Loading...
You are here:  Home  >  Kuliner  >  Artikel ini

Ini Alasan Pemburu Kuliner Tergila-gila dengan Sego Tewel Tambakromo Pati



Reporter:    /  @ 12:42:32  /  25 Februari 2016

    Print       Email
Seorang pengunjung tengah menerima menu sego tewel yang ia pesan di warung Siti Sofiah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pengunjung tengah menerima menu sego tewel yang ia pesan di warung Siti Sofiah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Selama ini, kuliner Pati dikenal dengan nasi gandul dan soto kemiri. Namun, di Pati bagian selatan terdapat kuliner nasi gandul yang mulai diganderungi pemburu kuliner, yakni sego tewel yang ada di Desa Tambakromo.

Priyanto, penikmat kuliner asal Brebes mengatakan, sensasi klasik berbalut tradisional menjadi salah satu alasan dirinya tergila-gila dengan sego tewel. Cita rasa yang gurih dan pedas dianggap menggugah selera makan.

Baca juga : Larisnya Sego Tewel di Pati Ini, Ratusan Porsi Habis dalam 3 Jam

”Di sini, semuanya serba tradisional. Nasinya hanya menggunakan sayur nangka muda atau dikenal dengan tewel. Lauknya cuma ada tempe goreng, kerupuk atau peyek. Nasinya dialasi menggunakan daun jati. Meski begitu, rasanya sangat enak. Justru nuansa tradisional itulah yang saya cari,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (24/2/2016) malam.

Belum lagi, kata dia, harganya sangat terjangkau. Satu porsi saja, sego tewel dihargai dengan Rp 3 ribu. Tak ayal, satu orang dengan menu sego tewel, minuman, tempe, kerupuk atau peyek bisa dipastikan tak akan lebih dari Rp 10 ribu.

”Harganya juga murah. Meski terkadang saya harus melakukan perjalanan jauh dari Pati Kota menuju Desa Tambakromo yang berada di ujung Pati selatan selama setengah jam, tapi saya rela menempuhnya karena memang suka,” ujar pria yang kebetulan bekerja di wilayah Pati Kota ini.

Sementara itu, Siti Sofiah, penjual sego tewel mengamini apa yang dikatakan Priyanto. Semua menu yang ia jual memang menawarkan cita rasa klasik warisan kuliner leluhur masa lalu.

”Semuanya dikemas secara tradisional. Saya sengaja tidak menjual lauk selain tempe. Kalau saya jual lauk selain tempe, itu sama saja merubah cita rasa dan konsep yang diwariskan pendahulu kami dalam menjual sego tewel,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →