Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Ratusan Orang Lulus dari BLK Kudus dan Sudah Berkarya



Reporter:    /  @ 19:15:09  /  26 Februari 2016

    Print       Email

iklan cukai kudus-3-tayang pukul 19.00 wib

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu institusi atau lembaga yang kemudian menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2016 ini adalah Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus.

Penggunaannya lebih banyak diperuntukkan untuk upaya pengembangan ketrampilan warga, melalui beberapa kursus yang diselenggarakan lewat lembaga bernama Balai Latihan Kerja (BLK).

Upaya memberikan ketrampilan kepada warga itu, ternyata memang mampu membuat banyak orang tertarik untuk mengikutinya. Ratusan orang sudah lulus dari BLK, dan memiliki ketrampilan untuk digunakan sebagai cara meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kinerja BLK dalam meluluskan ratusan orang berketrampilan itu, memang sudah dibuktikan. Mereka yang sudah lulus dari BLK itu, memang dibekali dengan ketrampilan yang menunjang upaya mereka untuk meningkatkan kesejahteraan. BLK sendiri berada di bawah Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus.

Bahkan setelah lulus dari sana, mereka juga masih diberikan pembekalan. Kepala Dinsosnakertrans Kudus Ludhful Hakim mengatakan, setelah lulus dari BLK, mereka masih diberikan bekal berupa motivasi dan semangat berusaha.

”Jumlah alumni BLK yang diberi pembekalan itu mencapai ratusan orang. Itu alumni dari beberapa tahun kita berikan pembekalan. Jumlah tersebut diambil dari berbagai angkatan dan jurusan yang dianggap berhasil,” jelasnya.

Menurutnya, meski sudah menjadi alumni, namun perlu diberikan pembekalan. ”Hal itu bertujuan agar jiwa usahanya tidak surut, dengan banyaknya hal yang menimpa selama usaha,” katanya.

Kesempatan pembinaan itu, juga memaparkan bagaimana pentingnya untuk terus berusaha. Di dalam berusaha, haruslah mencintai usahanya sepenuh hati. ”Harus sayang kepada usahanya sepenuh hati. Jangan baru menawarkan satu dua kali ditolak, langsung kapok,” ujarnya.

Selain itu, sebagai pelaku usaha juga dapat dilakukan dengan memperbanyak mengenakkan kepada diri sendiri. Dengan demikian dapat mengetahui potensi yang ada.

Hal lain juga yang harus diperhatikan adalah dengan kerja keras dan kerja cerdas. Dia mengibaratkan seorang yang lari saja, hanya akan mendapatkan keringat. ”Namun tanpa asupan gizi yang bagus, juga akan percuma. Jadi jangan cuma kerja keras saja. Namun kerja cerdas dengan melihat potensi yang ada di sekitar,” katanya. (ads)

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →