Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Cegah Pengoplosan Minyak Goreng Bekas, Disdagsar Surati 17 Distributor Minyak Goreng di Kudus



Reporter:    /  @ 14:46:48  /  25 Februari 2016

    Print       Email
Sofyan Dhuhri, Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sofyan Dhuhri, Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Terkait adanya surat keputusan menteri perdagangan RI No.21/M-DAG/PER/3/2015 tanggal 20 Maret 2015 tentang perubahan atas peraturan menteri perdagangan No.80/M-DAG/10/2014 tentang minyak goreng wajib kemasan. Kini seluruh distributor atau seluruh agen di Kudus tidak lagi menjual minyak goreng curah dengan cara menggunakan jerigen.

Hal tersebut dimungkinkan bisa meminimalisir tindak kejahatan pengoplosan minyak goreng bekas penggorengan dengan yang baru.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti melalui Kasi Perdagangan dalam Negeri Sofyan Dhuhri mengutarakan, aturan tentang kewajiban minyak goreng kemasan itu diedarkan ke seluruh distributor di Kudus per tanggal 8 Februari 2016 kemarin.

”Namun untuk pelaksanaan penjualan minyak goreng yang berkemasan itu, di lakukan pada 27 Maret 2016 mendatang,” paparnya.

Diketahui, seluruh distributor minyak goreng curah yang disurati pihak Disdagsar Kudus tersebut ada 17 distributor. Sehingga kedepannya bisa menyiapkan minyak goreng tersebut dalam kemasan plastik. ”Untuk ukuran kemasannya tergantung distributor. Apakah 1 kg, atau 0,5 kg dan lainnya,” tuturnya.

Dengan dikemas plastik, menurutnya meminimalisir tindakan pengopolsan minyak goreng bekas penggorengan dengan minyak goreng yang masih baru. ”Masyarakat bisa membedakan, yakni blondo (minyak goreng bekas) dengan yang baru,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →