Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Kisah Zulia, Satpol PP Cantik Perayu Orang Gila



Reporter:    /  @ 18:02:48  /  25 Februari 2016

    Print       Email
Kanan, Ulfah (20), kiri Zulia Fa'al MW (29) saat bertugas di pos jaga (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kanan, Ulfah (20), kiri Zulia Fa’al MW (29) saat bertugas di pos jaga (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Nama lengkapnya Zulia Fa’al MW (29). Anggota Satpol PP Kudus ini punya kisah yang tak terlupakan selama menjalani karirnya sebagai anggota Satpol PP. Salah satunya, yakni ketika dirinya harus merayu orang yang mengalami gangguan jiwa untuk dibawa ke rumah sakit.

Ceritanya, pada 2015 lalu, dirinya bersama beberapa anggota Satpol PP dimintai tolong oleh warga diDesa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, agar mau membujuk salah satu orang yang mengalami gangguan jiwa, yang berada di desa tersebut untuk dirawat di rumah sakit.

“Warga, ketika itu membutuhkan bantuan, agar orang gila yang berada di desa tersebut dibawa ke rumah sakit. Kemudian, dengan komunikasi yang halus dan baik, akhirnya kami bisa membawa orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus,” katanya.

Dirinya mengatakan, untuk membujuk orang yang sedang mengalami gangguan jiwa, tentunya bukan sesuatu yang mudah. Hal itu butuh kesabaran dan komunikasi yang baik, agar orang tersebut menurut dan mengikutinya. “Dengan upaya yang kita lakukan, akhirnya dia nurut dan tak ada berontak ketika dibawa,” imbuhnya.

Bukan hanya itu saja, profesinya sebagai anggota Satpol PP terkadang juga menjadi candaan tetangganya ketika di rumah.

“Kalau sedang di rumah, terkadang ada warga yang iseng, bilang “jangan razia kami bu, jangan gusur kami”. Tapi itu kan hanya bergurau, jadi kita menanggapinya juga santai saja,” katanya.

Lain halnya dengan Ulfah (20). Perempuan asal Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo ini, mengaku banyak belajar dari profesinya sebagai anggota Satpol PP. Apalagi, berbagai karakter orang sering ditemuinya di lapangan.

Pada dasarnya, dirinya, mengaku tidak memiliki cita-cita menjadi akademisi, seperti  guru. “Kalau cita-cita sebenarnya pingin yang menantang, dengan profesi yang saya jalani sekarang ini, saya bersyukur, karena bisa banyak belajar dari sini,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Zorro jadi Inspirasi Satpol PP Kudus

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →