Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Jadi Jalur Penting, Warga Grobogan Ingin Jalan di Kawasan Hutan Tersentuh Perbaikan



Reporter:    /  @ 20:00:31  /  26 Februari 2016

    Print       Email
Jalan dari Desa Godan menuju Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo yang melalui kawasan hutan sudah butuh penanganan. (MuriaNesCom/Dani Agus)

Jalan dari Desa Godan menuju Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo yang melalui kawasan hutan sudah butuh penanganan. (MuriaNesCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah cukup banyak dana yang digelontorkan untuk perbaikan jalan, namun sejauh ini masih banyak kondisi jalan yang belum tersentuh perbaikan. Yakni, jalan penghubung antar desa yang melintasi kawasan hutan milik Perhutani.

Warga berharap, penanganan jalan ini bisa diambil alih Pemkab Grobogan. Sebab, akses jalan yang membelah kawasan hutan ini sudah jadi jalur penting buat warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

”Jalan penghubung antar desa yang melalui kawasan hutan ini kondisinya tidak pernah mulus. Kami berharap agar masalah ini diperhatikan. Soalnya, kalau kondisi jalan bagus maka roda perekonomian warga bisa ikut berkembang,” kata Sutrisno, warga Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo.

Dari pantauan di lapangan, harapan warga kondisi jalan di kawasan hutan ini memang cukup beralasan. Akses jalan dari Desa Godan menuju kawasan air terjun Widuri di Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo misalnya, jaraknya hanya sekitar 5 km.

Namun, jarak yang tergolong dekat itu bisa ditempuh dalam waktu hampir 30 menit. Hal ini terjadi karena kondisi jalannya penuh bebatuan dan tidak rata. Jika kondisi jalan mulus maka waktu tempuh bisa lebih cepat.

”Kalau tidak hujan, kondisi jalan masih mendingan ketika dilewati. Tetapi kalau pas hujan, kondisi jalan lebih berat. Terutama buat kendaraan roda empat,” kata Jasmo, warga lainnya.

Sementara itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono ketika dimintai tanggapannya menyatakan, akses jalan penghubung antar desa yang melintasi kawasan hutan Perhutani memang cukup banyak dan terdapat di beberapa kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Toroh, Wirosari, Tawangharjo, Grobogan, Brati, Geyer, Ngaringan, Gabus, dan Kedungjati.

”Di sini memang banyak jalan penghubung antar desa yang melewati kawasan hutan. Kondisi ini terjadi karena secara geografis, wilayah Grobogan memang dikelilingi kawasan hutan,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan jalan yang ada di kawasan hutan itu memang tidak bisa dilakukan. Sebab, lahan itu bukan jadi aset pemkab tetapi milik Perhutani. ”Untuk bisa memperbaiki jalan itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Tetapi harus menempuh prosedur terlebih dahulu. Yakni, meminta izin pada Perhutani,” katanya.

Ditempat terpisah, Administratur Perhutani KPH Purwodadi Damanhuri ketika dimintai tanggapannya menyatakan, pengambil alihan aset jalan di kawasan hutan oleh Pemkab Grobogan itu sangat dimungkinkan. Sebab, masalah tata aturan pemakaian kawasan hutan itu sudah diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

”Lahan yang bisa diambil alih penanganannya ini salah satu syaratnya adalah, sebelumnya sudah berupa alur jalan. Artinya tidak membuat jalan baru di kawasan hutan. Mekanisme pemakaian kawasan hutan ini tidak sulit dalam dan kita akan bantu jika pemkab memang mengajukan izin atau permohonan,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →