Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

4 Hari Ikut Pelatihan, Guru SD Sederajat di Kudus Ini Berupaya Tingkatkan Kualitas Pendidikan



Reporter:    /  @ 16:15:54  /  26 Februari 2016

    Print       Email
Pelatihan tahap 2 yang diselenggarakan oleh Disdikpora Kudus dengan USAID Prioritas di SD 1 Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelatihan tahap 2 yang diselenggarakan oleh Disdikpora Kudus dengan USAID Prioritas di SD 1 Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan guru SD sederajat, melakukan pendidikan pembelajaran yang lebih baik lagi. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga pendidikan yang dilakukan nantinya semakin membuat para siswa makin nyaman.

Hal itu diutarakan Noor Cahya Arif, kepala SD 1 Kaliwungu yang juga sebagai instruktur pelatihan. Selama empat hari terhitung hari Rabu kemarin, para guru mendapatkan pelatihan tentang pembelajaran yang bagus.

”Pelatihan tersebar di tiap kecamatan se Kudus. Jadi di beberapa tempat lain juga terdapat pelatihan yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pelatihan itu juga merupakan pelatihan lanjutan dari yang sebelumnya dilaksanakan. Yakni pelatihan tahap satu yang persis dilaksanakan sepekan lalu.

Guru-guru SD sederajat yang melakukan pelatihan pada tahap satu itu, langsung diberikan pelatihan tahap lanjutan. Pelatihan tahap lanjutan dibuat untuk menguasai buku yang nantinya diberikan oleh USAID prioritas.

”Ini juga kerja sama antara Disdikpora Kudus dengan USAID Prioritas, jadi nanti pada Maret tiap sekolah yang dilatih diberikan buku bacaan berjenjang sejumlah 600 buku. Dan di sini juga dibekali cara menguasai buku itu,” ujarnya.

Dengan pembelajaran yang bagus, kata dia, dalam pembelajaran dapat lebih menguasai materi. Sehingga murid semakin cerdas namun tidak meninggalkan kesantunan murid.

Sebab, lanjutnya, guru lebih mengerti murid. Namun para murid juga dirangsang dengan pertanyaan tingkat tinggi yang membuat murid berpikir dan semakin berkembang.

”Seperti misalnya seorang guru menjelaskan tentang jeruk, jika pertanyaan biasa maka yang dibahas adalah warna jeruk atau rasa jeruk. Namun di sini kami rangsang para siswa agar bertanya sampai pada berapa buah sisi jeruk, dengan demikian maka jeruk harus dikupas,” ungkapnya.

Sementara, Sularto, fasilitator lain mengungkapkan, kalau pendidikan Indonesia sudah tertinggal dengan negeri tetangga. Hal itu disebabkan dengan pendidikan yang mengejar prestasi.

”Seperti halnya mengejar juara olimpiade, kejuaraan dan sebagainya, padahal pendidikan itu sebuah proses. Yang juga lebih menekankan kepada kreativitas atau menciptakan ide-ide baru,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →