Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Plt Kajari Rembang Jadi ‘Dai’ Dalam Seminar Hukum Daerah



   /  @ 20:04:53  /  26 Februari 2016

    Print       Email
Plt Kajari Rembang Efendi dalam Seminar Hukum Daerah di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Jumat (26/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Plt Kajari Rembang Efendi dalam Seminar Hukum Daerah di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Jumat (26/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang menggelar “Seminar Hukum Daerah”terkait implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional pada Kegiatan Pembangunan dan Penyerapan Anggaran di Kabupaten Rembang.

Pada seminar yang digelar di Lantai IV Gedung Setda Rembang pada Jumat (26/2/2016) pagi, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, bahwa kegiatan tersebut penting untuk memberikan penerangan hukum tentang pengawalan dan pengamanan kegiatan daerah.

Ia berharap, agar seminar tersebut membantu meningkatkan pemahaman hukum bagi para kepala dinas, kuasa pengguna anggaran, dan pejabat pembuat komitmen. “Dengan kegiatan ini, diharapkan mereka tidak akan melakukan tindakan melawan hukum,” ujarnya.

Seminar hukum daerah tidak hanya dihadiri kalangan pejabat, tetapi tampak diikuti juga oleh kalangan rekanan proyek dan perwakilan unsur masyarakat. Materi seminar dipaparkan oleh Inspektur Kabupaten Rembang Fahrudin, Kapolres Rembang AKBP Winarto, dan Plt Kajari Rembang Efendi.

Dalam kesempatan itu, Plt Kajari Rembang Efendi pada kesempatan seminar tersebut memilih tidak memaparkan seputar penindakan kejahatan melawan hukum. Ia justru lebih banyak menyampaikan ceramah layaknya seorang dai dengan mengupas beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan korupsi dan mengutip beberapa ayat Alquran.

Menurut Efendi, korupsi terjadi antara lain karena tingkat kesejahteraan yang minim, tetapi yang paling banyak karena moral agama, etika, dan rasa malu yang rendah. Selain itu, ia menyebut orang yang korupsi sebagai orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Tuhan. “Nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Jelang MEA, Ratusan Siswa SMA di Rembang Dibekali Pengetahuan Hukum dan HAM

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →