Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Seorang Pria Nekat Demo Seorang Diri, Ini Tuntutannya Kepada Bupati Rembang



   /  @ 19:13:40  /  25 Februari 2016

    Print       Email
Nur Wahyudi melakukan aksi demonstrasi seorang diri di halaman Pemkab Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Nur Wahyudi melakukan aksi demonstrasi seorang diri di halaman Pemkab Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang pria bernama Nur Wahyudi melakukan aksi nekat dengan melakukan demonstrasi seorang diri di halaman Pemkab Rembang, Kamis (25/2/2016). Ia merupakan Kepala Desa (Kades) Sendangwaru, Kecamatan Kragan, yang diberhentikan pada tahun 2013.

Menurutnya, demonstrasi itu untuk menyampaikan aspirasi dengan tuntutan, agar secepatnya ia kembali menjabat sebagai Kades Sendangwaru. Hal itu, setelah dirinya memenangkan gugatan atas Bupati Rembang pada putusan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA). Putusan PK ini pada 12 Agustus 2015 dan pemberitahuannya diterima pada 13 Februari lalu.

“Saya berharap, agar putusan itu segera dilaksanakan.Isinya, yakni memulihkan kembali hak-hak saya dan mengangkat saya sebagai kepala desa seperti semula,” ungkapnya kepada awak media.

Dijelaskan olehnya, MA menyatakan membatalkan SK Bupati Rembang tentang pemberhentian dirinyasebagai Kades Sendangwaru. MA juga mewajibkan kepada Bupati Rembang mencabut SK tertanggal 12 September 2013 dan memulihkan serta mengembalikan hak-haknya seperti semula.

Wahyudi mengaku lega setelah gugatannya dikabulkan oleh MA, apalagi sebelumnya ia sempat kalah di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. “Saya gugat di PTUN, saya dikalahkan. Kemudian saya PK ke MA, alhamdulillah dikabulkan,” jelasnya.

Ia mengaku, ketika diberhentikan sebagai Kades Sedangwaru gara-garaada tuduhan korupsi tanpa ada proses hukum melalui pihak kejaksaan maupun kepolisian. “Saya dituduh korupsi, saya langsung diberhentikan, tidak dilaporkan polisi maupun kejaksaan,” ungkapnya.

Pemkab Rembang menyatakan, Wahyudi terbukti melakukan korupsi, namun bukan atas dasar putusan pengadilan negeri, melainkan atas dasar audit dari Inspektorat setempat. Ia diberhentikan oleh Bupati Rembang karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa pada 2012.

Saat diberhentikan, ia baru sekitar separuh waktu menjabat. Dengan demikian, jika nantinya bupati mencabut SK pemberhentian tersebut, serta memulihkan jabatan berikut hak-hak yang melekat sebagai Kades Sendangwaru, maka Wahyudi masih sekitar 3 tahun lagi menjabat.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Hati-hati Pak Kades di Rembang, Siap-Siaplah Dievaluasi !

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →