Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Pati  >  Artikel ini

Miliki Anak Autis, Syamsiati Justru Sukses Dirikan Sekolah Inklusi Penderita Autisme di Trangkil Pati



Reporter:    /  @ 11:06:25  /  26 Februari 2016

    Print       Email
Seorang pendidik di Huda Center tengah mengajari anak difabel yang menderita autisme. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pendidik di Huda Center tengah mengajari anak difabel yang menderita autisme. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Syamsiati, seorang ibu asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Pati yang memiliki anak autis, tidak lantas membuatnya putus asa. Justru, kondisi tersebut memantik semangat Syamsiati untuk membuat sekolah inklusi untuk penderita autisme.

Huda Center merupakan nama yayasan pendidikan yang ia rintis, diambil dari nama anaknya yang menderita autisme. Bangunan kecil dengan lantai dua tersebut kini sudah memiliki sekitar 43 murid dengan pendidik sekitar sembilan orang.

Dari sekian murid yang ia tangani, tujuh murid di antaranya sudah sembuh dan saat ini melanjutkan pendidikan di sekolah umum. “Saya hanya merenung ternyata susah mendidik anak yang terkena autisme. Dari sana, saya terketuk untuk membuat sekolah inklusi khusus penderita autisme,” ujar Syamsiati kepada MuriaNewsCom, Jumat (26/2/2016).

Berbekal pengalaman merawat anaknya yang autis, Syamsiati nekat membuat sekolah inklusi pada 1997. Tak semudah yang dibayangkan, Syamsiati ternyata sulit mendapatkan badan hukum.

Setelah berjuang sekitar 15 tahun, Syamsiati akhirnya mendapatkan badan hukum dan izin membuat sekolah inklusi pada 2012. “Kami memberlakukan subsidi silang untuk iuran SPP. Untuk penderita autisme yang tidak punya orang tua atau yatim, kami bebaskan biaya pendidikan,” tambahnya.

Ia menambahkan, misi dari sekolah yang ia rintis memiliki tujuan sosial. Ia berharap agar anak-anak difabel punya kesempatan dan peluang untuk mengenyam pendidikan, hidup mandiri, bahkan meraih prestasi.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Inspiratif! Warga Difabel Asal Pati Ini Sukses Kembangkan Budidaya Jamur dengan Omzet Rp 30 Juta per Bulan 

Kisah Inspiratif Satpol PP Kudus Ini Keren 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →