Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Ternyata Batu Raksasa Dung Gong Ini yang Jadi “Magnet” Wisata Rahtawu



Reporter:    /  @ 10:13:57  /  25 Februari 2016

    Print       Email
Batu Raksasa Dung Gong di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Batu Raksasa Dung Gong di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak diragukan lagi, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog memang dikenal dengan panorama alam yang asri dan indah. Namun, diantara pemandangan dan wisata alam yang terdapat di Rahtawu, terdapat sebuah batu Raksasa Dung Gong yang kerap menjadi tujuan wisata.

Kades Rahtawu Sugiono mengatakan, sesuai dengan namanya, batu Raksasa Dung Gong memang berukuran raksasa. Bahkan enam hingga tujuh orang dewasa tidak akan mampu melingkari batu raksasa itu.

”Batu itu tidak dapat dipindah, beratnya saja diperkirakan hingga puluhan ton. Jadi bagaimana cara memindahkan selain menggunakan alat atau meledakkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Batu yang terletak di sungai Rahtawu itu, kini menjadi pusat perhatian dalam sebuah wisata alam. Ukuran baru yang tidak seperti umumnya membuat masyarakat yang berkunjung ingin menaklukkan batu raksasa itu dengan memanjatnya.

Tidak hanya itu, lokasi batu raksasa yang persis di tepi sungai membuat pengunjung mudah dalam menemukan batu bulat itu. ”Biasanya pengunjung langsung datang dan menaiki batu itu, memang agak susah namun sudah ada beberapa pijakan baru lainnya untuk menaiki batu itu,” ujarnya.

Batu tersebut, kata dia sebenarnya bukanlah berada di sungai. Melainkan berada di daerah tebing yang tertutup tanah. Hanya, lantaran dengan longsor pada 2014 lalu, menyebabkan batu besar itu terjatuh hingga terhenti di bibir sungai.

”Saat longsor malah sampai membuat satu jembatan putus. Sebab ukuran batu yang sangat besar serta berat sehingga jembatan tidak mampu menampung,” ungkapnya.

Menurut Sugiono, pengunjung Rahtawu paling ramai pada hari Minggu atau saat liburan. Pada waktu itu biasanya sungai penuh dengan para pengunjung. ”Di sini wisatanya alam, jadi pengunjung datang untuk mandi di sungai sambil menikmati indahnya alam Rahtawu yang masih asli,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →