Dijelaskan olehnya, setiap lima tahun sekali STR perlu diperpanjang namun dengan uji kompetensi lagi. ”STR ini seperti SIM, perlu diperpanjang lima tahun sekali. Namun, harus diuji kembali sehingga ada peningkatan kompetensi,” jelasnya.

Ia pun menilai wajar ada perawat yang takut atau gelisah. Namun ia menegaskan, perawat yang memiliki kompetensi siap menghadapi persaingan di MEA. ”Mau tidak mau, kami sudah siap untuk bersaing,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Giri Menilai Adanya MEA, Menguntungkan RSUD Rembang

RSUD-rembang

Humas RSUD dr R Soetrasno, Giri Saputro ketika berkunjung ke ruang perawat. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewCom, Rembang – Humas RSUD dr R Soetrasno, Giri Saputro mengaku tidak khawatir dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Justru, ia menilai adanya MEA menjadi keuntungan bagi pihak rumah sakit.

Menurutnya, dengan adanya MEA para perawat lebih kompetitif sehingga kualitasnya pun akan terus terpacu. ”Kami justru merasa diuntungkan karena ada persaingan. Tanpa persaingan, kualitas pelayanan perawat tidak akan terpacu menjadi lebih baik lagi,” jelas Giri.

Terkait akan mempekerjakan perawat asing atau tidak, Giri mengatakan, selagi kompetensinya sama, maka belum perlu menyerap perawat dari manca negara. ”Kami memang mendengar perawat asing misalnya dari Malaysia, Thailand, dan Filipina, mulai bersiap ke Indonesia,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku telah mempersiapkan banyak hal untuk menyambut MEA, salah satunya peningkatan kualitas dan mutu perawat melalui uji kompetensi. ”Tiap masa berlaku sertifikat kompetensi perawat habis, kami juga menyelenggarakan pelatihan bagi mereka,” tandasnya.

Secara kualitas perawat, ia tidak khawatir. Namun, untuk kuantitas jumlah perawat dan pasien di RSUD, menurut Giri, masih belum ideal. Idealnya, satu perawat merawat satu pasien. Sementara saat ini, satu perawat rata-rata merawat empat pasien. ”Idealnya, satu pasien satu perawat. Namun di ruang ICU, satu perawat dua pasien. Sementara yang pasien biasa, rata-rata masih dengan satu perawat merawat empat pasien,” terangnya.

Kendati begitu, juru bicara RSUD Rembang itu menegaskan kekurangan perawat itu tidak sampai mengganggu pelayanan terhadap pasien. ”Namun, tidak sampai mengganggu mutu pelayanan terhadap pasien. Bisa dikatakan berada dalam kualifikasi ideal minimal,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Razia Rokok Ilegal, Satpol PP Kudus Juga Edukasi Warga

razia rokok ilegal

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus memiliki tugas untuk menertibkan peredaran rokok ilegal. Pasalnya, peredaran rokok ilegal di Kabupaten Kudus, memang masih terbilang marak.

Namun, tidak sekadar hanya melaksanakan penertiban saja, namun Satpol PP juga memberikan imbauan dan mengedukasi masyarakat, akan keberadaan rokok ilegal.

Saat melaksanakan razia rokok ilegal di salah satu wilayah, petugas Satpol PP tidak lupa untuk memberikan pengetahuan kepada warga di sekitarnya, mengenai ciri-ciri rokok ilegal. ”Dengan demikian, warga akan lebih teliti dalam membeli rokok. Dan ketika menjumpai ada rokok ilegal bisa langsung ditindaklanjuti,” jelas Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil.

Upaya ini dilakukan, menurut Halil, supaya warga bisa menyadari bahwa dengan membeli rokok ilegal, sama saja dengan tidak taat kepada aturan. Karena itu, bagaimana mengenali rokok ilegal, juga harus dipahamkan kepada warga.

Sebagai institusi penegak peraturan daerah, Satpol PP Kudus memang mengajak masyarakat Kudus untuk senantiasa sadar akan ketentuan cukai. Karena ketika membeli rokok ilegal, itu artinya mereka telah merugikan negara dari penerimaan cukai.

Berbeda dengan penggunaan alokasi dana cukai pada tahun sebelumnya, pada tahun 2016 ini, Satpol PP Kudus kini fokus pada kegiatan penertiban rokok ilegal di pasaran dan pertemuan dengan warga.

Pada kegiatan penertiban rokok ilegal atau yang tidak dilekati pita cukai atau pita cukai palsu, Satpol PP melibatkan sejumlah instansi terkait. Yakni Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Kejaksaan Negeri Kudus, dan Polres Kudus.

Kegiatan rokok ilegal tersebut sudah dimulai. Tercatat, Satpol PP Kudus telah melakukan penertiban sebanyak 10 kali di berbagai titik di Kudus. Dalam setahun Satpol PP akan menggalakkan penertiban hingga seratus kali.

Kegiatan ini sudah sesuai dengan regulasi yang mengatur penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus, Lampir an III A.5 Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal pada kegiatan b.1) Pengumpulan informasi hasil peredaran atau tempat penjualan eceran dan pengumpulan informasi rokok tanpa cukai dan kegiatan b.2) Pengumpulan informasi hasil tembakau yang tidak dilekati pita cukai di peredaran atau tempat penjualan eceran.

Abdul Halil mengatakan, saat melakukan penertiban, pihaknya juga memberikan sosialisasi langsung bagi para penjual dan masyarakat tentang rokok ilegal ini. ”Kami juga menyampaikan betapa pentingnya penerimaan cukai bagi negara. Hasil cukai yang diterima dari negara, nantinya juga dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Pihaknya senantiasa mengajak seluruh warga Kudus untuk ikut memantau dan mengawasi peredaran rokok ilegal disetiap melakukan penertiban. Dan meminta pada masyarakat jika menemukan rokok ilegal yang dijual di warung atau pasar, maka harus segera dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Halil mengatakan, bahwa setiap tahunnya peredaran rokok ilegal di Kudus terus mengalami penurunan. Wilayah pinggiran yang konsumennya rata-rata para petani menjadi sasaran utama peredaran rokok ilegal. Adapun wilayah yang menjadi target para produsen rokok ilegal saat ini berada di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Undaan, Kaliwungu, dan sebagian di Kecamatan Dawe. ”Sementara wilayah lain sudah sulit ditemukan rokok ilegal, seperti di Kecamatan Jekulo sudah sedikit,” terangnya.

Terhadap para pedagang yang terbukti menjual produk rokok ilegal, pihak Satpol PP hanya memberikan peringatan, pembinaan dan melakukan penyitaan barang bukti. Langkah ini, sesuai dengan ke wenangan yang dimiliki Satpol PP. Sedangkan kewenangan melakukan penindakan berada pada aparat Bea Cukai. ”Kewenangan kami hanya menyimpan, mencatat, dan melaporkan,” imbuhnya. (ads)

Kolaborasi Musisi Papan Atas Meriahkan Gelaran ‘Pesta Selalu’

f-sukun

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sabtu (27/2/2016) kemarin, Sukun MLD menggelar acara “PestaSelalu” yang menampilkan Psyco Disco sebagai band kolaborasi musisi-musisi papan atas. Antara lain, DJ Jacquelline, Dikta (Yovie&Nuno), Ifan (Govinda) dan  Eno (Netral). Mereka tampil di Liquid Cafe Semarang mulai pukul 22.00 WIB.

Ratusan pengunjung hadir dalam acara tersebut. Tabuhan drum dari Eno Netral, permainan gitar dari Dikta (Yovie&Nuno) dan Ifan (Govinda) dipadu dengan beat memukau dari Female DJ (FDJ) Jacqueline yang merupakan lulusan Spinach DJ School 2009 membuat pengunjung pun semakin bersorak.

Dengan kolaborasi yang enak didengar, grup musik ini membawa sesuatu yang baru di dunia musik tanah air.

Editor : Kholistiono

Bocah Asal Sekuro Jepara Hanyut dan Ditemukan Sudah Tewas

Tim SAR melakukan evakuasi terhadap korban yang hanyut (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Tim SAR melakukan evakuasi terhadap korban yang hanyut (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini seorang bocah berusia 6 tahun, warga Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Jepara ditemukan tak bernyawa, setelah hanyut di sungai yang berada di desa setempat, Minggu (28/2/2016) siang tadi.

Keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, bocah tersebut bernama Satrio Wicaksono. Peristiwa tersebut bermula, ketika korban bersama temannya bermain air hujan (hujan-hujanan) di depan rumah. Namun, tiba-tiba korban terpeleset dan masuk di selokan depan rumah, lalu hanyut sampai di sungai.

Baca juga : 6 Rumah di Jepara Tertimpa Longsor

Salah seorang warga sekitar, Bambang Budiarto menjelaskan, yang mengetahui kali pertama bocah itu terpeleset dan hanyut adalah  seorang ibu pedagang sayur keliling. Kemudian, perempuan tersebut segera memberitahu kepada keluarga korban.

“Kemudian warga berusaha mencari, dan melaporkan kepada petugas,” kata Bambang, Minggu (28/2/2016).

Menurutnya, selang beberapa saat,Tim SAR gabungan mendatangi lokasi, dan melakukan penyisiran di sepanjang sungai. Sekitar dua jam kemudian, korban dapat ditemukan dan dievakuasi. Namun, kondisi korban sudah tak bernyawa.

“Salah satu relawan dari Tim SAR gabungan melihat korban tersangkut di bebatuan sungai belakang SMK Muhammadiyah Mlonggo,” katanya.

Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Mlonggo untuk visum. Setelah divisum oleh dokter, korban dibawa ke rumah duka dan diserahkan ke pihak keluarga.

Editor : Kholistiono

Pimpin AMPI Kudus, Ini Janji Ali Mukhlisin

Ketua DPD AMPI Kudus terpilih, Ali Mukhlisin saat menerima pataka (Istimewa)

Ketua DPD AMPI Kudus terpilih, Ali Mukhlisin saat menerima pataka (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kudus Ali Mukhlisin, terpilih menjadi Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Kudus periode 2016-2021.

Ali terpilih secara aklamasi dalam Musda yang digelar di RM Diva, Wergu Wetan, Minggu (28/2/2016).

Terpilihnya Ali Mukhlisin ini sekaligus menandai berakhirnya kepengurusan DPD AMPI sebelumnya yang dipimpin Jhoni Dwi Harjono. Hadir dalam Musda tersebut seluruh pengurus kecamatan serta perwakilan dari DPD AMPI Jateng.

Ali Mukhlisin dalam sambutannya mengaku siap mengemban amanah sebagai Ketua AMPI Kudus. Pihaknya bertekad untuk memajukan AMPI di Kabupaten Kudus dengan menjalin kerjasama dengan aparat pemerintahan, Polri, TNI yang ada di Kabupaten Kudus.

“Saya akan bina jalur ke pemerintahan, polres, kodim, panglima, poldasu. Agar AMPI di Kabupaten Kudus ini bertambah besar. Saya juga akan merubah paradigma, bahwa OKP bukan peminta-minta,” kata Ali.

Ali Mukhlisin juga bertekad menyatukan semua elemen pemerintah dengan AMPI dan menginginkan kader AMPI menjadi pengusaha, dengan meningkatkan program kerja kedepan.

“Kami tidak akan bisa berbuat yang lebih baik tanpa komunikasi dan kebersamaan. Tidak ada yang tidak mungkin dalam meraihkan kesempatan, untuk menduduki masa jabatan yang penting di organisasi,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Ini Tanggapan Menaker Soal Kesenjangan Upah Tenaga Kerja Asing dan Lokal

Hanif Dhakiri (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Hanif Dhakiri (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Terkati pernyataan Yoris Raweyai Ketua KSPSI yang menyebutkan adanya kesenjangan upah antara tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal, mendapat tanggapan dari Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri.

Menurutnya, selama ini memang ada kesenjangan mengenai upah tersebut ataupun hal lainnya.  “Kalau mengenai kesenjangan upah itu, di Indonesia memang banyak. Akan tetapi,kalau diskriminasi upah, itu tidak boleh,” kata Hanif.

Baca juga : KSPSI Sebut Gaji 150 Pekerja Asing Setara dengan Gaji 5 Ribu Buruh di Indonesia

Agar kesenjangan upah tersebut tidak terlalu tinggi, pemerintah katanya telah mengeluarkan aturan mengenai skala upah. Yakni,  PP Nomor 78 tentang Pengupahan.

Dalam skala pengupahan tersebut, katanya, telah diatur bagaimana upah terhadap karyawan yang menduduki jabatan level atas dan bawah. Begitu juga dengan tenaga kerja terampil dan tidak.

Dia menambahkan, untuk mengurangi kesenjangan itu, maka karyawan yang tidak begitu etrampil harus diberi pelatihan. Sehinga,pekerja bisa menjadi terampil dan mendapat gaji yang sama dengan pekerja terampil lainnya.

Editor : Kholistiono

 

KSPSI Sebut Gaji 150 Pekerja Asing Setara dengan Gaji 5 Ribu Buruh di Indonesia

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yoris Raweyai (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yoris Raweyai (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya tenaga kerja asing yang membanjiri Indonesia, dinilai dapat menimbulkan kesenjangan sosial terhadap tenaga kerja lokal.

Hal itu disampaikan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yoris Raweyai. “Kementerian Tenga Kerja sudah mengeluarkan aturan agar tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia sesuai profesi dan kompetensi yang dimiliki. Untuk itu, pihak terkait diminta mentaati itu, agar tidak asal memakai tenaga kerja asing,” ujarnya usai mengikuti jalan sehat dalam acara ulang tahun ke -43  KSPSI di Kudus, Minggu (28/2/2016).

Terkait kesenjangan tersebut, pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan instansi terkait, sehingga nantinya kesenjangan tenaga kerja asing dengan lokal tidak semakin tinggi.

“Contohnya saja, saat ini di salah satu perusahaan asing yang mempunyai pekerja asing sebanyak  150 orang saja, itu untuk gajinya setara dengan gaji sebanyak 5 ribu karyawan dari Indonesia,” katanya.

Dia menilai, dengan adanya kesenjangan semacam itu, bisa dijadikan alasan bagi perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja bagi tenaga kerja lokal. Untuk itu, perusahaan diminta mempertimbangkan berbagai aspek jika mengambil tenaga kerja asing.

Dengan adanya kesenjangan semacam itu, pihak KSPSI sudah berkomunikasi dengan kementerian terkait. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), untuk duduk bersama membahas kesenjangan tersebut.

Editor : Kholistiono

Dapat Hadiah Mobil pada UMK Fun Bike 2016, Ini Firasat Guru SD Asal Temulus Kudus

Penyerahan hadiah berupa kunci mobil yang diserahkan langsung oleh Rektor UMK Suparnyo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Penyerahan hadiah berupa kunci mobil yang diserahkan langsung oleh Rektor UMK Suparnyo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rona bahagia seketika terlihat di wajah Arry Yuli Arwan, guru salah satu sekolah dasar (SD) di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus. Betapa tidak, dia berhasil mendapatkan 1 unit mobil Ayla dalam UMK Fun Bike 2016, pada Minggu (28/2/2016).

Dia mendapatkan grand prize tersebut berkat nomor keberuntungannya, yakni 4577. “Saya kaget waktu dipanggil mendapatkan grand prize ini,’’ ujar guru SD kelahiran Kudus, 30 Juni 1962 tersebut.

Sewaktu dipanggil MC terkait nomor keberuntungannya, dia mengaku berada tak jauh dari panggung utama UMK Fun Bike 2016, yakni di samping Gedung Rektorat UMK.  “Jarak saya dengan panggung utama cuma sekitar 20 meter. Saat dipanggil, saya langsung berdiri menuju panggung utama. Saya sudah hafal nomor tiket saya,’’ ungkapnya.

Baca juga  : Tak Hanya dari Kudus, Peserta dari Jawa Timur juga Ramaikan Fun Bike UMK 2016

Terkait “rezeki nomplok’’ yang didapatnya saat fun bike tersebut, suami Komsatun ini sebenarnya sudah punya firasat. “Saya kalau malam biasanya salat tahajjud. Kebetulan malam menjelang digelarnya UMK Fun Bike 2016, saya berdoa khusus agar mendapatkan doorprize dalam acara ini,’’ akunya.

Herannya, lanjutnya, dia sangat optimistis akan mendapatkan doorprize dalam kegiatan sepeda sehat yang diselenggarakan UMK untuk kali pertama ini. ‘’Saya yakin akan dapat doorprize, tetapi tidak menyangka kalau akhirnya dapat mobil,’’ tuturnya.

Guru olahraga itu menambahkan, grand prize berupa mobil Ayla yang diraihnya akan dipergunakan untuk keperluan keluarga. “Mobil ini akan saya gunakan sendiri, untuk keluarga,’’ katanya.

Terkait perolehan grand prize, rencananya ayah dua putra ini akan melakukan syukuran dengan para tetangganya. “Sebagai ungkapan rasa syukur, saya akan mengundang tetangga dekat untuk syukuran. Saya secara khusus akan mengundang guru ngaji anak-anak yang mendampingi belajar Alqur’an selama ini,’’ paparnya.

Selain itu, kegiatan yang didukung PR Sukun Kudus ini juga ada hadiah lain berupa tiga sepeda motor yang diraih Moch Kosim (Pemalang), Juwarno (Welahan, Jepara), dan Darwi (Juwana, Pati).

Editor : Kholistiono