Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Unik! Upacara Pakai Bahasa Jawa di Rembang



   /  @ 21:48:19  /  25 Februari 2016

    Print       Email
Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto dalam upacara peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, Kamis (25/2/2016) pagi. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto dalam upacara peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, Kamis (25/2/2016) pagi. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kejadian unik tampak dalam upacara peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Halaman Pemkab Rembang, Kamis (25/2/2016). Karena, instruksi dan sambutan dalam upacara pagi disampaikan dengan menggunakan Bahasa Jawa.

Meski upacara berjalan lancar, namun sempat memicu kegaduhan ketika gladi bersih. Sebab, upacara menggunakan Bahasa Jawa merupakan pertama kalinya bagi pihak Pemkab setempat.

Bupati Rembang Abdul Hafidz, dalam kesempatan itu membacakan sambutan tertulis dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia mengajak masyarakatnya untuk membiasakan menggunakan bahasa ibu Jawa Tengah yakni bahasa jawa.

“Supaya menjadi bahasa yang dimengerti terlebih dahulu oleh anak-anak kita sebelum mengerti bahasa lain. Sehingga anak cucu kita tidak takut dan merasa susah menggunakan Bahasa Jawa,” katanya.

Disampaikan olehnya, alat terbaik untuk belajar bahasa yakni dengan sebabyak-banyaknya berpikir dan berbicara dalam bahasa tersebut. “Bahasa Jawa tidak sekadar untuk berbicara terhadap sesama, tapi memiliki tata bahasa serta tingkatan bahasa yang berbeda,” imbuhnya.

Kendati demikian, lanjut Hafidz, penggunaan Bahasa Jawa bukan berarti mengunggulkan bahasa daerah dan mengabaikan bahasa nasional. Namun, hanya sekadar agar berimbang dalam mengenal Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Sejatinya hal ini berterkaitan dengan budaya bangsa. Karena jika diabaikan, maka Bahasa Jawa akan lenyap dengan sendirinya.

“Hal tersebut sesuai dengan amandemen ke 4 UUD 1945 (Bab XIII- Pendidikan dan Kebudayaan, pasal 32 ayat 2, bahwa negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →