Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Buat Masyarakat Kudus Paham Manfaat Cukai, Bagian Humas Gencar Sosialisasi



Reporter:    /  @ 16:37:44  /  25 Februari 2016

    Print       Email

 

Sosialisasi Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi  Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Belum seluruh masyarakat Kudus memahami bagaimana manfaat dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus.

Bukan saja masalah soal manfaat cukai, ketentuan-ketentuan di bidang cukai juga belum banyak dipahami. Karena itu, Bagian Humas Setda Kudus gencar melakukan sosilisasi.

Sosialisasi yang digencarkan itu, memang berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan pihaknya itu, dilakukan dengan berbagai cara. ”Sehingga, masyarakat Kudus bisa memahami apa itu cukai, dana cukai, dan lain sebagainya. Agar pemahaman itu bisa merata diterima masyarakat Kudus,” jelasnya.

Putut Winarno mengatakan, sejumlah program sosialisasi tentang ketentuan cukai yang sudah dijalankan, antara lain dialog interaktif di radio, pembuatan dan penayangan spot iklan di radio, dan penerbitan majalah khusus di bidang cukai.

”Selain itu, Bagian Humas Setda Kudus juga melakukan sosialisasi di media massa cetak, pembuatan booklet ketentuan di bidang cukai, serta sosialisasi di papan-papan berita,” katanya.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan ini, sudah sudah sesuai dengan regulasi yang mengatur mengenai penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBCHT). Yakni Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Selain itu, juga didasarkan pada Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Di perbub tersebut, pada Lampiran III A4 program sosialisasi ketentuan di bidang cukai, pada kegiatan b.1 disebutkan, sosialisasi ketentuan di bidang cukai bisa dilaksanakan di media elektronik, media massa cetak, dan penerbitan majalah cukai,” paparnya.

Sedangkan pada poin b.2 Perbub Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus disebutkan, sosialisasi ketentuan di bidang cukai melalui media visual yang meliputi pembuatan leaflet, banner, billdoard, diorama, gambar, stiker, baliho, moving light box, dan media visual elektronik.

Ditambahkan Putut Winarno, dengan adanya sosialisasi seperti ini, masyarakat akan lebih memahami tentang ketentuan – ketentuan di bidang cukai. ”Ini terbukti ketika kami menggelar dialog interaktif di radio, banyak warga yang menghubungi lewat telepon untuk bertanya tentang cukai. Ini merupakan respon yang cukup bagus terhadap upaya sosialisasi yang kita lakukan,” terangnya. (ads)

 

 

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →