Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Pati  >  Artikel ini

Keberadaan Becak Motor di Pati Jadi “Ancaman” Bagi Angkutan Umum



Reporter:    /  @ 19:25:22  /  29 Februari 2016

    Print       Email
Seorang pengendara becak motor melintas di Terminal Tayu Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pengendara becak motor melintas di Terminal Tayu Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Keberadaan becak motor di Pati dinilai menjadi ancaman dan menyebabkan sejumlah polemik tersendiri bagi angkutan umum. Hal itu diungkapkan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pati Suyanto.

“Bagi sopir angkutan umum, keberadaan becak motor memang cukup dilematis. Karena itu, kami meminta kepada pemerintah supaya ada pengaturan dan penataan rute untuk becak motor,” ujar Suyanto kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Ia mengatakan, masalah tersebut sebetulnya sudah menjadi polemik klasik. Karena itu, butuh adanya solusi yang bisa memecah kendala tersebut.

“Kabarnya, saat ini sudah ada paguyuban becak motor di Pati. Padahal, keberadaan becak motor sendiri melanggar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” imbuhnya.

Becak motor, kata dia, biasanya melanggar Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) lantaran tanpa ada pengujian terlebih dahulu. “Selain bermasalah dengan angkutan umum, becak motor juga biasanya tidak dilengkapi dengan SIM, rawan keselamatan, dan tanpa pelat kendaraan,” tukasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Sopir AKDP Protes Rute Baru Menuju Terminal Tayu

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →