Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

BPMPKB Kudus Bina Perempuan Agar Semakin Terampil



Reporter:    /  @ 19:00:42  /  29 Februari 2016

    Print       Email

iklan cukai kudus-3-tayang 29 februari 2016-pukul 19.00 wib

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Kudus membina ratusan kelompok ekonomi perempuan se Kudus. Ini dilakukan agar para perempuan menjadi lebih terampil dan berdaya guna.

Pembinaan dilakukan kepada 250, yang terdiri dari ketua dan anggota kelompok ekonomi perempuan di Kudus. Sehingga ilmu yang sudah diperoleh, akan dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan perekonomian kelompok ekonomi perempuan yang ada di Kudus. ”Sehingga kesejahteraan mereka semakin terasa,” kata Kepala BPMPKB Kudus Sumiyatun.

Semangat tersebut, memang senantiasa diusung BPMPKB Kudus. Sehingga itu diwujudkan dengan menggelar sejumlah program penguatan ekonomi masyarakat. Di antaranya dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan bagi kaum perempuan di Kudus.

Program yang dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) itu meliputi berbagai macam aneka pelatihan. Mulai dari tata boga, daur ulang sampah, kerajinan, hingga pemanfaatan potensi desa.

Sebagai landasan, BPMPKB Kudus berpedoman pada dua regulasi yang mengatur tentang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT). Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Pada pasal 7 ayat (1) huruf a di peraturan menteri itu disebutkan, Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT. Sedangkan pada huruf f: Penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tem bakau dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengang guran dan mendorong pertumbuh an ekonomi daerah dilaksanakan antara lain melalui bantuan per modalan dan sarana produksi.

Selain itu, juga mengacu pada Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus Lampiran III.A.3. Program Pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.5)f) Penguatan ekonomi masyarakat dilingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan usaha bagi perempuan.

Sebelum program digelar, BPMPKB melakukan proses pembentukan kelompok perempuan yang masing-masing beranggotakan delapan orang. Pada 2012, terdapat 30 kelompok atau 240 orang yang meng ikuti pelatihan. Tahun berikutnya, yakni 2013, peserta pelatihan meningkat menjadi 312 orang yang tergabung dalam 39 kelompok. Tahun 2014, pelatihan dilakukan dengan lebih banyak melibatkan peserta, yaitu 720 orang yang tergabung dalam 90 kelompok. Sedangkan pada 2015 sebanyak 250 peserta.

Materi pelatihan yang diberikan tidak selalu sama. Masing-masing kelompok pelatihan menekuni jurusan keterampilan yang berbeda, disesuaikan potensi yang ada di wilayah tersebut. Misalnya, di wilayah Kecamatan Jekulo yang banyak terdapat tanaman tebu dan jagung, maka materi yang diberikan adalah pelatihan membuat aneka souvenir dari bahan kulit tebu dan jagung.

Untuk wilayah lain, materinya juga beragam. Antara lain membuat produk inovasi daur ulang sampah, aneka olahan umbi, keripik kulit pisang, aneka souvenir plastik, hingga membuat kue kering mocaf atau ketela. Setiap satu sesi pelatihan, diikuti tiga kelompok atau 24 orang. Untuk pengisi materi atau instrukturnya, BPMPKB Kudus mendatangkan tenaga ahli dan berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Dengan program ini, maka kaum perempuan bisa semakin kreatif dalam membantu penguatan ekonomi keluarga. Selain itu, mampu secara maksimal memanfaatkan potensi di lingkungannya menjadi produk yang memiliki daya jual serta berkualitas.

Selain di Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kudus, pelatihan keterampilan membuat kerajinan dari kain perca juga digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus. Seperti halnya di BPMPKB, pelatihan di BLK juga di biayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus. Selain itu, pelatihan ini juga digelar secara gratis.

”Kami ingin menjadikan kaum perempuan di Kudus lebih kreatif dan mampu memberikan kontribusi pada ekonomi keluarga mereka masing-masing,” kata Sajad, kepala UPT BLK Kudus. (ads)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →