Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Unjuk Rasa Tandingan Digelar Warga yang Pro Pabrik Garmen di Pendosawalan Jepara



Reporter:    /  @ 15:17:59  /  26 Februari 2016

    Print       Email
Warga melakukan unjuk rasa di Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melakukan unjuk rasa di Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jika pada 12 Februari 2016, ratusan warga Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, melakukan unjuk rasa penolakan keberadaan PT Kanindo Makmur Jaya, karena dianggap merusak lingkungan dan saluran irigasi, kali ini ratusan warga lain menggelar unjuk rasa tandingan.

Mereka menyatakan mendukung kebijakan Pemdes setempat mengenai keberadaan pabrik garmen tersebut, pada Jumat (26/2/2016).

Ratusan warga tersebut tergabung dalam Gerakan Rakyat Pendosawalan Bersatu (Grapestu), menggelar unjuk rasa dalam bentuk aksi damai di kantor balai desa setempat. Lebih dari 300 warga baik laki-laki dan perempuan ini membawa beberapa spanduk dukungan kepada pemdes setempat terkait pabrik garmen itu.

Koordinator aksi Ahmad Purnomo mengungkapkan, ada beberapa tuntutan yang disampaikan warga, di antaranya meminta PT Kanindo untuk segera merealisasikan pembangunan jalan dan saluran air yang representatif untuk kepentingan masyarakat.

Selain itu, meminta transparansi CSR dari PT Kanindo agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, menolak pemagaran lokasi proyek perluasan PT Kanindo secara sepihak karena tidak sesuai dengan kesepakatan serta memprioritaskan warga Desa Pendosawalan dalam rekrutmen karyawan.

“Akhir-akhir ini di masyarakat beredar banyak isu soal petinggi dan perangkat yang menjual tanah dan saluran air milik desa, sehingga warga ini ingin mendengar sendiri kejelasan soal itu. Jangan hanya katanya-katanya,” ujar Purnomo, Jumat (26/2/2016) siang.

“Kita justru melihat keberadaan PT Kanindo ini membawa banyak manfaat. Selain jalan akan diperlebar, masyarakat juga bisa mendapatkan pekerjaan dari keberadaan perusahaan ini,” jelasnya.

Aksi ini juga mendapatkan pengawalan ketat dari puluhan polisi dari polsek sekitar dan Polres Jepara.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Ratusan Warga Pendosawalan Jepara Blokir Jalan Menuju Pabrik Garmen Kanindo 

Warga Pendosawalan Jepara Keluhkan Pembangunan Pabrik yang Tutup Akses Jalan dan Ganggu Irigasi Pertanian 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →