Loading...
You are here:  Home  >  Infrastruktur  >  Artikel ini

6 Rumah di Jepara Tertimpa Longsor



Reporter:    /  @ 15:39:24  /  28 Februari 2016

    Print       Email
Tim SAR gabungan saat berada di lokasi longsor. (MuriaNewsCom/Wahyu Khiruz Zaman)

Tim SAR gabungan saat berada di lokasi longsor. (MuriaNewsCom/Wahyu Khiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Musibah kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jepara. Kali ini, enam rumah yang berada di Desa Tanjung, Kecamatan Pakisaji dan Desa Papasan, Kecamatan Bangsri tertimpa tanah longsor.

Akibat peristiwa ini, Tim SAR gabungan beserta warga setempat membersihkan material longsoran. Dengan menggunakan alat-alat sederhana, relawan bersama warga menyingkirkan material tanah.

“Medan menuju ke lokasi sangat sulit, proses pembersihan longsor kami lakukan dengan alat sederhana hanya dengan cangkul dan papan kayu, karena medan menuju ke sini (lokasi longsor) juga cukup sulit,” ujar petugas BPBD Kabupaten Jepara, Muhammad Zainuddin.

Menurutnya, salah satu rumah yang tertimpa tanah longsor adalah rumah milik Badri, warga RT 33 RW 05 Desa Tanjung, Pakisaji, Jepara. Selain itu tanah longsor juga menimpa rumah Handoyo, warga Desa setempat. Longsor juga menutup akses jalan warga di sejumlah titik.

“Pada waktu yang hampir bersamaan, peristiwa longsor juga terjadi di Desa Papasan, Kecamatan Bangsri, yang menimpa empat rumah warga,” papar Zainuddin.

Rumah yang rusak tertimpa longsoran di Desa Papasan, yaitu milik Suni, warga RT 03 RW 01 dan tiga rumah di RT 01 RW 01, masing-masing milik Sunar, Agus, Sutrimo.

“Peristiwa longsornya tidak bareng. Pertama yang longsor di RT 03 RW 01, kemudian disusul longsor di RT 01 RW 01,” ujar Zainuddin.

Pemilik salah satu rumah yang tertimpa tanah longsor, Badri menceritakan, dirinya beserta anggota keluarga yang lain saat itu sedang berada di dalam rumah.

Mendengar suara gemuruh dari belakang rumah, Badri beserta yang lain bergegas keluar dari rumah. Seketika, dinding rumah yang terbuat dari kayu jebol, tinggal menyisakan atap dan beberapa tiang penyangga.

“Dari belakang rumah itu suaranya bergemuruh, terus kami langsung keluar rumah lari menuju ke timur, ternyata di jalan juga ada longsoran,” ujar Badri, Minggu (28/2/2016).

Lebih lanjut Badri menyampaikan, peristiwa longsornya tebing setinggi lebih dari 10 meter di belakang rumahnya itu berlangsung singkat. Seketika rumah beserta isinya tertimbun material longsor.

“Barang-barang tidak ada yang bisa diselamatkan,” tandas Badri.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Sehari Hujan, Dua Rumah di Jepara Jadi Korban Longsor

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →