Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Razia Rokok Ilegal, Satpol PP Kudus Juga Edukasi Warga



Reporter:    /  @ 09:12:06  /  29 Februari 2016

    Print       Email

razia rokok ilegal

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus memiliki tugas untuk menertibkan peredaran rokok ilegal. Pasalnya, peredaran rokok ilegal di Kabupaten Kudus, memang masih terbilang marak.

Namun, tidak sekadar hanya melaksanakan penertiban saja, namun Satpol PP juga memberikan imbauan dan mengedukasi masyarakat, akan keberadaan rokok ilegal.

Saat melaksanakan razia rokok ilegal di salah satu wilayah, petugas Satpol PP tidak lupa untuk memberikan pengetahuan kepada warga di sekitarnya, mengenai ciri-ciri rokok ilegal. ”Dengan demikian, warga akan lebih teliti dalam membeli rokok. Dan ketika menjumpai ada rokok ilegal bisa langsung ditindaklanjuti,” jelas Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil.

Upaya ini dilakukan, menurut Halil, supaya warga bisa menyadari bahwa dengan membeli rokok ilegal, sama saja dengan tidak taat kepada aturan. Karena itu, bagaimana mengenali rokok ilegal, juga harus dipahamkan kepada warga.

Sebagai institusi penegak peraturan daerah, Satpol PP Kudus memang mengajak masyarakat Kudus untuk senantiasa sadar akan ketentuan cukai. Karena ketika membeli rokok ilegal, itu artinya mereka telah merugikan negara dari penerimaan cukai.

Berbeda dengan penggunaan alokasi dana cukai pada tahun sebelumnya, pada tahun 2016 ini, Satpol PP Kudus kini fokus pada kegiatan penertiban rokok ilegal di pasaran dan pertemuan dengan warga.

Pada kegiatan penertiban rokok ilegal atau yang tidak dilekati pita cukai atau pita cukai palsu, Satpol PP melibatkan sejumlah instansi terkait. Yakni Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Kejaksaan Negeri Kudus, dan Polres Kudus.

Kegiatan rokok ilegal tersebut sudah dimulai. Tercatat, Satpol PP Kudus telah melakukan penertiban sebanyak 10 kali di berbagai titik di Kudus. Dalam setahun Satpol PP akan menggalakkan penertiban hingga seratus kali.

Kegiatan ini sudah sesuai dengan regulasi yang mengatur penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus, Lampir an III A.5 Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal pada kegiatan b.1) Pengumpulan informasi hasil peredaran atau tempat penjualan eceran dan pengumpulan informasi rokok tanpa cukai dan kegiatan b.2) Pengumpulan informasi hasil tembakau yang tidak dilekati pita cukai di peredaran atau tempat penjualan eceran.

Abdul Halil mengatakan, saat melakukan penertiban, pihaknya juga memberikan sosialisasi langsung bagi para penjual dan masyarakat tentang rokok ilegal ini. ”Kami juga menyampaikan betapa pentingnya penerimaan cukai bagi negara. Hasil cukai yang diterima dari negara, nantinya juga dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Pihaknya senantiasa mengajak seluruh warga Kudus untuk ikut memantau dan mengawasi peredaran rokok ilegal disetiap melakukan penertiban. Dan meminta pada masyarakat jika menemukan rokok ilegal yang dijual di warung atau pasar, maka harus segera dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Halil mengatakan, bahwa setiap tahunnya peredaran rokok ilegal di Kudus terus mengalami penurunan. Wilayah pinggiran yang konsumennya rata-rata para petani menjadi sasaran utama peredaran rokok ilegal. Adapun wilayah yang menjadi target para produsen rokok ilegal saat ini berada di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Undaan, Kaliwungu, dan sebagian di Kecamatan Dawe. ”Sementara wilayah lain sudah sulit ditemukan rokok ilegal, seperti di Kecamatan Jekulo sudah sedikit,” terangnya.

Terhadap para pedagang yang terbukti menjual produk rokok ilegal, pihak Satpol PP hanya memberikan peringatan, pembinaan dan melakukan penyitaan barang bukti. Langkah ini, sesuai dengan ke wenangan yang dimiliki Satpol PP. Sedangkan kewenangan melakukan penindakan berada pada aparat Bea Cukai. ”Kewenangan kami hanya menyimpan, mencatat, dan melaporkan,” imbuhnya. (ads)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →