Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Lagi, Nelayan asal Jepara Tenggelam, Dua Hari Baru Ditemukan



Reporter:    /  @ 14:35:37  /  29 Februari 2016

    Print       Email
Perahu nelayan yang hilang ketika diamankan warga dan petugas. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Perahu nelayan yang hilang ketika diamankan warga dan petugas. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini giliran seorang nelayan asal Desa Teluk Awur bernama Multazam (52) tenggelam di perairan Jepara. Multazam sempat menghilang dan baru ditemukan dua hari kemudian pada, Senin (29/2/2016) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diketahui hilang sejak peristiwa tenggelamnya pada Sabtu (27/2/2016) pagi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun MuriaNewsCom, Multazam dikabarkan hilang saat hendak berbalik setelah melaut di sekitar pulau Karang Bokor Jepara pada Sabtu pagi. Saat itu dia bersama tiga nelayan lainnya yakni, Mulyadi (40), Sodikin (40) dan Salim (50) dengan membawa perahu masing-masing.

”Mereka pergi bersama untuk mencari rajungan pada pukul 7 pagi, menggunakan perahu masing-masing. Karena cuaca makin memburuk dimana hujan deras dan angin kencang, pada pukul 10.00 ke empatnya segera memutuskan untuk kembali,” ujar Koordinator Pos SAR Jepara, Agung Hari Prabowo, Senin (29/2/2016).

Lebih lanjut dia menceritakan, ditengah perjalanan, tepatnya di 4 mil sebelum pulau Karang Bokor atau 7 mil dari pantai Kartini Jepara, tiba-tiba ombak besar menghantam perahu Mulyadi dan Multazam dan langsung terbalik. Sedangkan perahu Sodikin dan Salim berhasil menepi.

Beruntung bagi Mulyadi, ia selamat karena memakai life jacket (pelampung). ”Di perahu Multazam sebenarnya ada pelampung, tapi saya tidak tau apakah dia pakai atau tidak,” ungkap kesaksian Mulyadi.
Basarnas Pos SAR Jepara yang menerima informasi adanya nelayan yang hilang tersebut segera melakukan pencarian. ”Kami mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB ) untuk segera melakukan pencarian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Lulus Suprayitno mengatakan, korban ditemukan pagi tadi Senin (29/2/2016). Proses pencarian dilakukan bersama-sama oleh tim SAR gabungan, termasuk BPBD Jepara.
”Proses pencarian lama karena cuaca buruk. Korban ditemukan di dekat dermaga kampus Undip Teluk Awur,” imbuh Lulus.

Editior : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →