Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

DPPKKI Blora Pesimis Bisa Capai Target PAD dari Sektor Uji Kir



   /  @ 15:00:37  /  25 Februari 2016

    Print       Email
Suparno Kabid Teknik dan Perbengkelan DPPKKI Blora(MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Suparno Kabid Teknik dan Perbengkelan DPPKKI Blora(MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kepala Bidang Teknik dan Perbengkelan Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora Suparno mengaku pesimis untuk bisa mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor uji kir.

Ia katakan, target PAD dari sektor uji kir pada 2016 ini sebesar Rp 550 juta. Namun, hal itu kemudian direvisi lagi menjadi Rp 452 juta.Meski sudah direvisi, menurutnya target sebesar itu sulit dicapai.

“Banyak dari pemilik kendaraan yang tidak mau uji kir, karena, masih banyak yang beranggapakan kalau uji kir menghabiskan biaya besar. Apalagi bagi yang kendaraannya sudah telat bertahun-tahun,” kata Suparno.

Untuk mensiasatinya, Suparno mengajak instansi terkait, dalam hal ini SamsatBlora. Setiap kali ada pemilik kendaraan yang datang ke Samsat, pihaknya meminta agar ditanyakan buku uji kendaraan. “Tapi tetap saja, hal itu masih jauh dari harapan,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Suparno, ketika kendaraan sudah telat 5 tahun dalam uji kir, pemilik kendaraan hanya ditarik biaya retribusi terakhir saja. Sementara, untuk denda dihitung jumlah bulan keterlambatan. Kendaraan dengan jumlah berat bruto (JBB) 0-5.000 kilogram, biaya administrasi sebesar Rp 30 ribu dan denda yang harus dibayarkan 2 persen dari biaya, yaitu Rp 600. Sedangkan untuk satu tahun hanya keluar Rp 7.200. Untuk kendaraan dengan JBB 5000-8000 kilogram, biaya administrasinya Rp 35 ribu. Jika terjadi keterlambatan, perbulan hanya membayar Rp 700, satu tahun hanya keluar Rp 8.400.

Sedangkan untuk kendaraan dengan JBB 8000 keatas, biaya administrasinya Rp 40 ribu. Keterlambatan yang harus dibayarkan, perbulan senilai Rp 800, untuk satu tahun hanya keluar Rp 9.600. Sedangkan untuk biaya pengganti plat uji hanya Rp 9.000, serta biaya pengganti buku uji Rp 9.000.

Baca juga : Sepekan Razia, Dishubkominfo Kudus Banyak Jumpai Kendaraan yang Tak Laik Jalan

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →